Mina Tenun Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan Lombok, Penghasilan Penenun Tembus Rp750 Ribu per Lembar

Lintas Tungkal

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati (tengah, mengenakan rompi), berdialog dengan perajin saat meninjau proses pembuatan kain tradisional di Galeri Mina Tenun, Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (FOTO : Dok. PERTAMINA)

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati (tengah, mengenakan rompi), berdialog dengan perajin saat meninjau proses pembuatan kain tradisional di Galeri Mina Tenun, Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (FOTO : Dok. PERTAMINA)

Memperkuat Nilai Tambah Produk Tenun

Dalam pengembangan ekonomi kreatif, keterampilan produksi perlu didukung akses terhadap bahan baku, sarana produksi, pemasaran, dan sistem pembayaran yang lebih pasti. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan melalui Galeri Mina Tenun.

Melalui program ini, para penenun memperoleh akses terhadap bahan baku, motif, dan alat tenun gedogan untuk mendukung proses produksi. Galeri juga berperan membantu pemasaran dan mempercepat penjualan produk, sehingga penenun dapat menerima pembayaran setelah kain selesai diproduksi tanpa harus menunggu produk terjual kepada konsumen akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan skema tersebut, penghasilan yang diterima penenun kini dapat mencapai minimal sekitar Rp750.000 per lembar setelah memperhitungkan modal kain. Angka ini menunjukkan potensi peningkatan nilai ekonomi yang dapat diterima penenun dibandingkan dengan sistem pengupahan sebelumnya, meskipun perbandingan langsung perlu mempertimbangkan perbedaan skema produksi dan komponen biaya.

Penguatan akses produksi dan pemasaran diharapkan dapat membantu perempuan penenun meningkatkan pendapatan, menjaga keberlanjutan usaha, serta memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Selain mempertahankan keterampilan tradisional, pengembangan tenun sebagai produk ekonomi kreatif juga membuka ruang bagi peningkatan daya saing produk lokal. Upaya tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem usaha berbasis budaya, yang menghubungkan keterampilan perajin dengan akses pasar dan kebutuhan konsumen.

Inovasi Tenun dan Energi Terbarukan

Program Mina Tenun tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menghubungkan aktivitas produktif masyarakat dengan pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih.

Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah NTB turut memengaruhi kehidupan masyarakat Desa Sukarara. Keterbatasan pasokan air membuat sebagian rumah tangga harus mencari sumber air alternatif atau membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini mengembangkan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dimodifikasi agar gerakan mekanis selama proses menenun dapat menghasilkan energi listrik. Energi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pengoperasian pompa air dan sistem filtrasi.

Inovasi ini juga didukung pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga.

Dian mengatakan, inovasi sosial perlu dirancang agar memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berpotensi berkelanjutan.

“Bagi kami, inovasi sosial bukan hanya tentang menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui Mina Tenun, aktivitas menenun yang menjadi bagian dari budaya lokal dikembangkan untuk mendukung penghidupan perempuan sekaligus menghadirkan solusi bagi kebutuhan air bersih. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan,” tambah Dian.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sentuhan Energi Pertamina: Tiga Kisah Srikandi Lokal Mengubah Wajah Kampung Halaman
Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota
Pemkab Tanjab Barat dan BRI Kuala Tungkal Perkuat Layanan Keuangan Daerah
Pertamina Hadirkan Kain Tenun dan Songket UMK Unggulan di Kriyanusa 2026
Wamenaker Puji Olahan Pangan TKM Ternate: Kemasan Keren, Kualitas Siap Ekspor!
Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina
KEMNAKER: Perlindungan Hak Buruh adalah Kunci Daya Saing ASEAN di Pasar Global
Pemerintah Siapkan Skema Baru Bansos 2027: Target Hemat Rp1.200 Triliun, Pakai Face Recognition Guna Cegah Judi Online
Berita ini 5 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Mina Tenun Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan Lombok, Penghasilan Penenun Tembus Rp750 Ribu per Lembar

Selasa, 29 September 2026 - 18:41 WIB

Sentuhan Energi Pertamina: Tiga Kisah Srikandi Lokal Mengubah Wajah Kampung Halaman

Minggu, 27 September 2026 - 18:31 WIB

Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai, Berdayakan Lebih dari 150 UMKM Binaan di Berbagai Kota

Sabtu, 26 September 2026 - 18:52 WIB

Pemkab Tanjab Barat dan BRI Kuala Tungkal Perkuat Layanan Keuangan Daerah

Jumat, 25 September 2026 - 18:49 WIB

Pertamina Hadirkan Kain Tenun dan Songket UMK Unggulan di Kriyanusa 2026

Berita Terbaru