KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat bergerak cepat mengatasi persoalan krusial pengelolaan sampah di wilayahnya dengan menggandeng Komisi XII DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dan Sosialisasi Penanganan Sampah di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Selasa (28/7/2026).
Anwar Sadat menegaskan bahwa intervensi dan dukungan dari pusat sangat mendesak untuk memperkuat kapasitas daerah. Pasalnya, wilayah pesisir Tanjung Jabung Barat setiap harinya harus menampung hantaman 100 ton sampah dari Kota Kuala Tungkal, di tengah keterbatasan armada dan anggaran daerah.
“Kondisi geografis kita sangat menantang karena didominasi rawa basah, lahan gambut, dan sangat dipengaruhi pasang surut air laut. Dukungan dari KLH dan DPR RI menjadi momentum besar bagi kami untuk membenahi tata kelola ini secara total,” ujar Anwar Sadat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ancaman Mikroplastik pada Sektor Perikanan
Anwar Sadat memperingatkan dampak buruk jika persoalan ini tidak segera ditangani secara sinergis. Sebagai salah satu daerah lumbung ikan dan udang terbesar di Provinsi Jambi, pencemaran sampah plastik di wilayah perairan berpotensi memicu bahaya mikroplastik. Hal ini dapat merusak biota laut, menurunkan kualitas hasil laut, dan mengancam kesehatan masyarakat.
Merespons hal tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha yang hadir membuka acara menyatakan siap mengawal peningkatan status Tanjung Jabung Barat. Saat ini, daerah tersebut masih berada dalam status pengawasan ketat terkait tata kelola sampah.
“Pusat menargetkan pangkas sampah minimal 30 persen langsung dari sumbernya (rumah tangga). Lewat kolaborasi erat bersama Bupati Anwar Sadat dan KLH, kami optimis tahun depan status daerah ini bisa naik menjadi daerah pembinaan,” jelas Syarif Fasha.
Tiga Terobosan Nyata Pemkab Tanjab Barat
Di depan perwakilan KLH dan para pegiat lingkungan, Anwar Sadat memaparkan tiga aksi nyata yang kini tengah berjalan di lapangan:
- Mesin Pemilah TPA: Mengoperasikan unit mesin pemilah mekanis di TPA Lubuk Terentang untuk memotong volume residu sampah.
- Kemitraan Bernilai Ekonomi: Menjalin kerja sama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) dan kelompok tani guna menyulap hasil pilahan sampah menjadi sumber pendapatan baru warga.
- Satgas Drainase Malam: Mengerahkan tim lintas dinas untuk membersihkan sumbatan sampah di saluran air pada malam hari demi mencegah banjir tanpa mengganggu aktivitas siang warga.
Di akhir penjelasannya, Anwar Sadat meminta masyarakat untuk menyudahi kebiasaan membuang sampah sembarangan dan mulai memilahnya dari rumah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Suksesnya agenda ini butuh komitmen total dari warga, pelaku usaha, dan komunitas lingkungan agar ekosistem pesisir kita tetap lestari,” pungkas Anwar Sadat.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Prokopim Tanjab Barat








Komentar