SURABAYA – Direktur RSUD Dr. Soetomo memberikan pandangan baru yang menenangkan bagi para lansia dan keluarga mereka. Beliau menegaskan bahwa banyak keluhan kesehatan yang selama ini dianggap sebagai penyakit serius, sebenarnya hanyalah bagian dari proses penuaan biologis yang wajar.
“Banyak orang tua hidup dalam ketakutan karena menganggap perubahan tubuh mereka sebagai ancaman medis. Padahal, itu adalah cara tubuh beradaptasi dengan usia,” ungkapnya.
Berikut adalah poin-poin penting untuk memahami masa tua dengan lebih bijak:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Lupa Wajar vs. Penyakit Saraf
Sering lupa menaruh kunci bukan berarti Anda menderita Alzheimer atau demensia. Pada lansia, otak mengalami penuaan fungsi, bukan kerusakan. Selama Anda masih bisa beraktivitas mandiri, itu adalah mekanisme pelindung otak yang normal.
2. Tubuh Terasa Lambat? Bergeraklah!
Jalan yang mulai melambat atau kaki yang terasa kurang stabil bukanlah tanda kelumpuhan, melainkan penurunan massa otot alami. Solusinya bukan obat-obatan, melainkan tetap aktif bergerak, rutin berjalan kaki, dan melatih otot secara ringan setiap hari.
3. Tidur Tak Nyenyak Bukan Berarti Insomnia
Struktur tidur lansia memang berubah. Jangan terburu-buru mengonsumsi obat tidur karena berisiko memicu gangguan kognitif dan risiko jatuh. “Obat tidur terbaik adalah sinar matahari pagi, menjaga rutinitas, dan tetap aktif di siang hari,” tambahnya.
4. Nyeri Badan Tak Selalu Rematik
Rasa pegal atau sakit di seluruh tubuh sering kali merupakan hasil dari sensitivitas saraf yang meningkat, bukan selalu karena radang sendi. Alih-alih pereda nyeri kimiawi, cobalah terapi hangat, rendam kaki, atau pijat ringan untuk merilekskan tubuh.
5. Standar Kesehatan yang Lebih “Longgar”
Menariknya, standar kesehatan lansia berbeda dengan anak muda.
- Kolesterol: Sedikit lebih tinggi pada lansia justru baik untuk pembentukan hormon dan membran sel.
- Tekanan Darah: Batas aman lansia lebih fleksibel, yakni di kisaran 150/90 mmHg. Jangan panik jika angka tidak serendah anak muda.
Pesan untuk Keluarga: Kasih Sayang adalah Obat Terbaik
Direktur RSUD Dr. Soetomo menutup dengan pesan yang sangat menyentuh bagi anak dan cucu. Penuaan bukan hanya soal medis, tapi soal kualitas hidup.
“Orang tua tidak selalu butuh resep dokter. Kadang, mereka hanya butuh tangan untuk digandeng saat jalan sore, teman makan bersama, dan telinga yang siap mendengarkan cerita mereka.”
Kesimpulan:
Penuaan bukan kegagalan, melainkan jalan alami kehidupan. Jangan biarkan ketakutan akan penyakit merampas kebahagiaan di masa tua. Tetap aktif, tetap semangat, dan hargai setiap kerutan sebagai tanda kebijakan.
Penuaan adalah anugerah, bukan kegagalan fungsi. Mari hadapi dengan tenang dan tetap produktif.
Penulis : Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal






