indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Dinkes Provinsi Jambi Ungkap Penyebab Kasus Stunting Masih Tinggi 4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air 212 Peserta Meriahkan Lomba Mancing Polres Muaro Jambi, Hadiah Utama 100 Juta SKK Migas-PetroChina Launching Wisata Embung Bina Lestari di Betara

Home / Kesehatan

Minggu, 25 Juli 2021 - 06:00 WIB

RSUD KH Daud Arif Kekurangan Dokter Spesialis, Bupati Minta Bantuan Gubernur

Bupati H. Anwar Sadat ketika mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal Kab. Tanjung Jabung Barat, Kamis (22/07/21). FOTO : PROKOPIM

Bupati H. Anwar Sadat ketika mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal Kab. Tanjung Jabung Barat, Kamis (22/07/21). FOTO : PROKOPIM

KUALA TUNGKAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Daud Arif Tanjab Barat, hingga saat ini masih kekurangan tenaga medis dokter spesialis.

Hal itu disampaikan Bupati H. Anwar Sadat ketika mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau RSUD KH. Daud Arif usai Rapat Tindaklanjut Penanggulangan Covid-19, Kamis (22/07/21).

Kunjungan orang nomor satu di Provinsi Jambi ini guna melihat langsung pelayanan dan prasaran alkes serta ketersediaan tempat isolasi dan perawatan pasien Covid-19.

Selain meminta bantuan untuk tenaga dokter Sesialis, Bupati H. Anwar Sadat juga menyampaikan bahwa RSUD KH. M. Daud Arif saat ini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

BACA JUGA :  Camat Betara Resmikan Soft Opening Wisata Embung Bina Lestari Desa Muntialo

“Sehingga baik dalam aspek manajemen, standar pelayanan maupun sarana dan prasarana telah mengacu pada standar BLUD pada umumnya,” kata Anwar Sadat.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD KH Daud Arif, dr. H. Elfry Syahril juga memaparkan persoalan yang dihadapi. Diantaranya, persoalan air bersih dan kekurangan dokter spesialis.

Akibat kurangnya dokter spesialis, kata dia beberapa pelayanan kesehatan yang harus dilayani dokter spesialis harus dirujuk ke Jambi.

Dampak kurangnya dokter spesialis itu, lanjutnya beberapa poli di rawat jalan tidak bisa melayani pasien tiap hari seperti dokter Spesialis THT, Spesialis Jiwa dan dokter Spesialis Syaraf.

Sementara, Gubernur Al Haris setelah melihat secara langsung juga mengakui kalau standar pelayanan maupun fasilitas yang dimiliki RSUD KH Daud Arif sudah cukup bagus.

BACA JUGA :  Bersama Ketua Bhayangkari, Kapolres Tanjab Timur Tabur Bunga di Makosat Polair

Terkait minimnya tenaga dokter Spesialis, Al Haris akan mencoba mendatangkan dokter spesialis yang ada di provinsi Jambi.

“Di jambi ada sekitar 150 orang dokter spesialis. Mungkin bisa kita kirim ke Tanjab Barat sesuai kebutuhan,” kata Al Haris.

Namun ddmikian lanjut Gubernur, alan dikaji dulu seperti apa prosedur dan mekanismenya.

“Kita kaji dulu prosedur dan mekanismenya, yang jelas akan kita upayakan,” sebutnya.

Untuk diketahui RSUD KH Daud Arif, merupakan RSUD tipe C milik pemerintah se Provnsi Jambi terakreditasi Paripurna ‘Bintang Lima‘ dari KARS.(*)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Dinkes; ISPU Di Tanjab Barat Turun 56 PPM

Covid-19

UPDATE Kasus Corona 11 Kabupaten/Kota Provinsi Jambi Hari Ini

Kesehatan

Antisipasi VIRUS CORONA Mausk Indonesia, Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ Perketat Pengawasan Bersama Petugas Karantina PLBN Motaain

Kesehatan

Korem Gapu Gelar Aksi Sosial Donor Darah Darahku Mengalir Untuk Negeri

Kesehatan

Mengenal Varian Delta Plus yang Terdeteksi di Jambi

Kesehatan

Penderita HIV Aids di Tanjab Barat Tercatat 94 Kasus

Kesehatan

Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat Untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Jantung Bawaan

Kesehatan

RS Rujukan Pasien COVID-19 di Jambi Diminnta Tambah Tempat Isolasi dan Perawatan