indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Hadir di Jambi, Ketua Umum KSBSI Perkuat Anggota Hingga ke Kabupaten Bupati Muaro Jambi Terima Penghargaan dari Menkumham RI Sambut Imlek, Ditpolairud Polda Jambi Bersama Pengurus Kelenteng Gelar Gotong Royong Pelepasan Jenazah Pratu Baraza Prajurit TNI yang Gugur di Papua ke Jambi Tim Gabungan Sat Polairud Polres Tanjab Barat Goro di Kelenteng

Home / Pendidikan

Sabtu, 25 Desember 2021 - 01:40 WIB

Tahun Depan, Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Bagi Siswa SMA Dihapuskan

Ilustrasi Pelajar SMA Tengah Membeca Buku. FOTO : Ist/Kompas.com

Ilustrasi Pelajar SMA Tengah Membeca Buku. FOTO : Ist/Kompas.com

JAKARTA – Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menyampaikan kalau jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa akan ditiadakan pada kurikulum 2022.

Ia menyebutkan nantinya pelajar kelas 11 dan 12 boleh memilih sendiri mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya.

“Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya,” kata Anindito kepada wartawan, Rabu (21/12/21).

BACA JUGA :  Danrem 042 Gapu Melayat Kerumah Duka Prajurit TNI Gugur di Papua

Anindito mencontohkan semisal ada siswa yang ingin menjadi insinyur, maka ia boleh mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan, tanpa harus mengambil biologi.

Meski demikian, siswa tersebut juga boleh mengkombinasikan dengan mata pelajaran IPS, Bahasa dan kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karirnya.

Kurikulum tersebut dinamakan prototipe. Ia menyebut kalau kurikulum itu bersifat opsional.

BACA JUGA :  Bupati Muaro Jambi Terima Penghargaan dari Menkumham RI

“Kurikulum prototipe hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran,” ujarnya.

Anindito menerangkan kalau kurikulum prototipe tersebut memang dirancang untuk memberikan ruang yang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa.

“Di jenjang SMA, hal ini berarti memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel.” (suara)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Pendidikan

IGI Gandeng BPBD dan PetroChina Simulasi Penyelamatan Bencana Bagi Anak Usia Dini

Pendidikan

Sekolah ini Ajak Masyarakat Bangun Saung Baca, Begini Strateginya

Pendidikan

Hore! Pendaftaran Calon Taruna PTDI-STTD 2020 Diperpanjang Hingga 26 Juni

Pendidikan

Pemkab Tanjab Barat Buka Pendaftaran Beasiswa Utusan Daerah Untuk 6 Perguruan Tinggi

Kota Jambi

Pemkot Jambi Kembali Berlakukan Belajar Siswa dari Rumah Hingga 19 Agustus

Pendidikan

Mulai 2021 Penerimaan Guru Hanya Sebagai PPPK, Bukan Lagi PNS

Pendidikan

Guru-Guru Mitra LPTK UIN dan UNJA Diberikan Pelatihan MIKiR

Pendidikan

Program PINTAR Berikan Dampak Positif di Tanjab Timur