PENGABUAN – Kunjungan Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat ke lokasi kebakaran di Kelurahan Teluk Nilau, Rabu (06/05), menyisakan catatan kritis mengenai manajemen bencana dan penataan ruang di wilayah tersebut. Meski bantuan logistik mengalir, musibah ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah terkait buruknya infrastruktur mitigasi kebakaran.
Sorotan pada Akses dan Pemukiman Kumuh
Bupati Anwar Sadat mengakui secara terbuka bahwa armada pemadam kebakaran sempat terhambat menuju titik api akibat sempitnya akses jalan. Hal ini mengungkap fakta bahwa penataan kawasan pemukiman padat di Teluk Nilau selama ini luput dari pengawasan standar keselamatan bencana.
Rencana pelebaran jalan yang baru digulirkan pasca-kejadian memicu pertanyaan mengenai sejauh mana fungsi perencanaan tata ruang wilayah (RTRW) dijalankan sebelum musibah terjadi. Selain akses, instalasi listrik yang semrawut dan minimnya sumber air di lokasi padat penduduk menjadi “bom waktu” yang akhirnya meledak dalam musibah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan: Solusi Jangka Pendek atau Pemulihan Permanen?
Gubernur Al Haris menekankan pentingnya kehadiran pemerintah melalui bantuan pangan, sandang, dan dana stimulan. Namun, di balik angka-angka bantuan yang mencapai puluhan juta rupiah, tantangan sebenarnya terletak pada kecepatan rehabilitasi hunian.
“Pemerintah hadir bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan secara simbolis, tapi memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat,” ujar Al Haris. Namun, publik menunggu apakah komitmen ini akan berlanjut pada bantuan konstruksi rumah yang layak, atau sekadar bantuan kebutuhan dasar yang bersifat sementara.
Ketergantungan pada Partisipasi Swasta dan ASN
Ada hal menarik saat Gubernur mengimbau sektor swasta dan pengusaha untuk turun tangan. Di satu sisi, ini menunjukkan ajakan solidaritas; namun di sisi lain, hal ini bisa dibaca sebagai terbatasnya kapasitas fiskal daerah dalam menangani dampak bencana secara mandiri tanpa “sumbangan” dari pihak luar dan iuran sukarela ASN.
Langkah ke Depan: Bukan Sekadar Janji
Pemkab Tanjab Barat kini memikul beban untuk membuktikan janji penataan ulang kawasan. Penambahan armada pemadam kebakaran dan pengecekan rutin instalasi listrik tidak boleh berhenti sebagai wacana reaktif pasca-bencana. Tanpa langkah konkret dan ketegasan dalam menata pemukiman, kunjungan pejabat di lokasi kebakaran hanya akan menjadi rutinitas seremonial di atas puing penderitaan warga.
Hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Bupati Katamso, Sekda Hermansyah, serta jajaran OPD terkait. Warga kini menanti apakah janji pelebaran jalan dan perbaikan infrastruktur akan segera terealisasi atau terkendala lagi oleh urusan birokrasi dan pembebasan lahan.*
Editor : Tim Redkasi
Sumber Berita: Lintastungkal











