indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Putra Mantan Wapres Try Sutrisno Jabat Pangdam III/Siliwangi Wali Kota Jambi Pimpin Kegiatan Outbound Pejabat Eselon II dan III di Hutan Kota Tim Gabungan Polda Jambi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Angso Duo Pimpin Musyawarah Ranting PAN se Kecamatan Sekernan, Aidi Hatta Tekankan Ini Hadir Saat Pelantikan BPD-KKSS, Wabup Hairan Menyampaikan Ini

Home / Nasional

Senin, 28 Juni 2021 - 01:35 WIB

YLKI Desak Kemenkes Turunkan Harga Tes Rapid Antigen

Sampel Salah Satu Alat Deteksi Cepat Pemeriksaan Rapid Antigen. FOTO : LINTASTUNGKAL

Sampel Salah Satu Alat Deteksi Cepat Pemeriksaan Rapid Antigen. FOTO : LINTASTUNGKAL

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tes rapid antigen sebesar Rp250 ribu.

Namun, harga tes rapid antigen banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya harga tersebut dinilai masih terlalu tinggi.

“HET tes rapid antigen Rp250.000 ternyata terlalu mahal. Sebab, menurut informasi yang saya peroleh, harga pokoknya hanya Rp 50.000,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dikutip SINDOnews, Minggu (27/06/21).

Selisih harga itu, kata dia, terlampau jauh. Di masa sulit seperti saat ini, selisih HET dengan harga pokoknya yang terlampau jauh menunjukan ada pihak yang mengeruk keuntungan di balik kesulitan masyarakat. Akibatnya, masyarakat enggan untuk rapid tes secara mandiri.

BACA JUGA :  TNI AD Akan Gelar Liga Santri Piala Kasad Untuk Pesantren Seluruh Indonesia

“Jangan terlalu banyak mengambil untung. Jangan terlalu komersialistik di tengah pandemi seperti ini, tidak etis,” ujarnya.

Dia mendesak Kemenkes untuk merevisi kebijakannya itu. Sehingga harga pasarannya menjadi lebih masuk akal. Dengan harga yang lebih terjangkau.

“Saya minta Kemenkes mengevaluasi dan merevisi HET tes rapid antigen. Sehingga harganya lebih rasional dan terjangkau oleh konsumen. Apakah banyak cukong yang bermain sehingga HET rapid antigen sangat tinggi dan sangat mahal,” katanya.

BACA JUGA :  Terbalik, Truk Batu Bara Terkapar di Ruas Jalan Bangko

Dia juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengaudit HET dan aliran dana yang mengalir ke pihak-pihak yang menikmati keputusan Kemenkes. Dengan begitu, tidak terjadi penyimpangan keuangan di balik keputusan tersebut.

“BPK sebaiknya juga bisa melakukan audit HET rapid antigen tersebut,” katanya.

Untuk diketahui, tes rapid antigen mandiri sejatinya penting. Sebab, tes antigen secara mandiri merupakan upaya mandiri melacak penularan virus. Dengan begitu upaya pengendalian virus bisa dilakukan.(Edt)

Share :

Baca Juga

Nasional

Telkomsel Tawarkan Kuota 50 GB Mulai Harga Rp 40.000, Ini Cara Daftarnya

Pilkada

Kampanye Pilkada 2020 Bertema Penanganan Covid-19

Nasional

Per 11 Maret, Polisi Beri Peringatan 125 Konten Medsos

Nasional

BKN Gelara Rakornas Kepegawaian 2021, Ini Link Youtube Mengikutinya

Nasional

Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Level 4 sampai 9 Agustus

Nasional

Petugas Lapas Gagalkan Penyelundupan Ribuan Butir Koplo oleh Seorang Perempuan

Nasional

KPK Tetapkan 3 Orang Tersangka Suap Bersama Bupati Musi Banyuasin

Nasional

Istilah PPKM Level 3 Selama Periode Nataru Diganti Nama Ini