Cuaca Ekstrem Mengintai, Pemerintah Pusat–Daerah Diminta Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Lintas Tungkal

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 18:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cuaca Ekstrem Mengintai, Pemerintah Pusat–Daerah Diminta Siaga Hadapi Ancaman Bencana. FOTO : Dokpim Tjb

Cuaca Ekstrem Mengintai, Pemerintah Pusat–Daerah Diminta Siaga Hadapi Ancaman Bencana. FOTO : Dokpim Tjb

KUALA TUNGKAL – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Katamso menghadiri Rapat Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual melalui platform Zoom, Senin (29/12/25).

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Wakil Menteri Dalam Negeri III Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat beserta jajaran.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 900 peserta dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas kepala daerah, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi terkait, serta relawan kebencanaan dari berbagai daerah, yang menunjukkan betapa penting dan strategisnya kesiapsiagaan bencana dalam menghadapi potensi ancaman cuaca ekstrem secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan, koordinasi, dan respons cepat seluruh unsur pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem guna melindungi keselamatan warga dan meminimalkan dampak bencana.

Menko PMK, Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah pusat menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara penuh menghadapi cuaca ekstrem serta tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun dan pergantian tahun.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 105 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan antar daerah dan ke berbagai destinasi wisata. Arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra dari seluruh aparat di pusat maupun daerah.

Daerah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, serta sejumlah wilayah di Jawa dan Banten, diminta terus bersiaga dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, TNI, dan Polri guna mempercepat pemulihan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Sementara itu, daerah yang belum terdampak bencana diminta tetap waspada dengan memantau informasi cuaca secara real time, menyiapkan personel, infrastruktur, dan peralatan, serta memberikan dukungan kepada daerah tetangga yang sedang menghadapi bencana.

Pemerintah juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan dasar, meliputi infrastruktur, transportasi, telekomunikasi, layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pasar tradisional. Menjelang dimulainya semester baru pada 5 Januari, perhatian khusus diminta agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung dengan baik.

Menutup arahannya, Menko PMK mengimbau masyarakat untuk merayakan Tahun Baru secara sederhana dan penuh solidaritas, serta meminta seluruh daerah memperkuat sistem peringatan dini dan respons cepat guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa sepanjang periode 2021–2025, bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Pada tahun 2022 dan 2024, meskipun jumlah kejadian bencana melampaui 3.000 per tahun, dampak korban jiwa dan kerusakan dapat ditekan melalui upaya penanggulangan yang lebih baik.

Namun, bencana siklon yang terjadi pada November 2025 menyebabkan lonjakan signifikan dampak bencana, dengan lebih dari 1.100 korban jiwa dan kerugian material mencapai puluhan triliun rupiah. Hingga 24 Desember 2025, tercatat sebanyak 3.176 kejadian bencana di Indonesia.

Suharyanto menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga membutuhkan peran aktif pemerintah daerah. Ia mengusulkan agar jabatan Kepala BPBD tidak dirangkap oleh Sekretaris Daerah, mengingat besarnya beban tugas dan perlunya fokus penuh dalam penanganan bencana.

Ia juga menekankan pentingnya BPBD memegang kendali penuh dalam penanganan bencana, dengan dukungan TNI dan Polri. Pemerintah daerah diminta segera menetapkan status siaga atau tanggap darurat saat bencana terjadi, agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera disalurkan.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD di daerah diminta memastikan kesiapan peralatan, jalur evakuasi, serta memperkuat peta risiko di wilayah rawan. Edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah evakuasi, khususnya di daerah rawan tanah longsor, juga perlu terus ditingkatkan.**

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gemuruh Mesin Pompong Membelah Sungai Pengabuan: Tradisi Pesisir yang Menggetarkan WFC Kuala Tungkal
Hadiri Rapat Paripurna, Wabup Katamso Kantongi Persetujuan 7 Fraksi Bahas Perubahan APBD 2026
Tujuh Fraksi DPRD Tanjab Barat Setujui Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026
Ketua DPRD Tanjab Barat Pimpin Pembacaan Teks Proklamasi di HUT RI ke-81
Kukuhkan Paskibraka Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat: Jaga Kehormatan dan Jadi Teladan Generasi Muda
Bupati dan Wabup Tanjab Barat Hadiri Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI
DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna Istimewa HUT Kabupaten ke 61 Dihadiri Wamenkaker RI
Katamso Sampaikan Nota Pengantar Perubahan KUA-PPAS 2026, Tekankan Sinergi Strategis Pemkab dan DPRD
Berita ini 67 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Gemuruh Mesin Pompong Membelah Sungai Pengabuan: Tradisi Pesisir yang Menggetarkan WFC Kuala Tungkal

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Hadiri Rapat Paripurna, Wabup Katamso Kantongi Persetujuan 7 Fraksi Bahas Perubahan APBD 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Tujuh Fraksi DPRD Tanjab Barat Setujui Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Ketua DPRD Tanjab Barat Pimpin Pembacaan Teks Proklamasi di HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Kukuhkan Paskibraka Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat: Jaga Kehormatan dan Jadi Teladan Generasi Muda

Berita Terbaru