KUALA TUNGKAL – Seorang penumpang kapal penyeberangan (Roro) rute Kuala Tungkal menuju Batam Jeffry Setiawan (40), dilaporkan meninggal saat pelayaran di perairan Pulau Lobam, Bintan, Minggu 5 April 2026.
Korban yang merupakan seorang pengemudi kendaraan pribadi tersebut sempat mengeluhkan sesak napas sebelum mengembuskan napas terakhir di atas kapal KMP Sembilang rute Kuala Tungkal menuju Batam. Jenazah korban selanjutnya dievakusi oleh TIM Kantor SAR Tanjungpinang.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Kuala Tungkal, IPTU Widiharto, mengonfirmasi insiden medis tersebut. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, kondisi kesehatan korban mulai memburuk saat posisi kapal berjarak sekitar tiga hingga empat jam perjalanan menuju Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban mengeluh sakit dan mengalami sesak napas saat perjalanan sudah mendekati wilayah Batam. Mengingat urgensi situasi, pihak kapal segera berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk langkah evakuasi,” ujar IPTU Widiharto, Minggu (05/04/2026).
Merespons kondisi darurat tersebut, manajemen kapal melakukan koordinasi cepat dengan ASDP Batam dan Basarnas. Proses evakuasi dilakukan langsung di tengah laut menggunakan kapal Basarnas untuk mempercepat penanganan, tanpa menunggu kapal bersandar di pelabuhan yang dijadwalkan tiba pukul 12.00 WIB.
Perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Kuala Tungkal, Soleh, menyatakan bahwa korban merupakan pengguna jasa yang bertindak sebagai sopir pribadi. Hingga saat ini, riwayat medis spesifik korban masih dalam pendataan tim medis di Batam.
“Kami belum bisa memastikan riwayat penyakitnya secara detail, namun prosedur penanganan darurat telah dilaksanakan secara maksimal oleh kru kapal dan tim evakuasi,” jelas Soleh.
Insiden ini menjadi catatan penting bagi penyedia jasa transportasi laut, mengingat durasi pelayaran Kuala Tungkal–Batam yang memakan waktu hingga 18 jam. Pihak ASDP mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
“Kami sangat menyarankan calon penumpang yang merasa kurang sehat untuk menunda perjalanan demi keselamatan. Selain itu, kami terus berupaya meningkatkan fasilitas layanan kesehatan di pelabuhan guna mengantisipasi kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.(TIM)
Penulis : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal









![Ilustrasi: Dana zakat, infak, dan sedekah dihimpun dari masyarakat dengan niat ibadah, namun dalam praktik penyalurannya kerap tampil sebagai program bantuan yang dipresentasikan oleh pejabat di ruang publik. [FOTO: ILUSTRASI/LT]](https://lintastungkal.com/wp-content/uploads/IMG-20260308-WA0008-360x200.jpg)

