YTUBE
Program Kerja Kadis Dikbud Muaro Jambi, Urutan 2 Bikin Repot Guru Punya Kebiasan Ini Ini Pesan Penting Danrem 042/Gapu Saat Apel Gabungan, Prajurit Harus Tahu Calon Kades se Kecamatan Senyerang Nyatakan Sikap Deklarasi Pilkades Damai Pengamanan Pilkades Serentak 2022, Panitia Diminta Laksanakan Sesuai Protap Klasemen Sementara Liga Santri Piala Kasad 2022 di Provinsi Jambi

Home / Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:49 WIB

BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem La Nina

Ilustrasi. BMKG memperingatkan warga agar waspada dengan cuaca eksterm La Nina yang akan melanda Indonesia pada November hingga Februari. (FOTO : Gatra)

Ilustrasi. BMKG memperingatkan warga agar waspada dengan cuaca eksterm La Nina yang akan melanda Indonesia pada November hingga Februari. (FOTO : Gatra)

JAMBI – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkap fenomena badai La Nina akan memasuki Indonesia pada November 2021 hingga Februari 2022, maka dari itu masyarakat diimbau untuk waspada menghadapi cuaca ekstrem.

“Kita harus segera bersiap untuk menghadapi adanya atau datangnya La Nina seperti tahun lalu, yaitu La Nina menjelang akhir tahun ini yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat atau sedang seperti tahun lalu setidaknya hingga Februari 2022,” kata Dwikorita dalam acara virtual, Senin (18/10/21).

La Nina merupakan sebuah fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi. La Nina yang berarti ‘Gadis Kecil’ dalam bahasa Spanyol, terjadi karena temperatur permukaan laut selatan dan laut Pasifik di sekitar utara Australia, New Guinea, dan kepulauan Indonesia.

BACA JUGA :  Komisi III DPR RI Reses di Provinsi Jambi Dalam Masa Persidangan V Tahun 2021-2022

Dwikorita mengatakan berdasarkan pemantauan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menunjukkan bahwa saat ini telah terjadi anomali suhu muka air laut, nilai anomali tersebut lalu dibandingkan antara samudera pasifik bagian tengah dan timur dengan wilayah perairan Indonesia.

“Dan saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0,61 yang harusnya ambang batasnya adalah -0,5,” ujar Dwikorita.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi La Nina tahun ini akan memiliki dampak yang relatif sama dengan tahun sebelumnya, dengan diikuti berbagai bencana hidrometeorologi secara tak tentu di sejumlah wilayah yang terdampak.

BACA JUGA :  Diusulkan Menerima Remisi HUT RI ke-77, Tiga WBP Dinyatakan Bebas

Pada La Nina 2020, Dwikorita menjelaskan hasil kajian BMKG menunjukkan curah hujan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia pada November, Desember, dan Januari terutama di daerah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan.

Peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20 hingga 70 persen dari ambang batas normal.

Dengan adanya potensi meningkatnya curah hujan pada periode musim hujan ini, maka BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi seperti longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun terjadinya badai tropis.(cnn)

Share :

Baca Juga

Pilkada

Petahana yang Maju Pilkada 2020 Harus Cuti Selama 71 Hari

Nasional

Prajurit Satgasmar Ambalat Bantu Pembangunan Mushola Desa Tanjung Aru

Nasional

Hari Pertama SKD CPNS Tanjabbar, 78 Peserta Dipastikan Gugur

Nasional

Bupati Kolaka Timur Disebut Terjaring OTT KPK

Nasional

Honorer K2 Ancam Demo Besar-besaran Terkait SE Penghapusan Honorer

Nasional

DPR dan Pemrintah Sepakat Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

Nasional

Akhirnya Rekrutmen Guru Honorer Jadi ASN PPPK 2021 Resmi Dibuka

Nasional

Ini 28 Nama Lolos Calon Anggota KPU dan 20 Calaon Anggota Bawaslu 2022-2027