DENPASAR, 6 AGUSTUS 2026 – PT Pertamina Patra Niaga secara konkret mempercepat program modernisasi pertanian berbasis energi bersih di Provinsi Bali. Komitmen ini dibuktikan melalui penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bertenaga listrik untuk kelompok tani di Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari, kawasan Subak Sembung, Denpasar.
Bantuan strategis berupa tiga unit traktor listrik dan satu unit mesin perontok padi (dores) listrik tersebut diserahkan langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, bersama Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Wanti Waranei F. Mamahit, pada Senin (3/8). Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia melalui pemberdayaan masyarakat.
Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, menegaskan bahwa peran perusahaan kini tidak lagi sekadar menyediakan akses energi, melainkan memastikan energi tersebut mampu memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi nyata dan meningkatkan kesejahteraan. Kami berharap Alsintan listrik ini dapat mempermudah kegiatan operasional petani, mempercepat pengelolaan lahan serta hasil panen, sekaligus memotong biaya operasional yang selama ini harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar fosil,” ujar Sabar.
Modernisasi Subak dan Pemberdayaan Multi-Sektor
Kelompok Uma Palak Lestari merupakan program binaan Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai yang terintegrasi dalam jaringan Desa Energi Berdikari Pertamina Patra Niaga. Program ini memberdayakan sedikitnya 35 anggota kelompok usaha bersama yang bergerak lintas sektor, mulai dari pertanian, pengolahan produk lokal, hingga pengembangan ekowisata berbasis komunitas.
Di kawasan Subak Sembung, masyarakat mengelola berbagai komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi seperti bawang, cabai, tomat, sayur-sayuran, hingga bunga telang. Selain sektor agro, kelompok ini juga berhasil mengembangkan budidaya dan pengolahan ikan lele sebagai pilar sumber penghasilan tambahan.
Inovasi Mikrohidro “Si Uma” Penopang Kemandirian
Selain adopsi Alsintan listrik, kemandirian energi di subak ini didukung penuh oleh infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) lokal yang diberi nama Si Uma. Pembangkit memanfaatkan aliran irigasi tradisional subak untuk menghasilkan energi bersih secara mandiri.
Energi dari Si Uma dialokasikan langsung untuk mendukung aktivitas produktif kelompok, termasuk menyuplai sistem penerangan jalan usaha tani. Fasilitas penerangan ini terbukti vital dalam menjaga keamanan, kelancaran mobilitas, serta mendukung aktivitas pemeliharaan pertanian harian masyarakat setempat pada malam hari.
Melalui sinergi teknologi listrik dan energi mikrohidro ini, Pertamina Patra Niaga optimistis DEB Uma Palak Lestari mampu menjadi percontohan nasional untuk implementasi green farming (pertanian hijau) yang mandiri, efisien, dan berdampak ekonomi tinggi bagi kesejahteraan petani lokal.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga








Komentar