LIVE
Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo, TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok Dansatgas TMMD ke-112 Kodim 1002/HST Tinjau Perbaikan Jembatan Panglima TNI : Apresiasi Warga Jambi Pengetatan PPKM Level IV Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Ke 50 Tahun 2021 Ini Agenda Kunker Kemendikbudristek Dua Hari di Jambi

Home / Kesehatan

Minggu, 25 Juli 2021 - 06:00 WIB

RSUD KH Daud Arif Kekurangan Dokter Spesialis, Bupati Minta Bantuan Gubernur

Bupati H. Anwar Sadat ketika mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal Kab. Tanjung Jabung Barat, Kamis (22/07/21). FOTO : PROKOPIM

Bupati H. Anwar Sadat ketika mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal Kab. Tanjung Jabung Barat, Kamis (22/07/21). FOTO : PROKOPIM

KUALA TUNGKAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Daud Arif Tanjab Barat, hingga saat ini masih kekurangan tenaga medis dokter spesialis.

Hal itu disampaikan Bupati H. Anwar Sadat ketika mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau RSUD KH. Daud Arif usai Rapat Tindaklanjut Penanggulangan Covid-19, Kamis (22/07/21).

Kunjungan orang nomor satu di Provinsi Jambi ini guna melihat langsung pelayanan dan prasaran alkes serta ketersediaan tempat isolasi dan perawatan pasien Covid-19.

Selain meminta bantuan untuk tenaga dokter Sesialis, Bupati H. Anwar Sadat juga menyampaikan bahwa RSUD KH. M. Daud Arif saat ini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

BACA JUGA :  Bupati dan Forkopimda Ikuti Dialog Intraktif Penanganan COVID-19 dengan Kapolri dan Panglima TNI

“Sehingga baik dalam aspek manajemen, standar pelayanan maupun sarana dan prasarana telah mengacu pada standar BLUD pada umumnya,” kata Anwar Sadat.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD KH Daud Arif, dr. H. Elfry Syahril juga memaparkan persoalan yang dihadapi. Diantaranya, persoalan air bersih dan kekurangan dokter spesialis.

BACA JUGA :  BREKING NEWS : Diduga Korsleting Listrik Satu Rumah Ludes Terbakar

Akibat kurangnya dokter spesialis, kata dia beberapa pelayanan kesehatan yang harus dilayani dokter spesialis harus dirujuk ke Jambi.

Dampak kurangnya dokter spesialis itu, lanjutnya beberapa poli di rawat jalan tidak bisa melayani pasien tiap hari seperti dokter Spesialis THT, Spesialis Jiwa dan dokter Spesialis Syaraf.

Sementara, Gubernur Al Haris setelah melihat secara langsung juga mengakui kalau standar pelayanan maupun fasilitas yang dimiliki RSUD KH Daud Arif sudah cukup bagus.

Terkait minimnya tenaga dokter Spesialis, Al Haris akan mencoba mendatangkan dokter spesialis yang ada di provinsi Jambi.

BACA JUGA :  Satgas Kolakopsrem 172/PWY Berhasil Evakuasi Jenazah Suster Maelani dari Jurang 300 Meter

“Di jambi ada sekitar 150 orang dokter spesialis. Mungkin bisa kita kirim ke Tanjab Barat sesuai kebutuhan,” kata Al Haris.

Namun ddmikian lanjut Gubernur, alan dikaji dulu seperti apa prosedur dan mekanismenya.

“Kita kaji dulu prosedur dan mekanismenya, yang jelas akan kita upayakan,” sebutnya.

Untuk diketahui RSUD KH Daud Arif, merupakan RSUD tipe C milik pemerintah se Provnsi Jambi terakreditasi Paripurna ‘Bintang Lima‘ dari KARS.(*)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Polisi Peduli Masyarakat, Polres Tanjab Barat Adakan Sunatan Massal dan Pengobatan Gratis

Pilkada

Tiga Bacalon Pilkada Tanjabbar Jalani Tes Kesehatan Mulai Hari Ini

Kesehatan

Dari Agustus, 478 Balita di Tanjab Barat Terserang ISPA

Kesehatan

RSUD KH Daud Arif Capai Akreditasi Paripurna Bintang Lima

Kesehatan

Wabup Amir Sakib Buka Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD Puskesmas & RSUD di Batam

Kesehatan

47 Warga Sudah Dirawat Akibat DBD, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

Investigasi

RSUD Daud Arif Musnahkan Obat-obatan Kedaluwarsa Senilai Rp 370 Juta

Kesehatan

Delapan Ciri-Ciri Ayam Tiren yang Bisa Diamati