LIVE TV
Tindak Lanjut Telegram Kapolri, Puluhan Anggota Polres Tanjab Barat Jalani Tes Urine Berubah, Pelantikan Anwar Sadat-Hairan di Rumah Dinas Gubernur Bikin Kagum, Ternyata Ini Sosok TNI dan Polisi yang Shalat Beralas Plastik Saat Patroli Karhutla Karangan Bunga Ucapan Selamat Pelantikan UAS-Hairan Mulai Terpampang di Depan Kantor Bupati dan Rumah Dinas Vaksinasi C-19 Guru hingga Dosen Dimulai Rabu Ini

Home / Berita

Senin, 23 November 2020 - 12:15 WIB

Masa Tenang Rawan Disusupi Politik Uang, Bawaslu Akan Lakukan Ini

FOTO : Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Tanjab Barat, Mon Rezi, S.Sos.I

FOTO : Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Tanjab Barat, Mon Rezi, S.Sos.I

KUALA TUNGKAL – Praktik politik uang (money politics) pada tahapan Pilakda lebih berpotensi terjadi pada masa tenang kampanye.

Kendati secara tegas politik uang dilarang, namun praktik tersebut masih tetap terjadi dalam setiap pergelaran pesta demokrasi termasuk Pilkada Serentak 2020.

Terkait fenomena itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Mon Rezi mengatakan, bahwa masa tenang kampanye tidak boleh melakukan kampanye ataupun kegiatan-kegiaatan yang berbau kampanye.

BACA JUGA :  Yang Belum Nikah Perlau Tau Biaya Nikah di KUA Terbaru

“Masa tenang yang dimulai pada 6 hingga 8 Desember 2020 memang titik rawan pelanggaran Pilkada, khususnya politik uang atau money politic,” ungkapnya, Senin (23/11/20).

Untuk mengantisipasi itu pihaknya melakukan edukasi pada tokoh masyarakat. Selain itu, dirinya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah diperdaya atau dimanfaatkan oleh oknum tertentu, untuk melakukan hal yang melanggar pemilu. Baik itu seperti melakukan pendataan pemilih dengan iming-iming sejumlah uang dan barang, maupun memberikan uang secara langsung kepada pemilih agar memilih salah satu calon.

BACA JUGA :  Karangan Bunga Ucapan Selamat Pelantikan UAS-Hairan Mulai Terpampang di Depan Kantor Bupati dan Rumah Dinas

“Ini juga jadi perhatian kita semua, jangan sampai gara-gara ketidakpahaman masyarakat malah membuat diri sendiri berurusan dengan Bawaslu, maupun aparat kepolisian,” jelasnya.

Bawaslu kata dia juga akan menerjunkan kekuatan penuh untuk mengantisipasi praktik politik uang. Bawaslu akan melakukan patroli pengawasan.

BACA JUGA :  Ini Alasan Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2021, Dari 7 Hari Jadi 2 Hari

Mengenai tim yang melakukan patroli pengawasan, Rezi menyampaikan, tim patroli terdiri dari jajaran Bawaslu. Yakni pengawas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), desa, kecamatan, kabupaten. Namun, tidak menuntut kemungkinan akan ada partisipasi dari publik juga.

“Mudah-mudahan gerakan ini bisa meminimalisir potensi pelanggaran Pemilu,” pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Yogi; Ketua KNPI Terpilih Diharapkan Jadi Roda Penggerak Pemuda Tanjab Barat

Berita

Kapolres Tanjabbar Cek Pos Siaga Pengamanan Nataru 2019

Berita

Tanjab Barat Siapkan Dua Desa Untuk Lomba Penilaian P2WKSS Tingkat Provinsi Jambi

Berita

Jangan Lewatkan, Besok Balap Pompong Di Pelabuhan Marina

Berita

Tanjab Barat Akan Gelar Muhibah Maritim II

Berita

Kodim 0419/Tanjab Bagikan Daging Qurban Door to Door

Berita

Pj Sekda Provinsi Jambi Lepas 270 Peserta Magang

Berita

Satlantas Polres Tanjab Barat Akan Gelar Operasi Patuh 2019, Ini Sasarannya