Perluas Pasar Sawit di Pakistan, Dubes RI dan CPOPC Bangun Sinergi Strategis di Karachi

Lintas Tungkal

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perluas Pasar Sawit di Pakistan, Dubes RI dan CPOPC Bangun Sinergi Strategis di Karachi. FOTO : Kemenlu RI

Perluas Pasar Sawit di Pakistan, Dubes RI dan CPOPC Bangun Sinergi Strategis di Karachi. FOTO : Kemenlu RI

KARACHI (12 Januari 2026) – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi melaporkan langkah baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, didampingi Konsul Jenderal RI Karachi, Mudzakir, menerima kunjungan resmi Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Izzana Salleh, pada Senin (12/1).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor KJRI Karachi ini bertujuan menyelaraskan visi antara pemerintah dan organisasi produsen sawit global untuk mengamankan pasar Indonesia di Pakistan. Momen ini bertepatan dengan penyelenggaraan Pakistan Edible Oil Conference (PEOC), forum industri minyak nabati paling bergengsi di kawasan tersebut.

Pakistan sebagai Mitra Strategis
Dubes Chandra W. Sukotjo menegaskan bahwa Pakistan bukan sekadar pasar ekspor, melainkan mitra dagang strategis yang memiliki ketergantungan positif terhadap minyak nabati Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sinergi antara CPOPC dan Perwakilan RI adalah kunci untuk menghadapi tantangan global, termasuk narasi negatif terhadap industri sawit. Kita harus memastikan mitra internasional mendapatkan informasi yang seimbang, berbasis data, dan transparan mengenai komitmen keberlanjutan Indonesia,” ujar Dubes Chandra.

Jembatan bagi Pelaku Industri
Senada dengan Dubes RI, Konjen RI Karachi, Mudzakir, menyatakan kesiapan penuh KJRI untuk menjadi jembatan bagi para pelaku usaha. KJRI berkomitmen memfasilitasi dialog dengan pemerintah Pakistan, asosiasi industri, dan importir utama guna menjaga posisi Indonesia sebagai pemasok utama minyak goreng dan produk turunannya.

Sementara itu, Sekjen CPOPC, Izzana Salleh, mengapresiasi dukungan aktif dari perwakilan diplomatik Indonesia. Kehadiran CPOPC di ajang PEOC bertujuan memperkuat advokasi sawit berkelanjutan (sustainable palm oil) dan membuka peluang kerja sama teknis yang lebih luas antara negara produsen dan konsumen.

Dampak bagi Ekonomi Nasional
Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peta jalan baru untuk promosi yang lebih agresif di Pakistan. Mengingat tingginya konsumsi domestik Pakistan terhadap minyak sawit, penguatan hubungan ini diproyeksikan akan berdampak signifikan pada:

  1. Peningkatan neraca perdagangan Indonesia.
  2. Peningkatan kesejahteraan jutaan petani sawit di tanah air.
  3. Penguatan citra Indonesia sebagai produsen sawit yang menerapkan standar lingkungan ketat.

Melalui sinergi ini, Indonesia konsisten membawa misi sebagai mitra penyedia minyak sawit yang berkelanjutan demi masa depan global.**

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Siaran Pers Kemenlu RI

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga
Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?
Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal
Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat
Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
Ramadhan di Depan Mata! Sekdak ke Pasar, Wabup Tanjab Barat Soroti Kenaikan Harga Ayam dan Cabai
Dari Kampung Baru ke Panggung Dunia: Griya Kain Solo Gebrak INACRAFT 2026, Pertamina Cetak Transaksi UMKM Rp10,4 Miliar
Analisis Dampak: OTT Kemenkeu & Respon Menkeu Purbaya Terhadap Kepercayaan Pasar dan Investor
Berita ini 45 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:13 WIB

8.389 PHK dalam Tiga Bulan: Saatnya Indonesia Membicarakan Kembali Soal Perlindungan Keluarga

Sabtu, 11 April 2026 - 01:14 WIB

Tanjab Barat Kejar PAD, Berapa Kontribusi Sektor Tenaga Kerja Asing?

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal

Senin, 6 April 2026 - 17:03 WIB

Purbaya: APBN Maret 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Diakselerasi untuk Rakyat

Rabu, 1 April 2026 - 18:57 WIB

Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

Berita Terbaru