Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Mangrove Pangkal Babu, sebuah destinasi ekowisata yang terletak di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

Wisata Mangrove Pangkal Babu, sebuah destinasi ekowisata yang terletak di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

Tantangan Nyata yang Terabaikan

Proposal yang diajukan mencakup tiga poin utama:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Penguatan kebijakan dan kelembagaan.
  2. Rehabilitasi lanskap mangrove.
  3. Peningkatan mata pencaharian masyarakat lokal.

Ketiga poin ini terdengar ideal, namun implementasinya di lapangan kerap kali menghadapi benturan. Penguatan kelembagaan sering kali mandek akibat ego sektoral antar-dinas. Rehabilitasi mangrove kerap gagal jika tidak disertai perawatan jangka panjang. Sementara itu, peningkatan ekonomi masyarakat pesisir masih menjadi pekerjaan rumah yang besar dan belum terlihat peta jalan (roadmap) yang jelas dari pemerintah daerah.

Keterlibatan akademisi seperti Prof. Dr. Ir. Rosyani (Kepala Pusat Lingkungan Hidup LPPM UNJA) memang memberikan harapan adanya kajian ilmiah yang matang. Namun sekali lagi, secanggih apa pun kajian akademis dan sejauh apa pun pejabat berjalan menyusuri lumpur Pangkal Babu, tolok ukur utamanya adalah aksi nyata.

Masyarakat Tanjung Jabung Barat kini tidak lagi membutuhkan pujian pejabat tentang keindahan mangrove Pangkal Babu. Yang mereka butuhkan adalah kepastian bahwa hutan mangrove tersebut benar-benar dilindungi dari kerusakan, dan ekonomi warga sekitar benar-benar terangkat—bukan sekadar dijadikan objek peninjauan demi mencairkan anggaran negara.**

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menggugat Logika PPPK PW: Jika Gaji Ditanggung APBN, Kenapa Tidak Jadikan PPPK Penuh Waktu atau PNS Sekalian, Beban Kerja Sama!
Ini Daftar 8 Kali Berturut-turut Capaian Opini WTP Tanjab Barat
Menata Ulang Manajemen Penambang Perahu Teluk Sialang: Menghapus Bara Konflik di Atas Air
Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan
Kebakran di Teluk Nilau Terbesar Setelah Kebakaran di Sungai Dualap dalam 5 Tahun Terakhir
Hati-Hati Nitip Anak: Belajar dari Kasus di Daycare Little Aresha Jogja dan Banda Aceh
Sudah Hibahkan Lahan 2 Hektar, Kapan Proyek Lanal Tanjab Barat Terwujud?
Editorial: Soal Ketahanan Pangan, Kenapa yang Ditanam Jagung Bukan Padi?
Berita ini 84 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:57 WIB

Menggugat Logika PPPK PW: Jika Gaji Ditanggung APBN, Kenapa Tidak Jadikan PPPK Penuh Waktu atau PNS Sekalian, Beban Kerja Sama!

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:26 WIB

Ini Daftar 8 Kali Berturut-turut Capaian Opini WTP Tanjab Barat

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:46 WIB

Menata Ulang Manajemen Penambang Perahu Teluk Sialang: Menghapus Bara Konflik di Atas Air

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:39 WIB

Pasca Kebakaran Teluk Nilau: Antara Seremonial Bantuan dan Urgensi Pembenahan Infrastruktur yang Terabaikan

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:26 WIB

Mangrove Pangkal Babu; Janji Pusat dan Harapan Daerah, Akankah Segera Terealisasi?

Berita Terbaru