KUALA TUNGKAL – Seorang petani berinisial S (44), warga asal Kabupaten Batanghari, diduga menjadi korban penembakan saat hendak memanen kelapa sawit di kawasan perkebunan RT 07 Jalan Simpang Abadi Lama, Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Rabu (30/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di tengah aktivitas korban bersama anaknya dan dua orang pekerja yang datang ke lokasi untuk memanen buah kelapa sawit. Korban diketahui berada di kawasan perkebunan sejak sekitar pukul 07.00 WIB.
Sekitar pukul 10.00 WIB, korban disebut mendengar suara sepeda motor berhenti di sekitar ujung jalan. Saat keluar untuk melihat, korban diduga bertemu dengan dua pria yang tidak dikenalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan korban, situasi kemudian berubah menjadi tegang. Ia mengaku diduga ditembak sebanyak dua kali dari jarak dekat hingga mengalami luka pada bagian paha dan bokong.
Korban juga menyebut senjata api sempat diarahkan kepadanya setelah penembakan. Dalam keterangannya, korban menduga aksi tersebut berkaitan dengan persoalan sengketa lahan yang melibatkan kelompok tani Hijau Permata.
Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Raden Mattaher Jambi.
Selain menceritakan kronologi penembakan, korban juga menyebut adanya seseorang yang diduga memberikan perintah kepada pelaku. Sosok tersebut disebut dengan nama “Pak Aji”. Namun, keterangan mengenai identitas pelaku, pihak yang diduga terlibat, motif, maupun hubungan peristiwa tersebut dengan sengketa lahan masih memerlukan pendalaman aparat penegak hukum.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Tanjung Jabung Barat dan ditangani sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan. Aparat kepolisian melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan korban dan saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pelaku serta senjata yang diduga digunakan.
Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan petani yang beraktivitas di kawasan perkebunan Desa Terjun Gajah.
“Peristiwa ini tentu membuat warga dan para petani sawit di Desa Terjun Gajah merasa cemas untuk pergi ke kebun. Kami berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap kasus ini agar situasi kembali kondusif,” ujar salah satu warga Betara.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi mengenai pelaku, motif penembakan, dugaan keterkaitan dengan sengketa lahan, serta sosok yang disebut “Pak Aji” masih merupakan keterangan yang perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan kepolisian. Hak jawab dan hak koreksi terbuka bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan.
Penulis : LT/BS
Sumber Berita: Lintastungkal


















Komentar