LIVETV
BMKG Jambi Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 7 Desember 2021 Untuk Wilayah Ini Saat Nataru, Lokasi Wisata Diminta Mengedepankan Prokes Polisi tetapkan Ayah dan Anak Tersangka Pembunuhan Mayat Terikat Tali di Bungo Polda Jambi Terima Bantuan 1 Unit Mobil PCR dari Pusdokkes Mabes Polri Aidi Hatta Imbau Warga Kunjungi Objek Wisata Kabupaten Sendiri

Home / Bisnis / Ekonomi

Rabu, 29 Juli 2020 - 21:26 WIB

Udang Pepai Menjanjikan Pengasilan Bagi Nelayan dan Ibu Rumah Tangga di Kuala Tungkal

FOTO : Pengolahan Udang Pepai atau Ebi Oleh Nelayan Kuala Tungkal

FOTO : Pengolahan Udang Pepai atau Ebi Oleh Nelayan Kuala Tungkal

KUALA TUNGKAL – Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi yang memiliki daerah pesisir pantai dan laut.

Hal itu tentunya membuat Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang cukup besar dan menghasilkan.

Salah satunya adalah udang pepai atau udang rebon yang sudah di keringkan dan juga digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan terasi.

BACA JUGA :  Seorang Petani di Tanjabbar Meninggal Setelah Diserang Lebah Liar

Udang rebon salah satu hasil tangkapan laut yang memiliki hasil dengan nilai ekonomis pengembangan usaha ini sudah banyak dilakukan masyarakat nelayan terutama di Kampung nelayan Kuala Tungkal.

Andi, salah seorang nelayan mengatakan, bahwa dirinya hari hari lebih mudah mendapatkan udang papai dari pada ikan.

“Kalau tangkapan ikan di laut berkurang,udang papai ini bisa juga menambah penghasilan hari hari,”ujarnya.

Tetapi dirinya tetap bersyukur karena selain mencari ikan, udang papai juga dapat menambah penghasilannya untuk menghidupi keluarganya.

BACA JUGA :  Saat Nataru, Lokasi Wisata Diminta Mengedepankan Prokes

“Pendapatan dilaut terkadang tidak bisa dipastikan,sehari bisa mendapatkan udang papai, 20 sampai 40 Kilo gram ,tak tentulah tergantung cuaca,” katanya.

Disisi lain, tangkapan udang papai atau udang rebon ini juga sangat membantu ibu rumah tangga untuk meringankan beban suami mereka.

Kambeceng, seorang ibu tangga ini mengatakan, ia sehari hari mengambil upah 2 ribu perkilonya dari mengayak dan menjemur udang papai ini dihamparan penjemuran ditengah teriknya matahari.

BACA JUGA :  Saat Nataru, Lokasi Wisata Diminta Mengedepankan Prokes

“Penghasilan kadang Rp 50 sampai Rp 60 ribu sehari,tak tentulah,tergantung yang membawa udang papai dari laut, jadilah buat bantu penghasilan suami,” kata Rahima, yang suaminya seorang nelayan.

Dia juga menuturkan, walaupun di masa musim corona ini penghasilannya tetap seperti biasa tidak ada perubahan.

“Ya seperti biasanya lah, tidak ada yang menurun,” jawabnya singkat.(Mir)

Share :

Baca Juga

Berita

Trayek Baru Kapal Roro Kuala Tungkal – Batam Diresmikan

Ekonomi

Miskomunikasi, Relokasi Pedagang Pasar Tebing Tinggi Sempat Ricuh

Bisnis

BUMN Hutama Karya Buka Lowongan Kerja, Ini Ragam Posisi Dibutuhkan dan Syaratnya

Ekonomi

Begini Cara Kapolres Tanjabbar Motivasi UMKM Pembuatan Souvenir dan Tas dari Batok Kelapa

Ekonomi

Pasar Kalangan Sungai Saren Ditutup Sementara

Ekonomi

Lebaran 2021, Aktifitas Perahu Tambang Sepi Penyebrangan

Ekonomi

Tingkatkan Ekonomi Sektor Pariwisata, Pemkab Tanjab Barat Jalin Kerjasama dengan UNJA

Advetorial

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Tahun Baru 2020, Wabup Amir Sakib dan Satgas Pangan Turun ke Pasar