Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Mangrove Pangkal Babu, sebuah destinasi ekowisata yang terletak di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

Wisata Mangrove Pangkal Babu, sebuah destinasi ekowisata yang terletak di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

KUALA TUNGKAL – Kawasan Mangrove Pangkal Babu kembali menjadi panggung bagi janji-janji pelestarian lingkungan. Pada Selasa (5/5/2026), Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, mendampingi Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan RI untuk meninjau langsung kawasan pesisir Desa Tungkal I tersebut. Namun, di balik apresiasi dan senyuman seremonial yang saling dilemparkan, publik kini menanti apakah kunjungan ini akan membawa perubahan konkret atau hanya berakhir sebagai rutinitas birokrasi tahunan.

Kunjungan ini dilakukan untuk memverifikasi Proposal Usulan Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan demi Ketahanan Pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kedatangan pejabat tinggi kementerian, termasuk Staf Ahli Menteri Fahrizal Fitri dan Novia Widyaningtyas, disambut hangat oleh pemerintah daerah. Namun, kehangatan tersebut tidak boleh mengaburkan urgensi masalah yang sebenarnya dihadapi oleh pesisir Tanjab Barat: ancaman abrasi yang kian nyata dan lambatnya realisasi program pemulihan lingkungan.

Menanti Bukti di Balik Seremonial: Usulan Mangrove Pangkal Babu Jangan Sekadar Jadi Proyek di Atas Kertas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso secara tersirat menunjukkan adanya ketergantungan yang tinggi terhadap intervensi pemerintah pusat. Ia berharap sinergi ini segera membuahkan hasil nyata demi memperkuat pertahanan pesisir.

“Harapan kami, program pengembangan mangrove ini dapat segera terealisasi,” ujar Wabup.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa tanpa adanya kucuran dana dan kebijakan tegas dari Jakarta, pemerintah daerah tampaknya masih tertatih-tatih dalam mengelola kawasan strategis tersebut sendirian.

Di sisi lain, Staf Ahli Menteri, Fahrizal Fitri, menyatakan dukungannya secara penuh dan berjanji akan segera menerbitkan keputusan dalam waktu dekat. Bagi masyarakat pesisir Tanjab Barat, janji seperti ini bukanlah hal baru. Keberhasilan verifikasi lapangan ini baru bisa diakui jika regulasi dan anggaran yang diturunkan benar-benar menyentuh akar permasalahan di lapangan, bukan sekadar tertahan di meja administrasi.

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menggugat Logika PPPK PW: Jika Gaji Ditanggung APBN, Kenapa Tidak Jadikan PPPK Penuh Waktu atau PNS Sekalian, Beban Kerja Sama!
Ini Daftar 8 Kali Berturut-turut Capaian Opini WTP Tanjab Barat
Menata Ulang Manajemen Penambang Perahu Teluk Sialang: Menghapus Bara Konflik di Atas Air
Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan
Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir
Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh
Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?
Editorial: Soal Ketahanan Pangan, Kenapa yang Ditanam Jagung Bukan Padi?
Berita ini 84 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:57 WIB

Menggugat Logika PPPK PW: Jika Gaji Ditanggung APBN, Kenapa Tidak Jadikan PPPK Penuh Waktu atau PNS Sekalian, Beban Kerja Sama!

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:26 WIB

Ini Daftar 8 Kali Berturut-turut Capaian Opini WTP Tanjab Barat

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:46 WIB

Menata Ulang Manajemen Penambang Perahu Teluk Sialang: Menghapus Bara Konflik di Atas Air

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:39 WIB

Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:26 WIB

Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?

Berita Terbaru