JAMBI – Manajemen Bank Jambi menegaskan komitmen penuh untuk memulihkan sisa kerugian akibat insiden siber yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp144 miliar. Selain mendukung penyidikan pidana oleh Polda Jambi, fokus utama bank saat ini adalah mengawal hasil audit forensik yang sedang dilakukan oleh IBM.
Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, menyatakan bahwa hasil audit forensik dari IBM akan menjadi penentu utama langkah hukum berikutnya. Audit ini akan membongkar penyebab pasti kegagalan sistem serta memetakan pihak yang wajib bertanggung jawab, baik dari internal maupun vendor.
“Kita menghormati proses hukum yang dilakukan oleh Polda Jambi. Sementara itu, Bank Jambi juga sudah melakukan audit forensik oleh IBM. Kita menunggu hasil final audit tersebut,” kata Sudirman, dinagsir jambiindepened, Senin (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut poin-poin tegas terkait langkah Bank Jambi:
-
- Sanksi dan Gugatan Hukum: Jika audit membuktikan adanya kelalaian vendor, Bank Jambi akan menuntut ganti rugi penuh. Jika musyawarah gagal, jalur gugatan perdata di pengadilan akan langsung diambil.
- Tidak Spekulatif: Pertanggungjawaban internal di tingkat direksi maupun staf baru akan diputuskan secara objektif setelah hasil audit final keluar.
- Fokus Pengembalian Dana: Proses pidana penangkapan pelaku tidak otomatis mengembalikan uang. Oleh karena itu, jalur perdata dan komitmen vendor menjadi strategi utama pengembalian aset.
- Optimisme Pemulihan: Dari total kerugian Rp144 miliar, Bank Jambi telah berhasil mengamankan Rp18 miliar dan sisa kerugian dipastikan akan terus dikejar.
Pengumuman resmi mengenai hasil akhir audit forensik IBM tersebut nantinya akan disampaikan langsung oleh jajaran Direksi Bank Jambi dalam waktu dekat.*
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal








Komentar