JAMBI – Menanggapi berulangnya insiden tragis warga yang meninggal dunia di dalam sumur di wilayah Kabupaten Muaro Jambi—terbaru di Desa Kasang Kumpeh, Senin (2/2/2026) dan tragedi mematikan di Perumahan Valencia beberapa waktu lalu (2024) yang menelan 4 korban. Kantor SAR Jambi meminta kewaspadaan dan kehati-atian warga saat membersihkan sumur.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menegaskan bahwa sumur, terutama yang tua atau kering, menyimpan ancaman “Invisible Killer” atau pembunuh tak kasat mata berupa gas beracun (H2S, CO, atau CO2) serta defisit oksigen yang ekstrem.
“Pembersihan atau evakuasi di dalam sumur dianggap sebagai pekerjaan berisiko tinggi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, jika melihat seseorang pingsan di dalam sumur, jangan sekali-kali mencoba turun menolong tanpa alat pelindung diri (masker oksigen/SCBA). Mayoritas korban jiwa jatuh karena niat menolong tanpa peralatan, yang akhirnya justru ikut terjebak dan meninggal dunia.
Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi Emergency Call Basarnas di 115 (Bebas Pulsa) atau Kantor SAR Jambi di WA +62851 7698 9115.
SAR Jambi kata dia, memiliki personel yang tersertifikasi Confined Space Rescue (CSR) dan peralatan mountaineering lengkap untuk penanganan ruang terbatas.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada dan tidak meremehkan risiko saat beraktivitas di sekitar sumur. Keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama. Jangan biarkan sumur Anda menjadi lokasi tragedi berikutnya,” tegas Adah Sudarsa.**
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal






