LIVE
Wijaya Hamzah, Atlet Taekwondo Asal Merangin Wakili Jambi di PON Papua 2021 Tujuh Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia 117 Kg Sabu Diringkus Pangdam II/Sriwijaya Kunjungi Kodim 0417/Kerinci Penembakan Terhadap Tokoh Agama Kembali Terjadi di Tangerang Spanduk Pengetatan Masuk Kota Kuala Tungkal Terpasang, Ini Penjelasan Kapolres

Home / Berita / Pilihan Editor

Kamis, 28 Mei 2020 - 16:24 WIB

BPBD ; 7 Kecamatan Di Tanjabbar Rawan Karhutla

Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, M.AP

Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, M.AP

KUALA TUNGKAL – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Propinsi Jambi, memprediksikan jika puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juni, Juli hingga Agustus 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, M.AP. Ia menyebutkan bahwa musim kemarau di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diprediksikan terjadi pada bulan Juni mendatang.

“Prediksi yang kita terima dari BMKG, musim kemarau akan mulai terjadi bulan Juni mendatang,” sebut Zulfikri di Kuala Tungkal, Selasa (26/05/20).

BACA JUGA :  Hairan, Pemkab Targetkan 40 Hingga 50 % Masyarakat Sudah Divaksin Sebelum Pelaksanaan MTQ

Ia menyebutkan bahwa di Kabupaten Tanjabbar sendiri dari 13 Kecamatan. Ada 7 Kecamatan yang rawan akan bencana kebakaran dan lahan (Karhutla).

7 Kecamatan rawan Karhutla tersebut yakni, Kecamatan Betara, Kuala Betara, Bram Itam, Pengabuan, Senyerang, Tebing Tinggi dan Kecamatan Batang Asam.

BACA JUGA :  Dansatgas TMMD ke-112 Kodim 1002/HST Tinjau Perbaikan Jembatan

“Di Kecamatan Betara ada 8 desa, Kuala Betara 2 desa, Bram Itam 2 desa, Pengabuan 4 desa, senyerang 3 desa, Tebingtinggi 3 desa dan Batang Asam 7 desa.” Kata Zulkifli.

Menurutnya bahwa, di 7 Kecamatan ini merupakan wilayah yang selama ini berpotensi terjadi Karhutla.

“Wilayah kita ini merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar, buktinya pada tahun 2019 lalu ada 88 kejadian dengan lahan yang terbakar mencapai 570 hektar.

BACA JUGA :  Roadshow Supervisi dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK di Desa Kelagian dan Talang Makmur

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Mantan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan ini, maka pentingnya persiapan SDM dan peralatan dengan melibatkan pihak BPBD, Kodim, Polres, dinas terkait dan juga masing-masing perusahaan.

“Semua yang terlibat harus mempersiapkan peralatan nya jika nantinya terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Danrem 042/Gapu Silaturrahmi Dengan Warga Kampung Laut

Berita

Jadwal Tes SKD CPNS 2019 Akan Diumumkan Besok

Pilihan Editor

PDBI Gita Bersama Tanjabbar Boyong 10 Piala Kejuaraan Minang Marching Band Competition ke 8 di Padang

Berita

Kapolres Tanjabbar Ajak Masyarakat Jadi Mitra Dalam Menjaga Situasi Kamtibmas

Berita

Jelang Idul Adha Penumpang di Pelabuhan Kuala Tungkal Meningkat

Berita

Johansyah Doakan Jubir GTPP Covid-19 Tanjab Barat Cepat Sembuh

Berita

BNN Tembak 2 Bandar Narkoba di Pulau Pandan, Salah Satunya Warga Tanjabbar

Berita

Kapolres Tanjab Barat Besuk KH. Abd Halim Kasim di RS Siloam Jambi