JAMBI — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, menekankan pentingnya mitigasi sejak dini dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Edi mengungkapkan, langkah antisipasi seharusnya dilakukan jauh sebelum musim kemarau tiba, melalui pengecekan langsung terhadap kondisi kawasan rawan, kesiapan personel, serta ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.
Hal tersebut disampaikan Edi Purwanto melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu (17/10/2026). Ia menceritakan pengalamannya ketika masih menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi, saat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan menghadapi karhutla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu pada saat saya Ketua DPRD Provinsi Jambi, satu bulan sebelum musim kemarau kami bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, Pak Kajati dan kepala daerah turun ke lapangan melihat kondisi gambut di kawasan hutan, Taman Nasional Berbak dan lain-lain,” tulis Edi.
Menurutnya, peninjauan tersebut juga dilakukan untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi kebakaran, termasuk keberadaan regu pemadam kebakaran, kecukupan alat berat, serta ketersediaan sumur bor sebagai sumber air untuk pemadaman.
Selain itu, upaya mitigasi mencakup penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), penyediaan pipa sumur bor di wilayah gambut, pembuatan parit sebagai cadangan air, hingga pembangunan embung untuk mendukung operasi pemadaman melalui water bombing.
Edi juga menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan kepala desa, tokoh masyarakat, serta organisasi nonpemerintah atau NGO. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting agar pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Mitigasi ini juga bagian penting agar kita benar-benar siap menghadapi kemarau, termasuk karhutla,” tulisnya.
Dorong Konsolidasi Percepatan Penanganan Karhutla
Di tengah upaya penanganan karhutla di Provinsi Jambi, Edi mengajak masyarakat mendukung langkah Gubernur Jambi bersama Danrem, Kapolda, dan Kajati untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan yang tersedia.
Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar penanganan kebakaran berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif. Kesiapan personel, peralatan, sumber air, serta dukungan perusahaan dan masyarakat perlu disatukan dalam langkah yang terukur.
“Ayo kita dukung Pak Gubernur, Pak Danrem, Pak Kapolda dan Pak Kajati untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan yang ada guna mempercepat penyelesaian karhutla di Jambi agar udara kita kembali bersih,” tulis Edi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api telah meluas. Mitigasi, kesiapan infrastruktur, pemantauan kawasan rawan, dan koordinasi antarlembaga harus menjadi bagian dari strategi yang berjalan secara berkelanjutan.
Selain peran pemerintah dan aparat, perusahaan yang beroperasi di kawasan rawan kebakaran juga perlu memastikan kesiapan sarana pemadaman sesuai kewajibannya. Sementara itu, masyarakat dan pemerintah desa memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Dengan konsolidasi lintas sektor yang kuat dan mitigasi yang terencana, penanganan karhutla di Jambi diharapkan semakin efektif, sekaligus menekan dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan kualitas udara.*
Penulis : Angah
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal













Komentar