LIVE
Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Level 4 sampai 9 Agustus Ini Aturan Baru Pemberlakukan Jam Malam di Tanjab Barat Danrem 042 Gapu Berikan Materi kepada KKDN Sespimti Polri Pemkab Tanjabbar Jalin Kerjasama dengan DJKN Sumsel dan BPKP Jambi Spektakuler, Dandim 0419/Tanjab Patroli Karhutla bersama Komunitas Motor Pecinta Alam

Home / Bisnis

Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:47 WIB

Bikin Resah Warga, Polisi Akan Bidik Pinjol Ilegal

ILUSTRASI Berita Pinjol

ILUSTRASI Berita Pinjol

JAKARTA – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah membidik sejumlah penyedia layanan pinjaman online (Pinjol) yang tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alias ilegal.

Penertiban akan dilakukan lantaran selama ini masyarakat banyak dirugikan oleh kerja-kerja pinjol yang memberatkan nasabah. Bahkan Polri mengibaratkan kegiatan pinjol ilegal tersebut seperti preman yang meresahkan masyarakat.

“Sama seperti disampaikan kemarin, kasus preman, ini kasus pinjaman online (pinjol) pun juga meresahkan masyarakat,” kata Wadir Tipideksus Kombes Whisnu Hermawan Februanto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/06/21).

BACA JUGA :  Hampir Saja Terjadi Kebakaran di Jalan Panglima Kuala Tungkal

Dia mengatakan, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto bahkan sampai meneken surat telegram kepada jajaran kepolisian di daerah untuk segera menangani perkara-perkara pinjol di daerah.

Whisnu, mengutip data OJK, menyatakan sampai saat ini ada sekitar 3.000 pinjol yang tak terdaftar.

Kasus-kasus pinjol seringkali meresahkan masyarakat lantaran korban-korbannya kerap mendapat teror oleh penagihnya alias debt collector.

BACA JUGA :  Gubernur Jambi Minta Peserta KKN Kebangsaan Jadi Pelopor Penerapan Disiplin Prokes Covid-19 di Masyarakat

Beberapa kasus, para penagih menyebarkan informasi peminjam kepada kerabat-kerabatnya tanpa persetujuan.

Dalam beberapa kasus lain, polisi juga menemukan  ada pinjol yang mengirimkan foto-foto vulgar dan data pribadi milik peminjam kepada khalayak luas di media sosial. Sehingga, peminjam merasa tertekan.

“Bahkan sampai ada yang stres akibat pinjaman ini tidak benar,” tambahnya.

Korban seringkali tak dapat membayar pinjamannya karena dicekik oleh bunga yang terlampau besar. Kasus-kasus pinjol ini, kata dia, telah memakan banyak korban.

Share :

Baca Juga

Bisnis

Produksi Tas Purun Desa Pematang Buluh Siap Dipasarkan di Pasar Lokal dan Nasional

Bisnis

Antisipasi Covid-19, Warkop Ini Tutup Dipintu Tulis Gini “Buka 24 Jam Kami Didalam, Dirumah Aja Minumnya

Bisnis

PD BPR Tanggo Rajo Akan Jadi BPR Syariah

Bisnis

Begini Cara Menggunakan Meterai Edisi Lama Setara Nilai Meterai Rp10.000

Bisnis

Wali Kota Jambi Apresiasi Grand Opening Cafe Dato’ Ditengah Wabah Pandemi

Ekonomi

Begini Cara Kapolres Tanjabbar Motivasi UMKM Pembuatan Souvenir dan Tas dari Batok Kelapa

Bisnis

New Car Technology May Take The Wheel out of Human Hands

Advetorial

Bupati Safrial Sambut Baik Program Duta Simpel Bank 9 Jambi untuk Tingkatkan Animo anak Menabung