LIVE
Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Ke 50 Tahun 2021 Ini Agenda Kunker Kemendikbudristek Dua Hari di Jambi Satgas Kolakopsrem 172/PWY Berhasil Evakuasi Jenazah Suster Maelani dari Jurang 300 Meter Bupati Muaro Jambi Minta 5.000 Vaksin Untuk Pelajar Dalam Peninjauan Mendikbudristek Wabup Hairan Zoom Meeting dengan Gubernur Terkait Kunker Mendikbudristek

Home / Nasional

Senin, 28 Juni 2021 - 01:35 WIB

YLKI Desak Kemenkes Turunkan Harga Tes Rapid Antigen

Sampel Salah Satu Alat Deteksi Cepat Pemeriksaan Rapid Antigen. FOTO : LINTASTUNGKAL

Sampel Salah Satu Alat Deteksi Cepat Pemeriksaan Rapid Antigen. FOTO : LINTASTUNGKAL

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tes rapid antigen sebesar Rp250 ribu.

Namun, harga tes rapid antigen banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya harga tersebut dinilai masih terlalu tinggi.

“HET tes rapid antigen Rp250.000 ternyata terlalu mahal. Sebab, menurut informasi yang saya peroleh, harga pokoknya hanya Rp 50.000,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dikutip SINDOnews, Minggu (27/06/21).

BACA JUGA :  Terkait Budi Azwar, Ini Kata Ketua DPD II Partai Golkar Tanjab Barat

Selisih harga itu, kata dia, terlampau jauh. Di masa sulit seperti saat ini, selisih HET dengan harga pokoknya yang terlampau jauh menunjukan ada pihak yang mengeruk keuntungan di balik kesulitan masyarakat. Akibatnya, masyarakat enggan untuk rapid tes secara mandiri.

“Jangan terlalu banyak mengambil untung. Jangan terlalu komersialistik di tengah pandemi seperti ini, tidak etis,” ujarnya.

Dia mendesak Kemenkes untuk merevisi kebijakannya itu. Sehingga harga pasarannya menjadi lebih masuk akal. Dengan harga yang lebih terjangkau.

BACA JUGA :  ASN Dikerahkan Jumsih di Kawasan WFC, Wabup : Agar Lebih Indah dan Tertata

“Saya minta Kemenkes mengevaluasi dan merevisi HET tes rapid antigen. Sehingga harganya lebih rasional dan terjangkau oleh konsumen. Apakah banyak cukong yang bermain sehingga HET rapid antigen sangat tinggi dan sangat mahal,” katanya.

Dia juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengaudit HET dan aliran dana yang mengalir ke pihak-pihak yang menikmati keputusan Kemenkes. Dengan begitu, tidak terjadi penyimpangan keuangan di balik keputusan tersebut.

BACA JUGA :  Ini Agenda Kunker Kemendikbudristek Dua Hari di Jambi

“BPK sebaiknya juga bisa melakukan audit HET rapid antigen tersebut,” katanya.

Untuk diketahui, tes rapid antigen mandiri sejatinya penting. Sebab, tes antigen secara mandiri merupakan upaya mandiri melacak penularan virus. Dengan begitu upaya pengendalian virus bisa dilakukan.(Edt)

Share :

Baca Juga

Nasional

Selama PPKM Darurat, KUA Tak Layani Pendaftaran Nikah

Nasional

OTT Bupati Nganjuk Diduga Korupsi Lelang Jabatan

Nasional

Mendagri Minta Kades Tak Langsung Dipidana Jika Salah Administrasi Dana Desa

Nasional

Pantauan Hilal 1 Syawal pada 11 Mei 2021, BMKG: Tidak Akan Teramati Jelas

Advetorial

Wabup Amir Sakib Hadiri Apkasi Otonomi Expo 2019 di Jakarta

Nasional

Polisi Ngak Boleh Berfoto dengan Gaya Ini Selama Pilkada

Nasional

Tito, Pilkada Serentak Bagian Tak Terpisahkan dalam Penanganan Covid-19

Berita

CPNS Tampaknya Harus Sabar, Hasil SKD Diumumkan Maret 2020