LIVE
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Serbuan Vaksinasi Massal TNI Korem 042/Gapun Pangdam II/Sriwijaya dan Gubernur Resmikan Gedung Panti Asuhan Bhadar Gapu Terkait Budi Azwar, Ini Kata Ketua DPD II Partai Golkar Tanjab Barat BREAKING NEWS : Pengetatan Jelang MTQ Seluruh Penumpang di Pelabuhan Roro Diperiksa Sebanyak 16 Pejabat Eselon II Dilantik, Ini Daftarnya

Home / Nasional

Senin, 26 April 2021 - 05:51 WIB

Ternyata Ini Alasan Awak Kapal KRI Nanggala 042 Tidak Keluar Saat Tenggelam

Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. [Antara/M Risyal Hidayat]

Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. [Antara/M Risyal Hidayat]

JAKARTA – Panglima TNI Hadi Tjahjanto telah menyatakan seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 meninggal.

“53 personel yang onboard KRI Nanggala-402 telah gugur,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes TNI Jakarta dikutip kompas.tv, Minggu (25/04/21).

Ia melanjutkan, berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan kapal selam berusia 44 tahun itu dibuat di Jerman pada 1977 dan diterima TNI AL pada 1981.

Ia menjelaskan KRI Nanggala dilengkapi dengan cadangan oksigen yang hanya dapat bertahan selama 72 jam atau Kurang lebih tiga hari. Meski begitu sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan untuk mengevakuasi 53 awal kapal beserta kapal itu sendiri.

BACA JUGA :  TP PKK Provinsi Jambi dan Tanjab Barat Tanam Pohon di Arena MTQ

Salah satu hal yang kemudian banyak dipertanyakan di media sosial adalah mengapa para awak kapal selam tidak keluar dari pintu emergency dan keluar untuk menyelamatkan dirinya sendiri? Berikut penjelasannya.

Melangsir dari suara.com, Pertama, perlu diketahui bahwa pintu darurat yang ada di kapal selam tidak bisa dibuka dengan leluasa karena telah dirancang jauh lebih rumit supaya tidak bisa dimasuki air laut. Sebagai pengganti, telah tersedia compartment penyelamat di mana bagian tersebut tidak bisa dimasuki air karena memiliki sistem isolasi walau bagian kapal lain telah bocor.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Hadiri Launcing Asap Digital Nasional di Polda Jambi

Jika awal kapal memutuskan keluar di kedalaman 700 meter, maka air akan memenuhi ruang kosong kapal hanya dalam hitungan detik. Jika dalam kedalaman rendah, awak kapal masih mungkin menahan tekanan air yang masuk dan berenang ke luar.

Namun perlu diketahui bahwa tekanan air akan meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter. Maka, jika tekanan di udara adalah 1 atm, tekanan di kedalaman 700 meter akan berada di angka 70 atm. Sementara manusia hanya bisa bertahan pada sekitar 3 sampai 4 atm.

BACA JUGA :  Terkait Budi Azwar, Ini Kata Ketua DPD II Partai Golkar Tanjab Barat

Sehingga berenang dalam kedalaman 700 meter dinilai mustahil bagi manusia karena tekanannya akan sama seperti diinjak 100 ekor gajah di kepala.

Selain itu, dalam hitungan detik gendang telinga juga akan pecah. Begitu juga dengan paru-paru yang termampatkan dan menyebabkan sakit yang luar biasa sebelum akhirnya pecah. Hal itu akan terus berlanjut hingga pembuluh darah dan organ di seluruh tubuh yang hancur.

Sehingga membuka pintu kapal selam dan berenang ke luar di kedalaman 700 meter merupakan hal mustahil untuk dilakukan.(*Edt)

Share :

Baca Juga

Nasional

SKB CPNS Formasi 2019 Segera Digelar

Nasional

HNW : Rencana Pajaki Sembako dan Jasa Pendidikan oleh Pemerintah Tak Sesuai Pancasila

Pilihan Editor

Kasad Lantik 1.198 Perwira Lulusan Diktukpa TNI AD

Nasional

Mantap! Komisi X DPR Desak Pemerintah Segera Tuntaskan Masalah Guru Honorer dan PPPK, Ini 10 Kesepakatan Raker di DPR

Nasional

Angka Pengangguran Muda Indonesia Masih Tertinggi se-Asia Tenggara

Nasional

Kasad Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Tsunami Selat Sunda

Nasional

Tingkatkan Keamanan Negara, Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Cek Pelibas Perbatasan RI-RDTL di Pos PLBN Motaain

Nasional

Asrama Haji Resmi Jadi RS Darurat Penampungan Pasien Covid-19