BNPB: 1.170 Jiwa Terdampak Banjir Padang, 63 Hektare Terbakar di Merauke, Banjir dan Longsor Terjang Aceh

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Hujan berintensitas tinggi memicu luapan lumpur dan tumpukan material kayu yang merusak permukiman warga serta memutus sejumlah akses transportasi utama. (Foto: Sumber BPBD Kabupaten Gayo Lues)

Kondisi wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Hujan berintensitas tinggi memicu luapan lumpur dan tumpukan material kayu yang merusak permukiman warga serta memutus sejumlah akses transportasi utama. (Foto: Sumber BPBD Kabupaten Gayo Lues)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana melanda sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WIB, bencana tersebut meliputi banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, serta banjir yang masih merendam permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat.

Dampak bencana meliputi warga terdampak dan mengungsi, kerusakan rumah serta infrastruktur, hingga terhambatnya akses transportasi. Penanganan darurat dan pendataan di sejumlah lokasi masih berlangsung.

Banjir dan Longsor Ganggu Akses Jalan di Aceh

Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, banjir dan tanah longsor terjadi pada Jumat (9/10) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kejadian ini berdampak pada Kecamatan Blangkejeren dan Dabun Gelang, termasuk Desa Kala Pinang, Desa Leme, dan Desa Kendawi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan sementara mencatat satu kepala keluarga terdampak. Selain itu, satu rumah dan satu jembatan dilaporkan terdampak, sedangkan kerusakan lahan persawahan dan tiga akses jalan masih dalam pendataan.

Jalan Nasional lintas Blangkejeren–Takengon ditutup total akibat tertimbun material longsor. BPBD Kabupaten Gayo Lues bersama instansi terkait mengerahkan alat berat jenis ekskavator untuk membantu membersihkan material.

Hingga Sabtu (10/10), air dilaporkan telah surut. Namun, pembersihan sisa material banjir dan longsor masih berlangsung.

Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara. Hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang memicu banjir dan longsor di Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, dan Babussalam.

Dampak bencana meliputi tertutupnya ruas jalan Kutacane–Blangkejeren oleh material longsor, jebolnya satu tanggul, serta hanyutnya bangunan pengambilan air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara.

BPBD setempat mengerahkan ekskavator untuk membersihkan material yang menutup badan jalan. Meski air dilaporkan surut pada Sabtu (10/10), proses pembersihan masih berlangsung. Data korban dan dampak terhadap masyarakat masih dalam pendataan.

Karhutla di Merauke Capai 63 Hektare

Bergeser ke Papua Selatan, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan melanda 10 distrik di Kabupaten Merauke sejak Jumat (9/10) pukul 18.00 WIT.

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan terbakar di sembilan lokasi yang telah dirinci mencapai sekitar 63 hektare. Sementara itu, luas lahan terbakar di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, masih dalam pendataan. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan.

Sepuluh distrik yang dilaporkan terdampak meliputi Kurik, Nokenjere, Sota, Tanah Miring, Eli Kobel, Muting, Subur, Ilwayab, Ngguti, dan Kaptel.

Kebakaran terjadi di sejumlah kampung dan desa, antara lain Harapan Makmur, Kondo, Sota, Sarmayam Indah, Bumun, Set Agung, Wakai, Wanam, Salam Epe, dan Ihalik.

Data sementara mencatat kebakaran terluas berada di Desa Bumun, Distrik Eli Kobel, dengan perkiraan luas mencapai 20 hektare. Di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, luas lahan terbakar sekitar 9 hektare.

Sementara itu, kebakaran di Kampung Harapan Makmur dan Kampung Salam Epe masing-masing mencapai sekitar 7 hektare. Di Desa Sota dan Desa Sarmayam Indah, luas lahan terbakar masing-masing sekitar 5 hektare. Adapun di Desa Set Agung sekitar 4 hektare, sedangkan Kampung Wakai dan Kampung Ihalik masing-masing sekitar 3 hektare.

Hingga Sabtu (10/10), sejumlah titik api dilaporkan telah padam dan memasuki tahap pendinginan. Kebakaran di Desa Set Agung masih dalam penanganan, sedangkan penanganan di Kampung Wanam dan Kampung Salam Epe dilakukan oleh pihak perusahaan.

Di sisi lain, kebakaran di Kampung Kondo, Kampung Wakai, dan Kampung Ihalik belum dapat ditangani karena lokasi yang jauh dan sulit dijangkau. Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat karhutla tersebut.

Banjir Padang: 498 Jiwa Terdampak, 672 Jiwa Mengungsi

Sementara itu, banjir masih melanda sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat. Hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10) menyebabkan banjir di tiga kecamatan dan enam kelurahan.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Enam kelurahan yang dilaporkan terdampak adalah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.

Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa.

Dari sisi kerusakan, satu rumah dilaporkan rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Sekitar 120 rumah lainnya terdampak banjir. Akses jalan di sekitar PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, juga terputus sehingga menghambat perjalanan menuju wilayah terdampak.

Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi 238 jiwa. Penanganan melibatkan pemerintah daerah, Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, dan masyarakat.

Bantuan kebutuhan dasar turut disalurkan kepada warga terdampak dan pengungsi. Bantuan tersebut meliputi 500 bungkus nasi, 100 selimut, 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur.

Pemerintah Kota Padang bersama unsur terkait juga meninjau kawasan terdampak, termasuk Perumahan Cluster Luminpark. Selain penanganan darurat, perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, menjadi salah satu rekomendasi untuk mendukung pengurangan risiko banjir.

BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

BNPB meminta Pemerintah Daerah mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta mengoptimalkan pendataan. Mengingat cuaca ekstrem, masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor diimbau segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat turun lebih dari satu jam. Sementara untuk wilayah Papua, warga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah perluasan karhutla.

Catatan redaksi: Data merupakan laporan sementara berdasarkan pemutakhiran BNPB hingga Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WIB. Data dampak dan penanganan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: BNPB

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menaker Yassierli: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi Tonggak Era Baru Hukum Kerja Indonesia
Disetujui, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
Sengketa Lahan Taman Raja Belum Tuntas, Wabup Katamso Instruksikan BPN Cek Batas dan Minta Pihak Bersengketa Buka Dokumen
Tok! MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD Gowa, Bupati Husniah Talenrang Terancam Diberhentikan
Kemensos Registrasi Ulang Penerima Bansos Lewat Perlinsos Digital, Baca di Sini Ketentuannya!
Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
Rasio Elektrifikasi Belum 100%, Wabup Tanjab Barat Datangi Kementerian ESDM Demi 25 Desa Ini
Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Umur 73 Tahun
Berita ini 5 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

BNPB: 1.170 Jiwa Terdampak Banjir Padang, 63 Hektare Terbakar di Merauke, Banjir dan Longsor Terjang Aceh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Menaker Yassierli: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi Tonggak Era Baru Hukum Kerja Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Disetujui, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Sengketa Lahan Taman Raja Belum Tuntas, Wabup Katamso Instruksikan BPN Cek Batas dan Minta Pihak Bersengketa Buka Dokumen

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Tok! MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD Gowa, Bupati Husniah Talenrang Terancam Diberhentikan

Berita Terbaru