LIVE
Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Level 4 sampai 9 Agustus Ini Aturan Baru Pemberlakukan Jam Malam di Tanjab Barat Danrem 042 Gapu Berikan Materi kepada KKDN Sespimti Polri Pemkab Tanjabbar Jalin Kerjasama dengan DJKN Sumsel dan BPKP Jambi Spektakuler, Dandim 0419/Tanjab Patroli Karhutla bersama Komunitas Motor Pecinta Alam

Home / Nasional

Kamis, 17 Juni 2021 - 20:31 WIB

KPK Kembali Tahan 4 Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi

Plh Deputi Penindakan KPK, Setyo Budianto Saat Menggelar Konpers di KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021). FOTO : Istimewa

Plh Deputi Penindakan KPK, Setyo Budianto Saat Menggelar Konpers di KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (17/6/2021). FOTO : Istimewa

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan empat mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi atas kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018.

Dengan mengenakan rompi tahanan keempatnya dihadirkan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Kamis (17/06/21).

Keempat mantan Anggota DPRD Jambi itu yakni, Fahrurrozi (FR); Arrakmat Eka Putra (AEP); Wiwid Iswhara (WI); dan Zainul Arfan (ZA).

Keempat Anggota DPRD Jambi periode 2014 – 2019 itu telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 26 Oktober 2020.

BACA JUGA :  Eijkman Koreksi Dua Kasus Covid di Jambi Bukan Delta Plus

“Mencermati fakta-fakta persidangan serta didukung bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK menaikkan ke penyelidikan, dan kemudian pada 26 Oktober 2020 ,ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan para tersangka,” kata Plh Deputi Penindakan KPK, Setyo Budianto saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan dikutip okezone.com, Kamis (17/6/2021).

Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto mengatakan keempat mantan anggota DPRD Jambi yang duduk di Komisi III tersebut diduga menerima suap “ketok palu” dengan nominal bervariasi di rentang Rp200-300 juta.

BACA JUGA :  Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Level 4 sampai 9 Agustus

Dijelaskannya, untuk tersangka FR menerima uang sejumlah Rp375 juta, kemudian AEP sebesar Rp275 juta, ZA sebesar Rp375 juta, dan WI menerima uang sejumlah Rp275 juta.

Atas perbuatannya, empat tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Edt)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemendagri Keluarkan SE Baru, Kini Tiap Kamis Seragam ASN Serba Hitam

Berita

Ini Surat Edaran Mendagri Nomor 025/4660/SJ Tentang Pakian Dinas Hitam

Pilkada

Kampanye Pilkada 2020 Bertema Penanganan Covid-19

Nasional

COVID-19 Varian AY.1 ‘Delta Plus’ Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi

Berita

Waspada, BMKG Sebut Jambi Masih Berpotensi Hujan Lebat

Nasional

Ini Jadwal Sidang Pengucapan Putusan Perkara PHP Pilkada Serentak 2020 Oleh MK

Berita

Begini Cara Mengisi Data Sensus Penduduk Online

Nasional

Bangkitkan Kreatif Masyarakat, TNI Ajarkan Keterampilan Membuat Piring dari Anyaman Lidi