LIVE TV
Warga Parit Bilal Tangkap Buaya Sepanjang 2,5 Meter Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Wabup Temukan Banyak Absen ASN Bolong Bupati dan Pj Gubernur Tinjau Balai Adat dan Pos Pelayanan Ops Ketupat di Terminal Pembengis Wabup Hairan Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pos Penyekatan Mudik Perbatasan Jambi-Riau di Batang Asam Danrem 042/Gapu Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pos Penyekatan Jambi-Riau

Home / Berita / Pilihan Editor

Kamis, 28 Mei 2020 - 16:24 WIB

BPBD ; 7 Kecamatan Di Tanjabbar Rawan Karhutla

Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, M.AP

Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, M.AP

KUALA TUNGKAL – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Propinsi Jambi, memprediksikan jika puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juni, Juli hingga Agustus 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, M.AP. Ia menyebutkan bahwa musim kemarau di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diprediksikan terjadi pada bulan Juni mendatang.

“Prediksi yang kita terima dari BMKG, musim kemarau akan mulai terjadi bulan Juni mendatang,” sebut Zulfikri di Kuala Tungkal, Selasa (26/05/20).

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Lebaran Idul Fitri, Rumah Warga di Parit Arman Terbakar

Ia menyebutkan bahwa di Kabupaten Tanjabbar sendiri dari 13 Kecamatan. Ada 7 Kecamatan yang rawan akan bencana kebakaran dan lahan (Karhutla).

7 Kecamatan rawan Karhutla tersebut yakni, Kecamatan Betara, Kuala Betara, Bram Itam, Pengabuan, Senyerang, Tebing Tinggi dan Kecamatan Batang Asam.

“Di Kecamatan Betara ada 8 desa, Kuala Betara 2 desa, Bram Itam 2 desa, Pengabuan 4 desa, senyerang 3 desa, Tebingtinggi 3 desa dan Batang Asam 7 desa.” Kata Zulkifli.

Menurutnya bahwa, di 7 Kecamatan ini merupakan wilayah yang selama ini berpotensi terjadi Karhutla.

BACA JUGA :  Diskon Tagihan Listrik PLN 50-25 % Berlaku Hingga Juni 2021

“Wilayah kita ini merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar, buktinya pada tahun 2019 lalu ada 88 kejadian dengan lahan yang terbakar mencapai 570 hektar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Mantan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan ini, maka pentingnya persiapan SDM dan peralatan dengan melibatkan pihak BPBD, Kodim, Polres, dinas terkait dan juga masing-masing perusahaan.

“Semua yang terlibat harus mempersiapkan peralatan nya jika nantinya terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

TNI Dirikan Tenda Pengungsian dan Yankes Untuk Korban Gempa di Mamuju

Berita

Kapolres Kunjungi Pasien Covid-19 yang Tengah Isolasi di Gedung Balai Adat

Pilihan Editor

Meriahkan HUT RI, Polres Tanjabbar Gelar Lomba Menjahit Masker Merah Putih

Berita

Kodam II/Sriwijaya Berangkatkan 126 Personel Satgas BKO Apter ke Wilayah Indonesia Timur

Advetorial

Kapolres Tanjab Barat Pimpin Langsung Upacara Pemakaman Wakapolres Henri A Batubara Di Palembang

Berita

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Malam Pengumuman Kelulusan SMA, TNI-Polri di Jambi Gelar Patroli Bersama

Berita

Pendaftaran PPK Tanjabbar Resmi Ditutup, 83 Perempuan Ikut Mendaftar

Berita

Kapolres Tanjabbar dan OKP Keliling Pasar Bagikan Masker Sehat Produksi Penjahit Lokal