JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bergerak cepat mengentaskan ketimpangan energi di wilayahnya. Wakil Bupati Tanjab Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., secara khusus mendatangi Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di Jakarta pada Senin (28/9/2026).
Kedatangan orang nomor dua di Tanjab Barat ini membawa misi penting: mendesak akselerasi Program Listrik Desa (Lisdes) untuk periode 2026–2027. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak rasio elektrifikasi daerah yang saat ini masih tertahan di angka 84,82 persen.
“Program Listrik Desa ini sangat krusial untuk menghadirkan keadilan sosial. Ini komitmen kami mendorong pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat perdesaan yang belum menikmati aliran listrik secara optimal,” ujar Wabup Katamso di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Miris, Warga Masih Gunakan Batang Pinang Jadi Tiang Listrik
Fakta di lapangan menunjukkan masih ada sejumlah dusun dan wilayah parit di Tanjab Barat yang belum tersentuh layanan PLN. Demi mendapatkan secercah cahaya di malam hari, warga di beberapa wilayah terpaksa menggunakan batang pohon pinang sebagai tiang jaringan dan menarik kabel secara swadaya.
Selain masalah perluasan jaringan, wilayah “ulu” juga kerap mengeluhkan keandalan listrik yang sering mengalami pemadaman akibat gangguan infrastruktur. Kondisi geografis dan keterbatasan akses jalan serta jembatan menjadi tantangan utama bagi PLN untuk masuk ke area tersebut.
Menyikapi hal ini, Katamso menegaskan bahwa Pemkab Tanjab Barat siap turun tangan penuh.
“Kami siap mendukung dari sisi kewenangan dan fasilitasi. Kami akan bantu penyelesaian kendala akses jalan, jembatan, maupun kebutuhan data koordinat yang diperlukan agar armada teknis bisa masuk,” tegasnya.
25 Lokasi Target Lisdes 2026–2027
Program Lisdes kali ini akan mengintervensi 25 lokasi yang tersebar agresif di delapan kecamatan di Tanjab Barat, dengan rincian:
- Kecamatan Pengabuan: 8 lokasi
- Kecamatan Bram Itam: 5 lokasi
- Kecamatan Batang Asam: 3 lokasi
- Kecamatan Betara: 3 lokasi
- Kecamatan Seberang Kota: 3 lokasi
- Kecamatan Kuala Betara: 1 lokasi
- Kecamatan Tungkal Ilir: 1 lokasi
- Kecamatan Renah Mendaluh: 1 lokasi.
Tantangan Regulasi Kawasan Hutan
Dari total 25 lokasi target, tiga di antaranya berada di dalam kawasan hutan. Lokasi tersebut meliputi Desa Sungai Paur (Kecamatan Renah Mendaluh), Desa Sungai Penoban (Kecamatan Batang Asam), dan Desa Muntialo (Kecamatan Betara).
Terkait sumbatan regulasi ini, Ditjen Ketenagalistrikan menyatakan proses izin pemanfaatan kawasan akan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 7 Tahun 2021. Pemkab Tanjab Barat pun memastikan siap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait agar legalitas administrasi ini cepat rampung tanpa menabrak aturan.
Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Urgensi pemenuhan hak energi ini kian mendesak jika melihat performa ekonomi Tanjab Barat yang tengah meroket. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Tanjab Barat tumbuh impresif sebesar 5,28 persen pada 2025, melonjak tajam dari 4,43 persen pada 2024.
Pertumbuhan ekonomi yang positif ini membutuhkan pasokan listrik yang andal sebagai bahan bakar utama untuk menggerakkan sektor industri rumah tangga dan pertanian warga.
Merespons desakan daerah, pihak Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menjelaskan Program Lisdes ini nantinya akan mengombinasikan tiga strategi utama: perluasan jaringan transmisi (on-grid), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk wilayah terisolasi, serta bantuan pasang baru listrik gratis.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Tanjab Barat dan Kementerian ESDM sepakat mengunci komitmen dengan menggelar forum pembahasan teknis lintas sektor pada Oktober 2026. Forum ini akan mematangkan data koordinat serta kesiapan administrasi agar eksekusi fisik di lapangan berjalan tepat waktu.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Prokopim Tanjab Barat













Komentar