Mina Tenun Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan Lombok, Penghasilan Penenun Tembus Rp750 Ribu per Lembar

Lintas Tungkal

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati (tengah, mengenakan rompi), berdialog dengan perajin saat meninjau proses pembuatan kain tradisional di Galeri Mina Tenun, Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (FOTO : Dok. PERTAMINA)

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati (tengah, mengenakan rompi), berdialog dengan perajin saat meninjau proses pembuatan kain tradisional di Galeri Mina Tenun, Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (FOTO : Dok. PERTAMINA)

LOMBOK, 9 Oktober 2026 — Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui program Mina Tenun, PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL) mendorong pemberdayaan perempuan penenun di Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program yang diwujudkan melalui Galeri Mina Tenun ini mengintegrasikan pengembangan usaha tenun tradisional, peningkatan nilai ekonomi produk lokal, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Inisiatif tersebut berangkat dari tantangan yang dihadapi sebagian masyarakat Desa Sukarara, termasuk purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang membutuhkan alternatif sumber penghasilan setelah kembali ke kampung halaman. Di sisi lain, keterampilan menenun yang diwariskan secara turun-temurun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi pelakunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sebelum program berjalan, sejumlah penenun masih menghadapi kendala permodalan, akses bahan baku, pemasaran, dan posisi tawar dalam rantai penjualan. Sebagian penenun disebut hanya menerima upah sekitar Rp25.000 per lembar kain, sementara penjualan melalui pengepul membuat pembayaran bergantung pada waktu produk terjual.

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan untuk memperkuat potensi ekonomi lokal sekaligus membuka akses usaha yang lebih luas.

“Melalui Galeri Mina Tenun, kami berupaya membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi perempuan penenun, sekaligus mengembangkan potensi lokal melalui inovasi yang mengintegrasikan budaya dan energi terbarukan. Kami ingin perempuan penenun memiliki peluang untuk meningkatkan penghasilan dan membangun kemandirian ekonomi, sementara masyarakat juga dapat merasakan manfaat program dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui dukungan akses air bersih,” ujar Dian.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sentuhan Energi Pertamina: Tiga Kisah Srikandi Lokal Mengubah Wajah Kampung Halaman
Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota
Pemkab Tanjab Barat dan BRI Kuala Tungkal Perkuat Layanan Keuangan Daerah
Pertamina Hadirkan Kain Tenun dan Songket UMK Unggulan di Kriyanusa 2026
Wamenaker Puji Olahan Pangan TKM Ternate: Kemasan Keren, Kualitas Siap Ekspor!
Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina
KEMNAKER: Perlindungan Hak Buruh adalah Kunci Daya Saing ASEAN di Pasar Global
Pemerintah Siapkan Skema Baru Bansos 2027: Target Hemat Rp1.200 Triliun, Pakai Face Recognition Guna Cegah Judi Online
Berita ini 2 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Mina Tenun Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan Lombok, Penghasilan Penenun Tembus Rp750 Ribu per Lembar

Selasa, 29 September 2026 - 18:41 WIB

Sentuhan Energi Pertamina: Tiga Kisah Srikandi Lokal Mengubah Wajah Kampung Halaman

Minggu, 27 September 2026 - 18:31 WIB

Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota

Sabtu, 26 September 2026 - 18:52 WIB

Pemkab Tanjab Barat dan BRI Kuala Tungkal Perkuat Layanan Keuangan Daerah

Jumat, 25 September 2026 - 18:49 WIB

Pertamina Hadirkan Kain Tenun dan Songket UMK Unggulan di Kriyanusa 2026

Berita Terbaru