JAMBI — Menghadapi ancaman musim kemarau yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bergerak cepat mengonsolidasikan seluruh lini pertahanan daerah. Brigjen TNI Nyamin memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi di Ruang Posko Penanggulangan Bencana Karhutla, Makorem 042/Gapu, Selasa (18/8/2026).
Langkah taktis ini diambil untuk memperketat kesiapsiagaan dan menyatukan ritme kerja antarinstansi. Mengingat, wilayah Jambi kini mulai memasuki periode krusial di mana titik api bisa muncul kapan saja akibat cuaca kering.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh pemangku kebijakan kunci, di antaranya Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Karo Ops Polda Jambi, serta jajaran perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari tingkat Provinsi Jambi maupun Kabupaten Muaro Jambi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi Pemetaan dan Kekuatan Personel
Dalam diskusi intensif tersebut, seluruh peserta rakor memetakan ulang kondisi riil di lapangan. Pembahasan berfokus pada visualisasi titik panas (hotspot) terbaru, zonasi wilayah rawan, hingga pengecekan ulang kesiapan personel fisik dan armada sarana-prasarana (sarpras). Pemerintah daerah dan aparat keamanan memastikan sistem deteksi dini siap merespons secara real-time jika ditemukan indikasi kepulan asap.
Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pemadaman adalah kecepatan bertindak dan hilangnya ego sektoral antarlembaga.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita butuh kerja totalitas dan gotong royong. Semua unsur harus memperkuat deteksi dini, memperluas jangkauan patroli, dan langsung bergerak memadamkan api begitu ada laporan masuk, sekecil apa pun itu,” ujar Brigjen TNI Nyamin dengan tegas.
Fokus Ganda: Pencegahan Udara-Darat dan Sanksi Tegas
Selain menyiapkan skenario pemadaman cepat, rakor ini menggarisbawahi pentingnya edukasi preventif ke masyarakat akar rumput. Pengawasan di wilayah-wilayah gambut dan rawan akan ditingkatkan, dibarengi dengan komitmen penegakan hukum yang tegas terhadap oknum atau korporasi yang masih nekat membuka lahan dengan cara membakar.
Melalui rakor komprehensif ini, Provinsi Jambi melahirkan cetak biru tindakan yang cepat, efektif, dan terpadu. Target utamanya jelas: menekan potensi kebakaran seminimal mungkin guna melindungi kesehatan masyarakat dari kabut asap, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan aktivitas ekonomi dan jalur transportasi udara tetap berjalan normal.
Strategi penguatan koordinasi di Jambi ini sekaligus menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung penuh kebijakan penanganan Karhutla yang digariskan secara nasional.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Penrem 042/Gapu













Komentar