Dampak bencana meliputi warga terdampak dan mengungsi, kerusakan rumah serta infrastruktur, hingga terhambatnya akses transportasi. Penanganan darurat dan pendataan di sejumlah lokasi masih berlangsung.
Banjir dan Longsor Ganggu Akses Jalan di Aceh
Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, banjir dan tanah longsor terjadi pada Jumat (9/10) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kejadian ini berdampak pada Kecamatan Blangkejeren dan Dabun Gelang, termasuk Desa Kala Pinang, Desa Leme, dan Desa Kendawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan sementara mencatat satu kepala keluarga terdampak. Selain itu, satu rumah dan satu jembatan dilaporkan terdampak, sedangkan kerusakan lahan persawahan dan tiga akses jalan masih dalam pendataan.
Jalan Nasional lintas Blangkejeren–Takengon ditutup total akibat tertimbun material longsor. BPBD Kabupaten Gayo Lues bersama instansi terkait mengerahkan alat berat jenis ekskavator untuk membantu membersihkan material.
Hingga Sabtu (10/10), air dilaporkan telah surut. Namun, pembersihan sisa material banjir dan longsor masih berlangsung.
Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara. Hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang memicu banjir dan longsor di Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, dan Babussalam.
Dampak bencana meliputi tertutupnya ruas jalan Kutacane–Blangkejeren oleh material longsor, jebolnya satu tanggul, serta hanyutnya bangunan pengambilan air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara.
BPBD setempat mengerahkan ekskavator untuk membersihkan material yang menutup badan jalan. Meski air dilaporkan surut pada Sabtu (10/10), proses pembersihan masih berlangsung. Data korban dan dampak terhadap masyarakat masih dalam pendataan.
Karhutla di Merauke Capai 63 Hektare
Bergeser ke Papua Selatan, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan melanda 10 distrik di Kabupaten Merauke sejak Jumat (9/10) pukul 18.00 WIT.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan terbakar di sembilan lokasi yang telah dirinci mencapai sekitar 63 hektare. Sementara itu, luas lahan terbakar di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, masih dalam pendataan. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan.
Sepuluh distrik yang dilaporkan terdampak meliputi Kurik, Nokenjere, Sota, Tanah Miring, Eli Kobel, Muting, Subur, Ilwayab, Ngguti, dan Kaptel.
Kebakaran terjadi di sejumlah kampung dan desa, antara lain Harapan Makmur, Kondo, Sota, Sarmayam Indah, Bumun, Set Agung, Wakai, Wanam, Salam Epe, dan Ihalik.
Data sementara mencatat kebakaran terluas berada di Desa Bumun, Distrik Eli Kobel, dengan perkiraan luas mencapai 20 hektare. Di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, luas lahan terbakar sekitar 9 hektare.
Sementara itu, kebakaran di Kampung Harapan Makmur dan Kampung Salam Epe masing-masing mencapai sekitar 7 hektare. Di Desa Sota dan Desa Sarmayam Indah, luas lahan terbakar masing-masing sekitar 5 hektare. Adapun di Desa Set Agung sekitar 4 hektare, sedangkan Kampung Wakai dan Kampung Ihalik masing-masing sekitar 3 hektare.
Hingga Sabtu (10/10), sejumlah titik api dilaporkan telah padam dan memasuki tahap pendinginan. Kebakaran di Desa Set Agung masih dalam penanganan, sedangkan penanganan di Kampung Wanam dan Kampung Salam Epe dilakukan oleh pihak perusahaan.
Di sisi lain, kebakaran di Kampung Kondo, Kampung Wakai, dan Kampung Ihalik belum dapat ditangani karena lokasi yang jauh dan sulit dijangkau. Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat karhutla tersebut.
Banjir Padang: 498 Jiwa Terdampak, 672 Jiwa Mengungsi
Sementara itu, banjir masih melanda sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat. Hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10) menyebabkan banjir di tiga kecamatan dan enam kelurahan.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Enam kelurahan yang dilaporkan terdampak adalah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa.
Dari sisi kerusakan, satu rumah dilaporkan rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Sekitar 120 rumah lainnya terdampak banjir. Akses jalan di sekitar PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, juga terputus sehingga menghambat perjalanan menuju wilayah terdampak.
Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi 238 jiwa. Penanganan melibatkan pemerintah daerah, Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, dan masyarakat.
Bantuan kebutuhan dasar turut disalurkan kepada warga terdampak dan pengungsi. Bantuan tersebut meliputi 500 bungkus nasi, 100 selimut, 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur.
Pemerintah Kota Padang bersama unsur terkait juga meninjau kawasan terdampak, termasuk Perumahan Cluster Luminpark. Selain penanganan darurat, perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, menjadi salah satu rekomendasi untuk mendukung pengurangan risiko banjir.
BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
BNPB meminta Pemerintah Daerah mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta mengoptimalkan pendataan. Mengingat cuaca ekstrem, masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor diimbau segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat turun lebih dari satu jam. Sementara untuk wilayah Papua, warga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah perluasan karhutla.
Catatan redaksi: Data merupakan laporan sementara berdasarkan pemutakhiran BNPB hingga Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WIB. Data dampak dan penanganan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: BNPB
Halaman : 1 2 Selanjutnya


















Komentar