JAKARTA – Partai Demokrat tidak melihat upaya pemerintah berhemat sebelum meminta rakyat untuk hidup lebih sulit dengan menaikkan harga BBM yang akan berimplikasi terhadap kenaikan harga lainnya, termasuk bahan pokok.
Tidak ada upaya penghematan yang dilakukan pemerintah. Anggaran digelontorkan untuk pembangunan proyek pencitraan.
Para pejabat dan aparat pemerintah memperlihatkan gaya hidup yang jauh dari kesengsaraan rakyat. Tidak terlihat tanda-tanda upaya untuk mengencangkan ikat pinggang dari operasional pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di Indonesia tidak turun. Lalu, uangnya sekarang kemana?
Kenaikan harga BBM membuat kehidupan rakyat yang sudah sulit menjadi semakin sulit. Pemerintah bukannya mengurangi beban rakyat, tetapi malah menambah beban rakyat. Kondisi rakyat belum pulih akibat pandemi, malah semakin diperberat oleh Pemerintah.
Terpisah, selaku anggota DPRD dari Partai Demokrat Jamal Darmawan Sie menyebutkan, kenaikan BBM hanya akan menyengsarakan rakyat. Karena akan meningkatnya inflasi.
“Sekarang saja di Kuala Tungkal dan sekitarnya harga Pertalite eceran berkisar Rp12.000 sampai Rp13.000 sangat memberatkan Masyarakat,” ungkapnya.(*)