YTUBE
Kasrem 042/Gapu Ikuti Gerak Jalan Santai HUT RI Ke 77 Tahun 2022 Buntut Kasus Kematian Brigadir J, 83 Polisi Diperiksa Terkait 35 Direkom Patsus Respon Arahan Kapolri, Polda Jambi Berantas Semua Perjudian Koreografer Belanda Arno Schuitemaker Pukau Penikmat Seni di Jambi dalam Karya “If You Could See Me Now” Pembinaan Karakter, Siswa Muslim dan Non Muslim di SMPN 2 Dapat Perlakuan Sama

Home / Bisnis

Rabu, 6 Juli 2022 - 12:36 WIB

4 Tips untuk Digitalisasi Bagi UMKM di 2022

4 Tips untuk Digitalisasi Bagi UMKM di 2022. GAMBAR : Ist/Net

4 Tips untuk Digitalisasi Bagi UMKM di 2022. GAMBAR : Ist/Net

Masa pandemi saat ini mengakibatkan kesulitan bagi banyak pelaku bisnis, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk dapat bertahan pada masa sulit pandemi, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan masuk ke platform digital.

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), hingga Februari 2022 ada sebanyak 17,25 juta pelaku UMKM yang telah terhubung ke dalam ekosistem digital. Menurut Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Eddy Satriya, pertumbuhan tersebut lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Keadaan UMKM pun telah membaik jika dibandingkan dengan awal pandemi. Diketahui berdasarkan hasil survei BRI pada periode Maret-September 2021, tercatat hanya 20 persen UMKM yang menyatakan usahanya pernah tutup. Jumlah ini lebih sedikit daripada ketika awal pandemi yang mencatatkan sebanyak hingga 50 persen UMKM yang tutup usahanya.

Digitalisasi dinilai menjadi solusi bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas serta memperluas skala usahanya. Masuk ke platform digital salah satunya adalah dengan berjualan online. Selain itu, penting bagi pelaku usaha untuk memahami pemasaran digital agar bisnis mereka dapat terus bertumbuh.

Dalam rangka menyambut hari UMKM Internasional setiap tanggal 27 Juni, Google  membagikan empat tips bagi pelaku UMKM yang ingin “go digital”.

  1. Tujuan “go digital”
    Secara garis besar, “go digital” bukan hanya mendaftarkan nama bisnis ke marketplace online, tetapi juga untuk menemukan pelanggan baru, meningkatkan efektivitas kerja, serta mengembangkan peluang bisnis. Karena itulah, pelaku usaha sebaiknya memahami apa tujuan mereka masuk ke platform digital ini.
  1. Gunakan Peralatan Digital
    Masuk ke platform digital dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti mengoptimalkan tool yang tersedia pada platform.
    Google misalnya, telah menyediakan Google Bisnisku untuk mendaftarkan usaha. Lebih lanjut, Google Bisnisku juga dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja dengan menyediakan email, kalender, cloud storage, serta aplikasi panggilan video.
    Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan Google Analytics dan Google Trends untuk melihat keinginan konsumen dan mengembangkan peluang bisnis.
  1. Pahami Perilaku Pelanggan
    Bagi pelanggan, terutama pelanggan baru yang belum pernah belanja di suatu toko online, belanja online perlu disikapi secara hati-hati. Umumnya mereka akan melihat review atau testimoni dari konsumen lain sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli produk.
    Memahami perilaku dan keinginan konsumen ini dinilai penting untuk masuk ke platform digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, pelaku usaha bisa menyalakan fitur obrolan atau chat agar pelanggan dapat menjangkau mereka. Fitur obrolan ini juga dapat membuka peluang untuk menghasilkan bahkan meningkatkan penjualan.
BACA JUGA :  Koreografer Belanda Arno Schuitemaker Pukau Penikmat Seni di Jambi dalam Karya “If You Could See Me Now”

Kualitas respon admin atau customer service juga menjadi acuan para konsumen untuk menilai kualitas. Misalnya situs M88 yang menyediakan layanan customer service 24 jam bagi para penggunanya.

  1. Perkuat Kemampuan Digital
    Google mengutip data Deloitte, hanya 9 persen UKM Indonesia yang memiliki kemampuan tingkat lanjutan seperti bisnis e-commerce. Sementara itu, 18 persen menggunakan media sosial.
    Data Deloitte juga menunjukkan sebanyak 36 persen pelaku usaha belum memiliki perangkat digital. Kemudian ada 37 persen sudah punya perangkat digital, namun belum digunakan untuk transaksi.
BACA JUGA :  Bareskrim Polri Tetapkan Istri Irjen FS Putri Candrawati Sebagai Tersangka

Di lain kesempatan, peneliti rekanan lembaga penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Krisna Gupta mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/6) lalu bahwa UMKM perlu didorong untuk menggunakan platform digital guna memperluas jangkauan usahanya. Menurutnya, digitalisasi dapat membantu menghemat anggaran untuk pemasaran, menjangkau pasar yang lebih luas, dan membuka peluang untuk mengembangkan produknya. Lebih lanjut Krisna menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital di Indonesia, termasuk bagi UMKM. Adanya kebijakan pembatasan sosial serta perubahan pola konsumsi masyarakat telah memaksa UMKM untuk menggunakan platform digital sebagai media pemasaran.**

Share :

Baca Juga

Bisnis

Wali Kota Jambi Apresiasi Grand Opening Cafe Dato’ Ditengah Wabah Pandemi

Bisnis

Technician Education Can Fuel Financial Success

Bisnis

New Car Technology May Take The Wheel out of Human Hands

Bisnis

Tips Foto Ala Selebgram yang Bagus dan Aesthetic  

Advetorial

Bupati Safrial Sambut Baik Program Duta Simpel Bank 9 Jambi untuk Tingkatkan Animo anak Menabung

Bisnis

SKK Migas-PetroChina Resmikan Proyek West Betara NAG Blok Jabung Jambi

Bisnis

6 Model Baju Lebaran Wanita yang Bagus untuk Silaturahmi

Bisnis

Yuk, Lakukan 6 Cara Ini untuk Promosi Bisnis di Instagram!