indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Samsat Muaro Jambi Kembali Berlakukan Pemutihan Pajak Kemdaraan Bermotor Vaksin Covid-19 Boleh Diberikan 2 Minggu Pasca Pemberian BIAS Dandim 0419/Tanjab Apresiasi Petani Cabai Merah di Lubuk Terentang Karena Lakukan Ini Pantau Vaksinasi Anak, Danrem 042/Gapu : Capaian Vaksinasi di Tebo Luar Biasa Kecamatan Senyerang Targetkan 2.585 Anak Tervaksinasi

Home / Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:49 WIB

BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem La Nina

Ilustrasi. BMKG memperingatkan warga agar waspada dengan cuaca eksterm La Nina yang akan melanda Indonesia pada November hingga Februari. (FOTO : Gatra)

Ilustrasi. BMKG memperingatkan warga agar waspada dengan cuaca eksterm La Nina yang akan melanda Indonesia pada November hingga Februari. (FOTO : Gatra)

JAMBI – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkap fenomena badai La Nina akan memasuki Indonesia pada November 2021 hingga Februari 2022, maka dari itu masyarakat diimbau untuk waspada menghadapi cuaca ekstrem.

“Kita harus segera bersiap untuk menghadapi adanya atau datangnya La Nina seperti tahun lalu, yaitu La Nina menjelang akhir tahun ini yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat atau sedang seperti tahun lalu setidaknya hingga Februari 2022,” kata Dwikorita dalam acara virtual, Senin (18/10/21).

La Nina merupakan sebuah fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi. La Nina yang berarti ‘Gadis Kecil’ dalam bahasa Spanyol, terjadi karena temperatur permukaan laut selatan dan laut Pasifik di sekitar utara Australia, New Guinea, dan kepulauan Indonesia.

BACA JUGA :  Final Gubernur Cup Jambi 2022, Kota Jambi vs Muaro Jambi

Dwikorita mengatakan berdasarkan pemantauan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menunjukkan bahwa saat ini telah terjadi anomali suhu muka air laut, nilai anomali tersebut lalu dibandingkan antara samudera pasifik bagian tengah dan timur dengan wilayah perairan Indonesia.

“Dan saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0,61 yang harusnya ambang batasnya adalah -0,5,” ujar Dwikorita.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi La Nina tahun ini akan memiliki dampak yang relatif sama dengan tahun sebelumnya, dengan diikuti berbagai bencana hidrometeorologi secara tak tentu di sejumlah wilayah yang terdampak.

BACA JUGA :  Live Streaming Semifinal Muaro Jambi vs Merangin

Pada La Nina 2020, Dwikorita menjelaskan hasil kajian BMKG menunjukkan curah hujan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia pada November, Desember, dan Januari terutama di daerah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan.

Peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20 hingga 70 persen dari ambang batas normal.

Dengan adanya potensi meningkatnya curah hujan pada periode musim hujan ini, maka BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi seperti longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun terjadinya badai tropis.(cnn)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Nasional

Menurut KSP, Tiga Lembaga Ini Termasuk yang akan Dibubarkan Jokowi

Nasional

Ini 18 Calon Anggota Dewan Pers Periode 2022-2025 dari 3 Unsur Perwakilan        

Nasional

Haornas ke-38, KETUM PWI Pusat Atal S Depari Terima Penghargaan Anugerah Olahraga

Nasional

OTT Bupati Nganjuk Diduga Korupsi Lelang Jabatan

Berita

Akhiri Tugas Mulia, Dansatgas Pamtas Yonif R 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin Pamitan dengan Bupati dan Wakil Bupati Belu

Nasional

3 Prajurit TNI AD, AL dan AU Terima Anugerah Bintang Militer dari Presiden

Nasional

Diskon Listrik Kembali Diperpanjang, Ini Rinciannya

Nasional

Sebayak 2.284 Orang Dilatih Jadi Tracer COVID-19