indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Innalilahi…Tabrakan di Batanghari 4 Meninggal di Tempat, Lainya Luka-Luka Al Haris Harapkan Petani dan Koperasi Pertahankan Kualitas Rasa Kopi Kerinci Kota Jambi Melaju ke Final Setelah Melibas Tebo 4-2 Live Streaming Semifinal Kota Jambi vsTebo Mobil Carry Pick Up Terobos Pantat Besi Truk Hino Parkir, Sopir Luka-Luka

Home / Nasional

Minggu, 29 Agustus 2021 - 13:40 WIB

Refly Harun : 7 Partai Bermufakat untuk Singkirkan Demokrat dan PKS

Rafli Harun In Youtube/Suara.com

Rafli Harun In Youtube/Suara.com

JAKARTA – Bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi pemerintah membuat perhatian sejumlah pihak. Salah satunya perhatian dari Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Refly Harun menyebut, bahwa ada skenario soal dinamika partai politik menuju Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 kedepan.

Pernyataan Refly Harun itu didasari atas bergabungnya PAN ke koalisi pemerintah Joko Widodo atau Jokowi.

Menyadur dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Refly membayangkan bahwa akan ada permufakatan yang berpotensi menjadi kejahatan demokrasi di Indonesia.

“Kalau misalnya 7 partai itu bermufakat untuk menyingkirkan Partai Demokrat dan PKS,” ujar Refly Harun dalam live YouTube pada Kamis, 26 Agustus 2021.

BACA JUGA :  Ajang Silaturahmi DPK BKPRMI dengan Remaja Masjid se Kecamatan Jaluko di Hutan Kota

Refly melanjutkan bahwa salah satu caranya adalah tujuh partai politik itu bermufakat untuk mengusung tiga calon.

Di mana, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak diikutkan dalam koalisi manapun.

“Caranya dengan tidak melibatkan mereka dalam koalisi manapun. Bisa membuat 3 calon dengan 7 parpol tersebut,” ungkap Refly.

Setelah terbentuk 3 pasang calon tersebut, menurut Refly, akan ada pembagian dan cawe-cawe kekuasan yang terjadi.

“Maka, pesta itu hanya akan ada di oligarki Istana yang saat ini sudah berhimpun menjadi kekuatan partai politik,” palar Refly.

BACA JUGA :  Mobil Carry Pick Up Terobos Pantat Besi Truk Hino Parkir, Sopir Luka-Luka

“Ini berpotensi menjadi kejahatan demokrasi,” sambungnya.

Atas kemungkinan skenario jahat ini, Refly menghimbau seluruh masyarakat sipil dan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk segera menghilangkan presidential treshold.

“MK, kalau memang bersumpah bertanggung jawab memberikan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, seharusnya tidak bisa tidak menghapuskan presidential treshold,” tegas Refly.

Artikel ini telah tayang di suara.com dengan Judul : Refly Harun Sebut 7 Partai Bermufakat Untuk Menyingkirkan Demokrat dan PKS.**

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Nasional

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Mi, MTs hinga MA akan Gunakan Kurikulum PAI Baru

Berita

Sambut Natal dan Liburan Tahun Baru 2020, Kapolres Tanjabbar Keluarkan Imbauan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Angkutan Laut

Nasional

Edaran Terbaru Pedoman Penyelenggaraan Hari Besar Saat Pandemi 2021

Nasional

Sebanyak 16 Pejabat Eselon II Dilantik, Ini Daftarnya

Berita

Ini Jadwal dan Tempat SKD CPNS 9 Kabupaten Kota di Provinsi Jambi

Nasional

Desain Arsitektur Masjid Raya Sumbar Masuk Sebagai Terbaik di Dunia

Nasional

Ini Nama-Nama 75 Paslon yang Diusung PDIP di Pilkada 2020

Nasional

Gaji ke-13 PNS Cair Agustus, Tanggal Berapa?