Pekerja Rig yang Kecelakaan di Sumur WB-D7 dalam Perawatan Medis

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 10 Januari 2023 - 21:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. menginformasikan telah terjadi kecelakaan di area Sumur WB-D7 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, yang dioperasikan oleh Perusahaan Jasa Pengeboran (Drilling Service Companies) pada Senin (9/1/23) malam.

Kecelakaan tersebut melibatkan tiga pekerja, dua diantaranya berasal dari perusahaan Bohai Drilling Contractor dan satu berasal dari Great Wall Drilling Contractor.

Kedua Service Companies tersebut merupakan kontraktor penyedia Rig Bohai-85 yang tengah melakukan workover program di sumur WB-D7 di Wilayah Kerja Jabung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, ketiga pekerja yang terluka dalam kecelakaan tersebut telah ditangani di rumah sakit di Jambi.

Setelah pemeriksaan menyeluruh, satu karyawan diizinkan menjalani rawat jalan dan dua lainnya melanjutkan perawatan secara intensif di rumah sakit.

“Dua pekerja yang masih dirawat saat ini dalam kondisi stabil dan tengah mendapat penanganan lebih lanjut dari tim dokter spesialis. Sebagai informasi, satu orang dirawat untuk luka bakar dan satu orang dirawat untuk patah tulang,” ujar Vice President Human Resources and Relations PetroChina, Dencio Renato Boele, Selasa (10/1/23)

“Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan Drilling Service Companies tersebut untuk penanganan pasien serta pembenahan kondisi rig di lokasi. Kami juga telah melaporkan kejadian ini kepada SKK Migas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas,” sebut Dencio melanjutkan.

Hingga saat ini, kegiatan produksi minyak dan gas di Wilayah Kerja Jabung masih berlangsung normal dan proses investigasi di lapangan terus dilakukan.

Kepala Perwakilan SKK Migas SUMBAGSEL, Anggono Mahendrawan juga membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kami sudah menerima laporan kecelakaan kerja di Rig Bohai-85 semalam, tidak ada korban jiwa yang fatal, namun tiga orang yang mengalami luka-luka,” ungkap Anggono.

“Meskipun demikian, SKK Migas minta agar KKKS PetroChina segera mendalami kejadian ini dan bersinergi dengan pemangku kepentingan di daerah sesuai tupoksi masing-masing yang memperhatikan koridor peraturan dan perundangan yang berlaku,” lanjutnya.

Anggono menyampaikan bahwa pada prinsipnya SKK Migas selalu menekankan agar KKKS menjalankan kegiatan operasi hulu Migas sesuai dengan SOP yang berlaku termasuk dalam hal menjaga keamanan dan kehandalannya.

Anggono juga mendoakan agar kondisi para pekerja terutama untuk dua pekerja yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit segera membaik dan bisa pulang ke rumah.

“Atas kejadian ini, kami mengharapkan bahwasanya yang menjadi korban dapat segera pulih dan dapat kembali bekerja di area operasional KKKS PetroChina dan kegiatan operasi tetap dapat berjalan untuk dapat memberikan kontribusi pada ketahanan energi nasional,” ujar Anggono.

“Apabila sudah ada informasi yang bersifat tepat dan pasti akan kami informasikan lebih lanjut.” tutupnya.

Sebagai KKKS yang berada di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, KKKS PetroChina mengoperasikan Wilayah Kerja Jabung di Provinsi Jambi selama 24 jam sebagai tulang punggung kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas, sebagai upaya pemenuhan ketahanan energi nasional. (Tim)

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemnaker, Pengusaha, Serikat Pekerja, dan ILO Teken Deklarasi Pekerjaan Layak 2026–2030
Danrem 042/Gapu Ajak Keluarga Besar TNI Perkuat Bela Negara dan Berjiwa Nasional
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari
Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045
Kapolres Warning Keras: Bagaimana Mau Tertibkan Warga Kalau Personel Sendiri Tidak Siap!
Bimtek & Rakerda BPD se-Tanjab Barat Digelar, Ketua DPRD: Perkuat Kawal Aspirasi Desa
Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Periode Dua Tahun Kabinet Merah Putih
Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat
Berita ini 423 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Kemnaker, Pengusaha, Serikat Pekerja, dan ILO Teken Deklarasi Pekerjaan Layak 2026–2030

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Danrem 042/Gapu Ajak Keluarga Besar TNI Perkuat Bela Negara dan Berjiwa Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Layanan Lewat Pengukuran Terjadwal dan PERINTIS 10 Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Bimtek & Rakerda BPD se-Tanjab Barat Digelar, Ketua DPRD: Perkuat Kawal Aspirasi Desa

Berita Terbaru