Polisi Buru Pemodal Besar PETI Batanghari Usai Amankan 10 Rakit yang Ditinggal Kabur Penambang

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 18:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

πŸ™ Bantu NTT Pulih. Gempa M 7,7 menyisakan luka mendalam bagi saudara kita di NTT. Mari rapatkan barisan dan salurkan bantuan terbaik Anda melalui tautan berikut:
+ Donasi

Aparat kepolisian memeriksa mesin sedot dan instalasi pipa pada rakit tambang emas ilegal yang ditinggal kabur pelakunya di kawasan DAS Batanghari, Muaro Jambi, Kamis (10/9/2026). Polisi menyita 10 rakit modifikasi sebagai barang bukti kejahatan lingkungan. (Foto: Humas Polres Jambi)

Aparat kepolisian memeriksa mesin sedot dan instalasi pipa pada rakit tambang emas ilegal yang ditinggal kabur pelakunya di kawasan DAS Batanghari, Muaro Jambi, Kamis (10/9/2026). Polisi menyita 10 rakit modifikasi sebagai barang bukti kejahatan lingkungan. (Foto: Humas Polres Jambi)

MUARO JAMBI β€” Satreskrim Polres Muaro Jambi bersama Polsek Sekernan memastikan tidak akan berhenti pada pengejaran pekerja lapangan. Pihak kepolisian kini tengah memburu pemodal besar di balik aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kedapatan merusak kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Langkah tegas ini diambil usai petugas menggelar operasi penggerebekan besar-besaran di wilayah tersebut pada Kamis (10/9/2026). Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Muaro Jambi, AKP M. Robby Nizar, dilakukan setelah polisi menerima laporan beruntun dari masyarakat yang resah terhadap dampak kehancuran lingkungan akibat aktivitas ilegal tersebut.

“Tim Unit Tipidter Satreskrim Polres Muaro Jambi bersama Unit Reskrim Polsek Sekernan bergerak ke lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Kami menyusuri sungai menggunakan kapal pompong,” ujar Robby, Jumat (11/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, kedatangan aparat diduga telah bocor terlebih dahulu. Saat kapal petugas mendekat ke titik operasi, para penambang liar langsung berhamburan menyelamatkan diri ke arah daratan. Mereka nekat menerobos rimbunnya hutan dan meninggalkan rakit-rakit yang tengah beroperasi di tengah sungai.

Aksi kejar-kejaran sempat terjadi di medan darat, namun para pelaku berhasil meloloskan diri memanfaatkan situasi geografis lapangan. Tak ada satu pun penambang yang berhasil diringkus di lokasi kejadian.

β€œSaat tim mendekat, para pekerja langsung melarikan diri ke daratan dan meninggalkan lokasi. Tidak seorang pun yang berhasil diamankan di atas rakit tersebut,” jelas Robby.

Meski pelaku lapangan lolos, polisi berhasil mengamankan aset berharga milik komplotan tersebut. Dari hasil penyisiran di sepanjang aliran sungai, petugas menyita sedikitnya 10 unit ketek atau rakit modifikasi berukuran besar yang dirancang khusus untuk mengeruk emas.

Selain rakit, polisi juga menyita sejumlah alat bukti krusial lainnya, mulai dari karpet penyaring material emas hingga mesin penyaring batuan dan kerikil. Seluruh barang bukti tersebut kini telah dievakuasi ke markas polres untuk kepentingan penyelidikan menyeluruh, termasuk melacak identitas pemilik modal rakit-rakit tersebut.

Robby menegaskan, institusinya mengambil posisi keras dan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi aktivitas tambang ilegal di wilayah hukumnya. Menurutnya, PETI bukan sekadar pelanggaran pidana biasa, melainkan kejahatan lingkungan yang mengancam hajat hidup orang banyak.

“Aktivitas PETI ini merusak lingkungan secara masif dan mengancam keberlangsungan ekosistem Sungai Batanghari yang menjadi sumber kehidupan masyarakat banyak. Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan penindakan tegas hingga ke akarnya,” pungkas Robby.**

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Polres Muaro Jambi

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Jambi dan Danrem Turun Lagi ke Pulau Mentaro, Karhutla Masih Jadi Perhatian
Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Jembatan Beton Garuda Sungai Bertam Konektivitas Antarwilayah
Pangdam XX/TIB Pimpin Langsung Pendinginan Lahan Karhutla di Londerang Muaro Jambi
Karhutla Mengintai Muaro Jambi: 264,78 Hektar Lahan Terbakar, Terbesar di Provinsi Jambi
Misteri Baju dan Motor Ditinggal di Kebun, Kakek Anwar Akhirnya Ditemukan Lemas oleh Tim SAR
Karhutla di Muaro Jambi! 170 Hektare Lahan Gambut Sungai Gelam Ludes Terbakar
Hadapi Kemarau Ekstrem, Satgas Karhutla Jambi Pastikan Infrastruktur Air dan Mitigasi PT WKS Siap Tempur
Skandal Dana Reses Fiktif DPRD Muaro Jambi: Oknum Inisial AA Diduga Kantongi Ratusan Juta Tanpa Kerja
Berita ini 27 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:27 WIB

Polisi Buru Pemodal Besar PETI Batanghari Usai Amankan 10 Rakit yang Ditinggal Kabur Penambang

Rabu, 2 September 2026 - 19:30 WIB

Gubernur Jambi dan Danrem Turun Lagi ke Pulau Mentaro, Karhutla Masih Jadi Perhatian

Selasa, 1 September 2026 - 18:45 WIB

Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Tinjau Jembatan Beton Garuda Sungai Bertam Konektivitas Antarwilayah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Pangdam XX/TIB Pimpin Langsung Pendinginan Lahan Karhutla di Londerang Muaro Jambi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Karhutla Mengintai Muaro Jambi: 264,78 Hektar Lahan Terbakar, Terbesar di Provinsi Jambi

Berita Terbaru