Optimalkan Fungsi KHDTK, Pertamina dan Kementerian Kehutanan Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina dan Kementerian Kehutanan Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat. FOTO : WHI

Pertamina dan Kementerian Kehutanan Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat. FOTO : WHI

JAKARTA, 15 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation (PF) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk mengoptimalkan fungsi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (14/01), dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi hijau.

Penandatanganan dilakukan oleh Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia, M.Si., dan Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Rahman S.Hut., serta VP CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto.

Wamenhut Sulaiman Rahman menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mentransformasi tata kelola kehutanan nasional menjadi lebih preventif dan adaptif terhadap risiko bencana ekologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebijakan kehutanan saat ini menuntut perubahan paradigma ke arah pengelolaan yang resilien. Kami memproyeksikan KHDTK sebagai Center of Excellence atau pusat unggulan yang tidak hanya melahirkan SDM kompeten, tetapi juga menjadi model pengembangan teknologi dan kebijakan kehutanan yang inovatif,” ujar Sulaiman.

VP CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menyampaikan bahwa kerja sama ini akan memperkuat cakupan program Hutan Lestari yang telah dijalankan Pertamina sejak 2018. Hingga saat ini, Pertamina telah menanam lebih dari 13,42 juta pohon (mangrove dan darat) di 337 titik di seluruh Indonesia.

Program tersebut terbukti efektif menyerap karbon hingga 222.973 ton CO2 ekuivalen dan merehabilitasi 891 hektare lahan. Selain itu, melalui 13 lokasi Perhutanan Sosial, Pertamina telah membantu 4.783 penerima manfaat dengan pendapatan kelompok mencapai Rp3 miliar per tahun.

“Kerja sama ini adalah bagian dari upaya kami dalam menurunkan emisi karbon dan mitigasi bencana melalui pemulihan lahan kritis. Kami mendukung penuh komitmen pemerintah untuk merehabilitasi 12,7 juta hektare lahan kritis sebagai strategi ketahanan nasional,” ungkap Rudi.

Sementara itu, Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, menjelaskan bahwa pihaknya akan berperan aktif dalam implementasi teknis di lapangan. Fokus utama mencakup integrasi ketahanan pangan dan energi berbasis kehutanan di lokasi-lokasi yang dikelola BP2SDM.

“Kami tidak hanya melakukan penanaman, tetapi memastikan ada korelasi positif terhadap ekonomi masyarakat lokal. Sinergi ini mencakup penguatan kapasitas warga sekitar hutan agar mereka menjadi garda terdepan dalam pelestarian hutan sekaligus mandiri secara ekonomi,” jelas Gusman.

Sinergi ini merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap agenda Asta Cita Pemerintah dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pembangunan manusia, penguatan ekonomi berkelanjutan, dan perlindungan ekosistem darat.

Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Penulis : Warna Komunika

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamdani : Penyambutan Dandim dan Kapolres Baru: Harapan Baru untuk Tanjab Barat 
Eskalasi Situasi Keamanan di Iran, Kemlu: Kondisi WNI Terpantau Aman dan Belum Perlu Evakuasi
Berpamitan, AKBP Agung Basuki Sebut Tugas di Tanjab Barat Tinggalkan Kesan Mendalam
Korban Kedua yang Hilang di Sungai Pengabuan Ditemukan Meninggal Dunia
AKBP Maulia Kuswicaksono, Kapolres Baru Tiba di Mapolres Tanjab Barat
KILAS BALIK: Jejak Tiga Menteri Agama yang Terjerat Skandal Pengelolaan Haji
Sepanjang 2025, Pertamina Sukses Fasilitasi 5.888 Sertifikasi UMKM Mitra Binaan
HUT ke-63 Bank Jambi, Bupati Tegaskan Pentingnya Peran Strategis Perbankan Daerah 
Berita ini 13 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:23 WIB

Optimalkan Fungsi KHDTK, Pertamina dan Kementerian Kehutanan Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:14 WIB

Hamdani : Penyambutan Dandim dan Kapolres Baru: Harapan Baru untuk Tanjab Barat 

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:09 WIB

Eskalasi Situasi Keamanan di Iran, Kemlu: Kondisi WNI Terpantau Aman dan Belum Perlu Evakuasi

Senin, 12 Januari 2026 - 19:22 WIB

Berpamitan, AKBP Agung Basuki Sebut Tugas di Tanjab Barat Tinggalkan Kesan Mendalam

Senin, 12 Januari 2026 - 14:30 WIB

Korban Kedua yang Hilang di Sungai Pengabuan Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Dilema Guru diantara Mendidik dan Intaian Jerat Hukum : FOTO Ilustrasi/AI

Pendidikan

Dilema Guru diantara Mendidik dan Intaian Jerat Hukum

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:52 WIB