Sentuhan Energi Pertamina: Tiga Kisah Srikandi Lokal Mengubah Wajah Kampung Halaman

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 18:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah perempuan penenun yang tergabung dalam kelompok Mina Tenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tengah memproduksi kain tenun tradisional. Melalui program CSR inovatif dari PT Pertamina Patra Niaga. (FOTO : Dok. Pertamina)

Sejumlah perempuan penenun yang tergabung dalam kelompok Mina Tenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tengah memproduksi kain tenun tradisional. Melalui program CSR inovatif dari PT Pertamina Patra Niaga. (FOTO : Dok. Pertamina)

JAKARTA, 26 September 2026 – Memberdayakan perempuan berarti membuka lebih banyak peluang bagi keluarga dan masyarakat untuk tumbuh bersama. Semangat ini diwujudkan PT Pertamina Patra Niaga melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis potensi lokal, yakni PUANMAKARI oleh Integrated Terminal (IT) Makassar, Posyandu Aster oleh IT Pontianak, dan Mina Tenun oleh Avtur Fuel Terminal (AFT BIL). Ketiganya mendorong perempuan untuk semakin mandiri, produktif, dan berperan aktif di lingkungannya.

Di Makassar, PUANMAKARI (Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri) dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak melalui kelas parenting, pendidikan anak, kelompok belajar perempuan, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan hukum. Program ini telah menjangkau 57 anak, 18 perempuan, 14 warga fakir miskin, dan 11 lansia, sekaligus mendorong pengembangan usaha pengolahan hasil laut melalui Dapur Perlawanan.

Sementara di Pontianak, Posyandu Aster dikembangkan tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, lingkungan, dan kewirausahaan sosial. Melalui CV Aster Kulina Prima, masyarakat khususnya perempuan, mendapatkan peluang ekonomi dengan omzet sekitar Rp2–3,5 juta per bulan untuk mendukung operasional posyandu sekaligus membuka peluang usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Posyandu Aster, Nurul Azizah Novihayati. mengatakan perempuan membutuhkan ruang untuk berkembang dan mengambil peran di lingkungannya.

“Perempuan tidak hanya perlu dijaga kesehatannya, tetapi juga perlu diberi ruang untuk tumbuh, belajar, mengambil keputusan, dan berdaya. Karena perempuan yang berdaya akan menjadi penggerak bagi keluarganya dan lingkungannya,” ujar Nurul.

Di Lombok Tengah, program Mina Tenun mengintegrasikan pemberdayaan perempuan penenun dengan pelestarian budaya dan energi bersih. Program yang berjalan sejak 2022 ini dikembangkan pada 2026 melalui modifikasi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menjadi sumber energi untuk mendukung pompa dan penyediaan air bersih masyarakat.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan menciptakan masyarakat yang mandiri dan tangguh.

“Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan dengan membuka ruang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian ekonomi,” ujar Kitty.

Menurut Kitty, ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

“Kami ingin program CSR Pertamina Patra Niaga tidak berhenti pada bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang membuat masyarakat menjadi pelaku utama. Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri, manfaatnya akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya.*

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota
Pemkab Tanjab Barat dan BRI Kuala Tungkal Perkuat Layanan Keuangan Daerah
Pertamina Hadirkan Kain Tenun dan Songket UMK Unggulan di Kriyanusa 2026
Wamenaker Puji Olahan Pangan TKM Ternate: Kemasan Keren, Kualitas Siap Ekspor!
Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina
KEMNAKER: Perlindungan Hak Buruh adalah Kunci Daya Saing ASEAN di Pasar Global
Pemerintah Siapkan Skema Baru Bansos 2027: Target Hemat Rp1.200 Triliun, Pakai Face Recognition Guna Cegah Judi Online
BREAKING NEWS : Pertamina Patra Niaga Klarifikasi Isu STNK untuk Pembelian BBM Subsidi
Berita ini 19 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:41 WIB

Sentuhan Energi Pertamina: Tiga Kisah Srikandi Lokal Mengubah Wajah Kampung Halaman

Minggu, 27 September 2026 - 18:31 WIB

Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota

Sabtu, 26 September 2026 - 18:52 WIB

Pemkab Tanjab Barat dan BRI Kuala Tungkal Perkuat Layanan Keuangan Daerah

Jumat, 25 September 2026 - 18:49 WIB

Pertamina Hadirkan Kain Tenun dan Songket UMK Unggulan di Kriyanusa 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 18:44 WIB

Wamenaker Puji Olahan Pangan TKM Ternate: Kemasan Keren, Kualitas Siap Ekspor!

Berita Terbaru