BEKASI – PT Pertamina (Persero) bersama Pertamina Foundation menghadirkan 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 di Pakuwon Mall Bekasi, Jawa Barat, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar produk lokal sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis bagi UMKM dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Aceh.
Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, mengatakan SMEXPO menjadi salah satu upaya Pertamina dalam mendorong UMKM agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan skala usahanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan pendampingan berkelanjutan, akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dari sekitar 8.000 UMKM yang mendaftar sejak awal 2026, sebanyak 350 UMKM berhasil melewati proses kurasi. Sebanyak 50 UMKM kemudian terpilih mengikuti SMEXPO Regional Bekasi untuk memasarkan produk unggulan mereka.
Produk yang ditampilkan mencakup empat kategori, yakni kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis. Tahun ini, penyelenggara juga menghadirkan konsep Tenant dan Mart untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menarik dan mendekati sistem ritel modern.
Selain pameran, Pertamina Foundation meluncurkan Katalog Digital PFpreneur yang memuat profil UMKM binaan beserta produk unggulannya. Platform ini diharapkan memudahkan masyarakat dan calon mitra bisnis mengenal produk UMKM secara daring sehingga jangkauan pemasarannya semakin luas.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) sekaligus Dewan Pengawas Pertamina Foundation, Arya Dwi Paramita, mengatakan SMEXPO memberikan kesempatan kepada UMKM binaan untuk bertemu langsung dengan konsumen dan memahami kebutuhan pasar.
“Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina untuk bisa bertemu langsung dengan market-nya di sini,” ujar Arya.
SMEXPO Regional Bekasi 2026 juga menghadirkan kegiatan business matching untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan mitra usaha potensial, termasuk dari sektor korporasi dan industri.
Pertamina menargetkan nilai transaksi minimal Rp2,5 miliar selama kegiatan berlangsung. Sebagai perbandingan, SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 sebelumnya mencatatkan transaksi sekitar Rp3,8 miliar selama tiga hari penyelenggaraan.
Dalam kegiatan ini, Pertamina Foundation turut menghadirkan Pojok Sayang Aceh untuk memasarkan produk UMKM binaan Pertamina dari Aceh yang terdampak bencana. Melalui skema titip jual, produk-produk tersebut diharapkan tetap memiliki akses pasar dan membantu menjaga keberlangsungan usaha masyarakat terdampak.
Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Pusat, Priscilia Simon Mantiri, mengapresiasi penyelenggaraan SMEXPO sebagai ruang bagi UMKM untuk mengembangkan usaha dan membuka peluang baru.
Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya diukur dari nilai transaksi, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha untuk tumbuh mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain pameran dan pertemuan bisnis, SMEXPO Regional Bekasi 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya kreatif, kompetisi anak, lomba coding dan robotik, talkshow, hingga pertunjukan musik.
Melalui kegiatan ini, Pertamina dan Pertamina Foundation berharap UMKM binaan semakin mampu meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, memperluas jaringan pemasaran, serta membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.(Adv)
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga













Komentar