ROTE NDAO — Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Cakrawala Rote 2026 berkolaborasi dengan OSIS SMA Negeri 1 Rote Timur menggelar Festival Suar Rote 2026 pada 1 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan peran generasi muda melalui pengembangan kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan berorganisasi.
Festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan atau kegiatan seremonial. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran langsung bagi pelajar untuk terlibat dalam proses perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan sebuah kegiatan.
Gagasan Festival Suar Rote berawal dari inisiatif Tim KKN-PPM UGM Cakrawala Rote. Hidayah Tranaka menjadi salah satu penggagas awal yang kemudian mengembangkan konsep kegiatan bersama anggota tim dan OSIS SMA Negeri 1 Rote Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Persiapan festival telah dimulai sejak 22 Juli 2026. Dalam proses tersebut, pelajar diberikan kesempatan untuk mengambil peran aktif, bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari penyelenggara kegiatan.
Keterlibatan ini menjadi aspek penting dalam membangun pengalaman organisasi bagi siswa. Mereka berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan penyelenggaraan kegiatan, mulai dari komunikasi, pembagian tugas, koordinasi antarpanitia, kerja sama tim, hingga pengambilan keputusan.
Ketua OSIS SMA Negeri 1 Rote Timur, Margens Norisal Lami, bersama Wakil Ketua Pelaksana, Yulintra Atriani Mesah, turut mengambil peran dalam menggerakkan pelaksanaan festival. Keterlibatan pengurus OSIS diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, keberanian mengambil inisiatif, serta kemampuan mengelola kegiatan secara mandiri.
Dari pihak sekolah, Kepala SMA Negeri 1 Rote Timur, Benyamin M. Manuain, S.Pd., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan pembelajaran formal.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM Cakrawala Rote 2026, Abel Fajri, mengoordinasikan pelaksanaan program bersama anggota tim KKN. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa berupaya menghadirkan kegiatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelaksanaan acara, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Festival Suar Rote 2026 juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan daerah. Kolaborasi dijalin bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndao, dengan dukungan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Keterlibatan pemerintah daerah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas generasi muda membutuhkan dukungan lintas sektor. Perguruan tinggi dapat berperan melalui pendampingan dan transfer pengetahuan, sekolah menyediakan ruang aktualisasi bagi siswa, sementara pemerintah daerah dapat memperkuat dukungan terhadap program pengembangan kepemudaan.
Dari sisi publikasi, kegiatan ini turut mendapat dukungan sejumlah media lokal dan nasional, termasuk Unlock Indonesia. Publikasi diharapkan dapat memperluas informasi mengenai aktivitas generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Kabupaten Rote Ndao.
Melalui Festival Suar Rote 2026, Tim KKN-PPM UGM Cakrawala Rote bersama OSIS SMA Negeri 1 Rote Timur mendorong agar kegiatan kepemudaan tidak hanya bergantung pada program insidental, tetapi dapat berkembang menjadi inisiatif yang berkelanjutan.
Pengalaman mengelola kegiatan secara langsung diharapkan menjadi modal bagi para pelajar untuk membangun program serupa di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini menjadi upaya membuka ruang bagi generasi muda Rote Ndao untuk belajar memimpin, bekerja sama, berkreasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerahnya sendiri.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal













Komentar