KUALA TUNGKAL – BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di pada 2020, mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Terhadap hal ini, diharapkan pada 2021 angka kasus Karhutla di wilayah Kabupaten pesisir Timur Jambi ini bisa berkurang.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat, Zulfikri, Sabtu (27/02/21).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada 2020 saja terdapat 16 kali kejadian Karhutla, dengan luasan lahan yang terbakar 36,6 hektare,” sebutnya.
Namun demikian, secara kasus, kata Zul, itu yang banyak pada 2019, hal itu karenakan memang cuaca sangat panas pada tahun itu.
“Pada 2019 ada 88 kasus kebakaran dengan luas lahan yang terbakar 570 hektare,” ujarnya.
Selain itu kata dia bahwa Tanjab Barat merupakan wilayah yang memiliki lahan struktur gambut yang sangat mudah dan rawan akan kebakaran setiap musim kemarau tiba.
Ia menyebutkan bahwa, kebanyakan lahan yang terbakar adalah milik masyarakat. Lahan yang dibakar kebanyakan adalah lahan tidur yang akan di olah menjadi lahan produktif, namun di lakukan dengan cara di bakar.
Sementara itu, pada 2018 kata Zulfikri kebakaran lahan sebanyak 66 kali dengan luasan lahan yang terbakar seluas 206,09 hektare.
Hal ini meningkat di banding tahun 2017 dengan data kasus kebakaran lahan sebanyak 20 kasus dengan luasan lahan sebanyak 52,13 hektare.
“Kita sudah menghimbau kemudian juga memasang sejumlah spanduk tentang larangan membakar lahan. Artinya yang kita hadapi saat ini tinggal kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara tidak membakar,” pesannya.(*)