YTUBE
BREAKING NEWS : BNNP Jambi Ringkus 2 Pengedar Sabu Asal Sumsel di Sungai Bahar Razia Besar-Besaran, Polresta Jambi Kerahkan Ratusan Personel ke Pulau Pandan Ini Rincian Napi Disulkan Terima Remisi Natal 2022 di Lapas se Provinsi Jambi Dicurigai Jadi Lapak Nyabu, Sejumlah Basecamp dan Pondok Terpal di Pulau Pandan Dihancurkan Polisi Polda Jambi Terima Penghargaan dari Kementrian ATR/BPN Atas Penyelesaian Konflik Lahan Warga SAD 113

Home / Nasional

Sabtu, 10 Juli 2021 - 21:39 WIB

Pemerintah Revisi Aturan PPKM Darurat : Rumah Ibadah Tak Lagi Ditutup

Sumber Foto dok/Antara/Muhammad Iqbal Kawasan Zona Merah di wilayah Tangerang Selatan.

Sumber Foto dok/Antara/Muhammad Iqbal Kawasan Zona Merah di wilayah Tangerang Selatan.

JAKARTA – Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 19 Tahun 2021 tentang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat melalui

Bagian yang direvisi dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat di Wilayah Jawa dan Bali yakni pada diktum ketiga huruf (g) dan (k).

Dalam Inmendagri yang baru poin ‘g’ disebutkan bahwa masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng dan tempat ibadah lainnya tidak lagi ditutup.

“Tempat ibadah masjid, mushala, gereja, pura, vihara, klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah,” demikian salah satu kutipan Inmendagri tersebut.

BACA JUGA :  Bekasus dengan Tetangga Kakek di Merangin Diamankan Polisi

Sementara pada huruf (k) disebutkan bahwa pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama PPKM Darurat. Sebumnya diperbolehkan dengan ketentuan.

Sebelumnya, rumah ibadah ditutup selama diberlakukannya PPKM Darurat.

Ini sebagaimana tertuang dalam poin g dan k dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021, yang berbunyi sebagai berikut:

BACA JUGA :  Ini Rincian Napi Disulkan Terima Remisi Natal 2022 di Lapas se Provinsi Jambi

Poin g:

Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara“.

Poin k:

Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang“.

Meski demikain, pemerintah tetap menghimbau masyarakat untuk mengoptimalkan ibadah jamaah di rumah guna menghindari kerumunan.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Nasional

Belasan Mobil Pemudik Ditangkap Mabes Polri di Pelabuhan Roro

Nasional

Besok, Paspor Masa Berlaku 10 Tahun Diterbitkan

Nasional

Kodam II/Sriwijaya Kerahkan Ratusan Personil Bantu Korban Tsunami Di Lampung

Nasional

Jelang Idul Adha, MUI Keluarkan 10 Panduan agar Hewan Kurban Tidak Terpapar PMK

Nasional

Bidik Pebisnis Global dan Investor Asing Berkelas, Imigrasi Uji Coba Kebijakan Multiple Entry Visa

Nasional

Taufik : Bukan Hal Sulit Menangkan Anies Jadi Presiden

Nasional

Sarasehan Pusterad-Media, Ketua Dewan Pers: Setialah pada Ikhtiar Memenuhi Janji Kemerdekaan

Nasional

Provinsi Sumatera Utara Tuan Rumah HPN 2023