KEMNAKER: Perlindungan Hak Buruh adalah Kunci Daya Saing ASEAN di Pasar Global

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Bantu NTT Pulih. Gempa M 7,7 menyisakan luka mendalam bagi saudara kita di NTT. Mari rapatkan barisan dan salurkan bantuan terbaik Anda melalui tautan berikut:
+ Donasi

Para delegasi yang terdiri dari perwakilan pemerintah, asosiasi pekerja, dan pengusaha dari negara-negara anggota ASEAN berfoto bersama pasca-peluncuran laporan ilmiah dalam acara ASEAN Regional Seminar on Trade, Labour, and Fundamental Principles and Rights at Work (FPRW) di Bali, Rabu (9/9/2026). (FOTO : Dok. Biro Humas Kemnaker)

Para delegasi yang terdiri dari perwakilan pemerintah, asosiasi pekerja, dan pengusaha dari negara-negara anggota ASEAN berfoto bersama pasca-peluncuran laporan ilmiah dalam acara ASEAN Regional Seminar on Trade, Labour, and Fundamental Principles and Rights at Work (FPRW) di Bali, Rabu (9/9/2026). (FOTO : Dok. Biro Humas Kemnaker)

BALI — Perkembangan persyaratan perdagangan dan rantai pasok global menuntut pemenuhan hak-hak dasar tenaga kerja menjadi bagian penting bagi daya saing ekonomi Indonesia dan negara-negara ASEAN. Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam seminar regional yang mempertemukan pemerintah, pekerja, dan pengusaha dari negara-negara ASEAN di Bali, 9–10 September 2026.

Seminar regional yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Sekretariat ASEAN dengan dukungan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Pemerintah Kanada tersebut membahas keterkaitan antara perdagangan, pekerjaan yang layak, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan forum tersebut penting untuk memperkuat pemahaman bersama bahwa perdagangan dan pemenuhan hak tenaga kerja perlu berjalan beriringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia bangga telah menjadi tuan rumah dialog regional penting ini, yang mempertemukan pemerintah, pekerja, dan pengusaha untuk membahas bagaimana perdagangan, pekerjaan yang layak, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan dapat maju secara bersamaan,” ujar Cris secara virtual, Rabu (9/9/2026).

Menurut Cris, perubahan tuntutan pasar global perlu direspons melalui kerja sama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha. Langkah tersebut diperlukan agar pemenuhan hak-hak dasar tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung daya saing dunia usaha dan keberlanjutan rantai pasok.

Tantangan tersebut juga dihadapi sektor-sektor yang berorientasi ekspor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan standar perdagangan dan rantai pasok global.

Karena itu, peserta seminar membahas sejumlah langkah untuk memperkuat pemenuhan hak tenaga kerja, antara lain melalui regulasi dan penegakan hukum, dialog sosial, serta koordinasi antarlembaga dan antarnegara.

Seminar ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Studi Regional ASEAN mengenai Implikasi Penyertaan Ketentuan Ketenagakerjaan dalam Perjanjian Perdagangan Bebas. Studi tersebut memetakan ketentuan ketenagakerjaan dalam perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) serta melihat implikasinya bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja di kawasan ASEAN.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Skema Baru Bansos 2027: Target Hemat Rp1.200 Triliun, Pakai Face Recognition Guna Cegah Judi Online
BREAKING NEWS : Pertamina Patra Niaga Klarifikasi Isu STNK untuk Pembelian BBM Subsidi
Resmi Ditutup: Ledakan 4.000 Pendaftar Pertamina UMK Academy 2026 Buktikan Kesiapan UMK Naik Kelas
Aksi Nyata Gerakkan Ekonomi: Bupati Tanjab Barat Borong dan Bagikan Produk UMKM di Kuala Tungkal
Narita Shibori dan Perjalanannya Menjadi UMKM Inklusif
Bupati Anwar Sadat Dorong Pengelolaan Sampah Modern Bernilai Ekonomi di TPA Lubuk Terentang
Bupati Tanjab Barat Siap Fasilitasi HKI dan Pemasaran Ecoprint Kuala Dasal
Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak Penjualan dan Beri Dampak Ekonomi bagi UMKM
Berita ini 11 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

KEMNAKER: Perlindungan Hak Buruh adalah Kunci Daya Saing ASEAN di Pasar Global

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Baru Bansos 2027: Target Hemat Rp1.200 Triliun, Pakai Face Recognition Guna Cegah Judi Online

Jumat, 4 September 2026 - 19:36 WIB

BREAKING NEWS : Pertamina Patra Niaga Klarifikasi Isu STNK untuk Pembelian BBM Subsidi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Resmi Ditutup: Ledakan 4.000 Pendaftar Pertamina UMK Academy 2026 Buktikan Kesiapan UMK Naik Kelas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Aksi Nyata Gerakkan Ekonomi: Bupati Tanjab Barat Borong dan Bagikan Produk UMKM di Kuala Tungkal

Berita Terbaru