LIVE TV
Danrem 042/Gapu Serahkan Koleksi Harimau Sumatera yang Sudah Diawetkan ke Museum Siginjei Jambi Rotasi Jabatan, Acep Vicky Rosnidar Jabat Kasi Datun Kejari Tanjabbar Di Addendum, Larangan Mudik 2021 Maju Mulai 22 April, Ini Peraturan Lengkapnya Bupati Ikuti Rakor Pembatasan Mudik Lebaran dengan Pj Gubernur dan Kapolda Jambi Pemkab Tanjab Barat Audensi dengan Bappenas RI

Home / Tanjab Barat

Jumat, 16 Oktober 2020 - 11:26 WIB

BPBD Tanjabbar Ingatkan Nelayan Waspada Fenomena La Nina

FOTO : Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, MM

FOTO : Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, MM

KUALA TUNGKAL – Menjelang pergantian musim di penghujung tahun 2020 ini, masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya para Nelayan di minta untuk waspada ketika beraktivitas melaut. Sebab La Nina bisa saja muncul di saat musim penghujan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Barat, Ir. Zulfikri. Ia menyebutkan bahwa sifat hujan yang terjadi saat ini dalam kondisi normal hingga di atas normal.

“Waspadai terjadinya cuaca ekstrim pada puncak musim penghujan berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS),” katanya di Kuala Tungkal, Jumat (16/10/20).

BACA JUGA :  Mochtar ; Ada Empat Poros Partai Politik Diprediksi Ramaikan Pilpres 2024

Kata Zulfikri awal musim hujan untuk wilayah Provinsi Jambi secara umum terjadi pada bulan Oktober 2020 dengan Puncak musim hujan di perkirakan terjadi pada bulan November 2020. Tidak hanya itu kondisi ini juga menyebabkan terjadinya genangan air, longsor pada daerah yang rawan longsor dan daerah potensi banjir.

“Jadi untuk nelayan ini sebagai bahan awal untuk nelayan yang melaut untuk tetap waspada,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rakor Bersama KPK, Anwar Sadat : Tanjabbar Fokus Penertiban Aset

Terpisah, Kasi Pelayanan Informasi Cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sukthan Thaha Jambi Kurnia Ningsih, mengatakan pada bulan Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki Musim Hujan, di antaranya: Pesisir timur Aceh, sebagian Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, termasuk Riau dan Jambi.

Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA :  Sepekan Ramadhan, Pemudik Mulai Meningkat di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal

“Sebentar lagi pergantian musim kemarau ke musim penghujan, saat pergantian musim ini memang ada kemungkinan La Nina,” kata Kurnia Ningsih di Jambi melalui WhatsApp.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa La Nina ini bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan banjir bandang.

“Potensi terjadinya bencana cukup tinggi, apalagi jika curah hujan tinggi,” ujarnya.

Masyarakat diimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial info BMKG.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Aan Priyanto dari Kompas TV Jambi Juara LKJ TMMD 108 Kodim 0419/Tanjab

Tanjab Barat

Buka TC MTQ, Bupati Anwar Sadat Minta Qari’ Qari’ah Mencapai Hasil Terbaik

Tanjab Barat

Tim TRC BPBD Tanjab Barat Raih Juara II Lomba Simulasi Evakuasi Korban Karhutla 

Tanjab Barat

Ini Pesan Bupati Tanjab Barat Saat Meninjau Pemungutan Suara di TPS Pilkada Serentak 2020

Tanjab Barat

Poli Penyakit Dalam RSUD KH Daud Arif Ditutup 2 Minggu Kedepan

Tanjab Barat

Bupati Minta Masyarakat Sama-Sama Jaga Jaringan Listrik

Tanjab Barat

Masa Tenang, Polres Tanjab Barat Turunkan Tim Pemantau Politik Uang

Tanjab Barat

Polsek Pengabuan Rakor Sinergi Pengamanan Pemungutan Suara Pilkada 2020