Alih-alih uji kekuatan untuk partai buruh, toh kesuksesan aksi mogok berskala nasional ini akan memulihkan image organisasi buruh yang selama terlanjur terkesan sedang mati suri. Sebab berbagai masalah kaum buruh yang terjadi di sejumlah kawasan industri seperti tidak lagi menjadi bagian dari perhatian yang harus dan wajib mendapat perioritas pendampingan maupun pembelaan yang patut dilakukan oleh organisasi buruh.
Setidaknya, nyaris sepanjang tahun 2023, suara buruh terdengar senyap, nyaris tak bersuara kecuali riak-riak kecil menggunjingkan proses UU Cipta Kerja yang berulang kali jadi pembahasan di MK. Jadi klaim 5 juta buruh di Indonesia hendak serempak bergerak melakukan aksi mogok nasional bisalah disebut sebagai unjuk kekuatan dari Partai Buruh yang ingin ikut menjadi salah satu kontestan dalam rangkaian Pemilu 2024. Meski suaranya nyaris tak sempat terdengar dalam pergunjingan Capres dan Cawapres untuk Pilpres tahun 2024, dapatlah dijadikan salah satu penakar bagaimana kehadiran Partai Buruh dalam kancah perpolitikan di Indonesia, apakah sudah dapat juga diperhitungkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Skema dari 5 juta buruh di seluruh Indonesia, tentu saja belum bisa terbilang sebagai kekuatan partai butuh yang cukup membanggakan. Apalagi mengingat jumlah kaum buruh di Indonesia jauh lebih besar jumlahnya dari bilangan tersebut.
Penulis : Jacob Ereste
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lintastungkal
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya