TKA 2026: Prestasi di Tengah Bayang-bayang Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Tanjab Barat

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 berbasis komputer di salah satu SMP negeri, Kamis (09/04). Meski ditujukan untuk memetakan mutu siswa, Pemkab mengakui keterbatasan fasilitas laboratorium komputer masih menjadi hambatan utama pemerataan standar pendidikan di wilayah tersebut. (FOTO : Dok. Prokopim)

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 berbasis komputer di salah satu SMP negeri, Kamis (09/04). Meski ditujukan untuk memetakan mutu siswa, Pemkab mengakui keterbatasan fasilitas laboratorium komputer masih menjadi hambatan utama pemerataan standar pendidikan di wilayah tersebut. (FOTO : Dok. Prokopim)

KUALA TUNGKAL – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tingkat SMP di Tanjung Jabung Barat yang dimulai Kamis (09/04) menyisakan catatan kritis. Meski Bupati Anwar Sadat menyebutnya sebagai langkah strategis memetakan mutu, ujian berbasis komputer ini justru mempertegas kesenjangan sarana pendidikan di lapangan.

Di tengah keterbatasan alat yang diakui pemerintah, TKA berisiko menjadi ajang “seleksi alam” yang meminggirkan potensi siswa hanya karena sekolah mereka belum tersentuh modernisasi infrastruktur secara penuh. Tanpa percepatan anggaran yang konkret untuk memeratakan fasilitas, TKA dikhawatirkan hanya akan menjadi instrumel formalitas yang gagal menangkap potensi riil anak daerah secara utuh dan berkeadilan.

Ujian sebagai Beban, Bukan Sekadar Pemetaan
Bupati menekankan bahwa TKA bertujuan agar siswa mampu menembus sekolah unggulan dan meraih beasiswa. Namun, narasi “daya saing” ini dikritik karena seolah melempar beban prestasi sepenuhnya kepada siswa. Padahal, standar akademik yang tinggi mustahil dicapai jika fondasi dasar—seperti akses teknologi—belum merata di seluruh sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengakuan Fasilitas Masih Jadi ‘Pekerjaan Rumah’
Dalam peninjauan di SMPN 1, 3, dan 4, Bupati mengakui adanya kendala fasilitas laboratorium komputer. Hal ini memicu pertanyaan kritis: sejauh mana validitas hasil TKA jika sarana yang digunakan belum seragam? Memaksakan standar ujian yang sama di tengah keterbatasan alat berisiko menciptakan hasil yang bias, di mana sekolah dengan fasilitas lengkap akan selalu tampak lebih “bermutu” dibanding sekolah pelosok.

Evaluasi atau Sekadarnya?
Pemkab menjanjikan hasil TKA akan digunakan untuk meninjau materi ajar dan metode pembelajaran. Namun, tanpa komitmen anggaran yang konkret untuk perbaikan infrastruktur digital di sekolah-sekolah yang tertinggal, TKA dikhawatirkan hanya menjadi rutinitas tahunan yang bersifat administratif tanpa dampak transformatif bagi guru dan murid.

Indikator Seleksi yang Menekan
Dengan dijadikannya hasil TKA sebagai salah satu syarat seleksi masuk SMA/SMK, tekanan psikologis bagi siswa SD dan SMP kian meningkat. Alih-alih mencintai ilmu, siswa terjebak dalam budaya “belajar demi tes”. Jika pemerintah tidak segera menuntaskan masalah ketimpangan fasilitas sebelum TKA SD dimulai 20 April mendatang, maka sistem ini hanya akan melanggengkan kasta dalam pendidikan di Tanjung Jabung Barat.(TIM)*

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korem 042/Gapu dan UIN STS Jambi Formalkan MoU: Perkuat Sinergi Pendidikan, Ketahanan Nasional, dan Pengembangan SDM
Guru Asyik dan Menyenangkan: HIMPAUDI Tanjab Barat Gelar Pelatihan Tenaga PAUD untuk Tingkatkan Kompetensi
Resmi! IAI An Nadwah Bertransformasi Jadi Universitas Islam An Nadwah (UINKA)
Wabup Katamso: Lulusan Hukum Keluarga Islam IAI An-Nadwah Ujung Tombak Ketahanan Sosial Tanjab Barat
Wakapolres Tanjab Barat Pimpin Apel di SMA Negeri 1 untuk Cegah Perselisihan Guru dan Murid
Kolaborasi Pendidikan: Bupati Tanjab Barat Sambut Tim Fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi
Ketika Guru Terusir dan Siswa “Menang”: Matinya Wibawa Pendidikan di Tangan Kebijakan Instan
Menakar Keadilan Perpres MBG: Jangan Sampai Siswa Kenyang Petugas Senang, Nasib Guru Melayang
Berita ini 24 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 17:15 WIB

Korem 042/Gapu dan UIN STS Jambi Formalkan MoU: Perkuat Sinergi Pendidikan, Ketahanan Nasional, dan Pengembangan SDM

Sabtu, 11 April 2026 - 16:45 WIB

Guru Asyik dan Menyenangkan: HIMPAUDI Tanjab Barat Gelar Pelatihan Tenaga PAUD untuk Tingkatkan Kompetensi

Kamis, 9 April 2026 - 19:01 WIB

TKA 2026: Prestasi di Tengah Bayang-bayang Ketimpangan Fasilitas Pendidikan di Tanjab Barat

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:14 WIB

Resmi! IAI An Nadwah Bertransformasi Jadi Universitas Islam An Nadwah (UINKA)

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:59 WIB

Wabup Katamso: Lulusan Hukum Keluarga Islam IAI An-Nadwah Ujung Tombak Ketahanan Sosial Tanjab Barat

Berita Terbaru