YTUBE
Kecamatan Seberang Kota Tuan Rumah MTQ Ke-51 Tingkat Kabupaten HUT KE 11, Pemdes Sungai Papauh Gelar Baksos Sambil Ngetril Terlibat Transaksi Sabu, 2 Pemuda Ditangkap di Gentala Arasy 1 Orang di Tahtul Yaman Fase Grup, Minggu 27 November 2022 Jepang vs Kosta Rika Market Day Perdana, SMPN 2 Kuala Tungkal Persiapkan Enterpreneur Muda

Home / Ekonomi

Senin, 16 Mei 2022 - 13:25 WIB

UMi Bantu Akses Pembiayaan Kelompok Rentang di Balik Usaha Mikro

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah. FOTO : TANGKAPAN LAYAR

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah. FOTO : TANGKAPAN LAYAR

JAKARTA – Selama pandemi Covid-19, perempuan dan remaja serta usaha mikro menjadi kelompok yang lebih rentan secara finansial.
Perempuan cenderung bekerja pada sektor informal serta memiliki akses yang lebih sedikit atas perlindungan sosial.

Sementara itu, bagi kaum muda, pandemi Covid-19 telah menghancurkan pekerjaan mereka, menghilangkan produktivitas, serta menurunkan pendapatan.
Kemudian, banyak UMKM yang mengalami kesulitan dalam mengakses sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

UMKM memainkan peran penting dalam penciptaan lapangan kerja, investasi, inovasi serta pertumbuhan ekonomi global. Mereka mencakup sekitar 90 persen bisnis dan lebih dari 50 persen lapangan kerja di seluruh dunia.

Oleh karena itu, keberhasilan UMKM sangat penting bagi pemulihan ekonomi dunia di saat krisis.
Melihat hal ini, pemerintah untuk memastikan bahwa kelompok yang paling rentan dan kurang terlayani dapat memiliki akses ke layanan keuangan yang bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Sopir Tembak Angkutan Batu Bara Ditangkap Polisi

Kemajuan teknologi digital dan pendekatan inovatif berpotensi memperluas akses keuangan sehingga mereka dapat bertahan dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19.

Kondisi ini juga terkait dengan inklusi keuangan yang menjadi entry point dalam membuka peluang menuju inklusi ekonomi.

Ketika semua orang memiliki akses dan dapat berpartisipasi dalam ekonomi, pertumbuhan global yang berkelanjutan dan inklusif dapat tercapai.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah menyampaikan pengalaman PIP terkait dengan usaha untuk mempromosikan inklusi keuangan pada masyarakat yang nonbankable, khususnya terhadap kaum perempuan dalam “International Seminar on Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth”.

BACA JUGA :  Polda Jambi Berangkatkan 3 Truk Bantuan Kemanusiaan Sembako, Obat-Obatan dan Perlengkapan Ibadah Untuk Korban Gempa Cianjur

Seminar ini adalah side event dari working group G20 yaitu Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI). Tema ini mencerminkan prioritas Presidensi G20 Indonesia pada agenda keuangan inklusif, terutama bagi kelompok rentan dan kurang terlayani. Seminar ini diadakan pada 11 Mei 2022, yang dilakukan secara hybrid.

Ririn menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan telah meluncurkan Program UMi pada tahun 2017, yang dikelola oleh Badan Layanan Umum bernama Pusat Investasi Pemerintah.

Program UMi dirancang untuk memberikan pinjaman mikro yang dapat dengan mudah dan cepat diakses melalui Lembaga Keuangan Non-Bank.

“Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi usaha mikro, termasuk perempuan, pemuda, maupun usaha rintisan mikro, untuk mendapatkan dukungan keuangan sehingga dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi masyarakat,” paparnya. [Lanjut Halaman Berikutnya].

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Rapat Bersama Komite IV DPR RI dan Gubernur, Amir Sakib Sampaikan Ini Untuk UMKM Tanjab Barat

Ekonomi

Bupati Tanjab Barat Monitoring Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Menyambut Ramadhan

Ekonomi

Ultimate Winter Driving Tips

Ekonomi

Tingkatkan Ekonomi Sektor Pariwisata, Pemkab Tanjab Barat Jalin Kerjasama dengan UNJA

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Safrial Resmikan Pasar Kuliner Ramadhan

Ekonomi

Anwar Sadat Minta OPD Tindaklanjuti Penawaran Kerjasama BSI

Ekonomi

Mendekati Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Kuala Tungkal Merangkak Naik

Ekonomi

Pedagang Parit Satu Masih Enggan Pindah Dengan Alasan Ini, Begini Sikap Perindag