Dampak Konflik Geopolitik Rusia-Ukraina terhadap Pergerakan Harga Emas dan Pasar Keuangan Global

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 26 November 2024 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andhika Wahyudiono ; Dosen UNTAG Banyuwangi

Andhika Wahyudiono ; Dosen UNTAG Banyuwangi

EKONOMI – Konflik Rusia-Ukraina telah mengubah dinamika pasar global, khususnya dalam hal pergerakan harga emas dan sektor keuangan. Ketegangan geopolitik yang berlangsung sejak 2022 memicu ketidakpastian ekonomi di seluruh dunia, memaksa investor mencari tempat berlindung yang lebih aman. Emas, yang dikenal sebagai aset safe-haven, memperoleh perhatian lebih karena perannya sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar. Ketegangan ini, ditambah dengan potensi eskalasi lebih lanjut, mendorong lonjakan harga emas yang menarik perhatian pelaku pasar. Harga emas menunjukkan pergerakan yang tajam selama krisis ini, mencapai level tertinggi yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Dalam situasi tersebut, emas menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin mengurangi risiko portofolio mereka. Investor cenderung beralih ke emas ketika ketegangan geopolitik meningkat karena logam mulia ini dianggap memiliki nilai intrinsik yang stabil. Seiring dengan meningkatnya ketegangan di Ukraina, permintaan terhadap emas sebagai aset pelindung nilai meningkat, mendorong harga emas naik secara signifikan. Kenaikan harga emas ini bertepatan dengan melemahnya sejumlah mata uang global lainnya, yang semakin memperkuat daya tarik emas di pasar internasional.

Pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, tetapi juga oleh kebijakan moneter negara-negara besar. Penguatan dolar AS yang terjadi beberapa kali selama periode konflik memengaruhi daya tarik emas. Dolar AS sering menjadi patokan dalam perdagangan emas, dan ketika dolar menguat, emas cenderung melemah karena biaya pembelian yang lebih tinggi. Oleh karena itu, meskipun ketegangan geopolitik memberikan dorongan bagi harga emas, fluktuasi dolar AS tetap menjadi faktor yang dapat membatasi potensi kenaikan harga emas lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan harga emas yang signifikan tidak hanya berdampak pada pasar komoditas, tetapi juga pada pasar saham global. Di Indonesia, Indeks Komposit Jakarta merespons positif terhadap lonjakan harga emas, yang tercermin dalam kenaikan sejumlah saham yang terhubung dengan sektor pertambangan emas. Para investor di pasar saham Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki posisi mereka dengan saham-saham terkait sektor tambang yang berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar dari lonjakan harga emas.

Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Penulis : Andhika Wahyudiono ; Dosen UNTAG Banyuwangi

Editor : Redkasi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerakan Rakyat vs PSI Kejar Target, Gerindra Dikepung?
Mengejar Gizi, Melupakan Guru: Ironi MBG dan Masa Depan SDM
Birokrasi Teatrikal; Ketika Serimoni Mengalahkan Urgensi
Memutus Rantai Kezaliman Struktural Melalui Strategi Korektif Nasional
Refleksi Final Gubernur Cup 2026: Sepak Bola Jambi Butuh Skill, Tapi Lebih Butuh Membangun Budaya Sabar di Lapangan Hijau
Antara Tugas Suci, Ancaman Hukum dan Mutasi: Posisi Guru Kian Rentan!,
Bencana Datang, Ormas Menghilang: Ketika Seragam Ramai di Jalanan, Tapi Sunyi di Lokasi Bencana
Polri Vs Mahkamah Konstitusi
Berita ini 232 kali dibaca
Dilarang Mengambil dan/atau Menayangkan Ulang Sebagian Atau Keseluruhan Artikel di atas untuk Konten Akun Media Sosial Komersil Tanpa Seizin Redaksi.

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:59 WIB

Gerakan Rakyat vs PSI Kejar Target, Gerindra Dikepung?

Senin, 9 Februari 2026 - 19:03 WIB

Mengejar Gizi, Melupakan Guru: Ironi MBG dan Masa Depan SDM

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:14 WIB

Birokrasi Teatrikal; Ketika Serimoni Mengalahkan Urgensi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:27 WIB

Memutus Rantai Kezaliman Struktural Melalui Strategi Korektif Nasional

Senin, 26 Januari 2026 - 00:52 WIB

Refleksi Final Gubernur Cup 2026: Sepak Bola Jambi Butuh Skill, Tapi Lebih Butuh Membangun Budaya Sabar di Lapangan Hijau

Berita Terbaru