LIVE
Wakil Bupati Tanjab Barat hadiri Acara Puncak Festival Candi Muaro Jambi Buat Kaget Pelanggan Warung, Kapolres Bungo Mendadak Jadi Karyawan Racik Teh Telur Buat Pengunjung Pangdam I/BB Kunjungi Satgas Pamtas Yonif 131/Brs di Papua Al Haris Akan Jadikan Eks Arena MTQ Rumah Adat Berciri Khas 11 Kabupaten/Kota Gubernur, Jangan Ada Mafia Tanah Ditubuh ATR/BPN

Home / Nasional

Sabtu, 10 Juli 2021 - 21:39 WIB

Pemerintah Revisi Aturan PPKM Darurat : Rumah Ibadah Tak Lagi Ditutup

Sumber Foto dok/Antara/Muhammad Iqbal Kawasan Zona Merah di wilayah Tangerang Selatan.

Sumber Foto dok/Antara/Muhammad Iqbal Kawasan Zona Merah di wilayah Tangerang Selatan.

JAKARTA – Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 19 Tahun 2021 tentang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat melalui

Bagian yang direvisi dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat di Wilayah Jawa dan Bali yakni pada diktum ketiga huruf (g) dan (k).

Dalam Inmendagri yang baru poin ‘g’ disebutkan bahwa masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng dan tempat ibadah lainnya tidak lagi ditutup.

BACA JUGA :  Pangdam I/BB Kunjungi Satgas Pamtas Yonif 131/Brs di Papua

“Tempat ibadah masjid, mushala, gereja, pura, vihara, klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah,” demikian salah satu kutipan Inmendagri tersebut.

Sementara pada huruf (k) disebutkan bahwa pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama PPKM Darurat. Sebumnya diperbolehkan dengan ketentuan.

BACA JUGA :  Al Haris ke Mendikbudristek, Pemprov Komitmen Jadikan Candi Muaro Jambi Mendunia

Sebelumnya, rumah ibadah ditutup selama diberlakukannya PPKM Darurat.

Ini sebagaimana tertuang dalam poin g dan k dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021, yang berbunyi sebagai berikut:

Poin g:

Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara“.

BACA JUGA :  Gubernur Jambi dan Bupati Tanjabbar Lepas Ekspor Perdana Pinang Betara ke Saudi Arabia

Poin k:

Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang“.

Meski demikain, pemerintah tetap menghimbau masyarakat untuk mengoptimalkan ibadah jamaah di rumah guna menghindari kerumunan.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

TNI AD Berduka, Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab Tutup Usia

Nasional

Daftar Ulang Peserta SKB CPNS Tanjab Barat 2019 Dimulai Hari ini

Nasional

Satgas Kolakopsrem 172/PWY Berhasil Evakuasi Jenazah Suster Maelani dari Jurang 300 Meter

Nasional

Pos Motaain Satgas Pamtas Yonif Raider 142 Sediakan Tempat Mencuci Tangan

Nasional

Daftar HET 11 Obat di Masa Pandemi, Termasuk Ivermectin

Nasional

Satgas BGC Berhasil Turunkan Ketua Milisi Kelompok Bersenjata Terbesar di Kongo

Nasional

Akhirnya Rekrutmen Guru Honorer Jadi ASN PPPK 2021 Resmi Dibuka

Nasional

COVID-19 Varian AY.1 ‘Delta Plus’ Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi