Sementara itu, perwakilan Medical Office PetroChina, dr. Vivi Permana, menyampaikan bahwa selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan sunat massal digelar sebagai bentuk kontribusi PetroChina dalam membantu masyarakat untuk memenuhi atau menyempurnakan syariat Islam.
“Jadi umumnya menjadi umat muslim terutama laki-laki itu salah satunya harus memenuhi syariat yakni sunat. Selain itu juga, sunat merupakan langkah untuk kita menjaga kesehatan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap karena kegiatan ini bersifat massal, jadi mudah-mudahan anak-anak tetap menjaga kebersihannya setelah ini, karena memang masih ada proses penyembuhan luka, jadi memang harus terus menjaga kesehatannya agar proses penyembuhannya cepat dan hasilnya bagus dengan terus minum obat-obatan secara teratur,” dr. Vivi menambahkan.
PetroChina dalam hal ini bekerja sama dengan Puskesmas Sukorejo, melalui Kepala Puskesmas Sukorejo, Panggung Sparto, menyebutkan bahwa pihaknya menurunkan sebanyak 3 dokter dan 15 orang tim medis pembantu dalam proses melaksanakan sunat massal.
“Mudah-mudahan ini sesuai target kita, karena dari pendaftaran yang ditargetkan hanya 50 yang kita sasar itu, bertambah sekitar 10 orang lagi, karena antusias dari masyarakat sekitar untuk mengikuti sunat massal ini tinggi,” tuturnya.
Panggung Sparto menyebutkan, untuk metode sunat yang digunakan kali ini yakni menggunakan dua metode sekaligus, yakni metode secara laser dan manual.
“Namun pada intinya semua metode sama, mudah-mudahan harapannya tiga hari atau maksimal seminggu luka sudah bisa sembuh,” lanjutnya.
Salah seorang peserta yang berusia 9 tahun atas nama Meza Pratama, peserta sunat massal dari Desa Pematang Lumut mengungkapkan bahwa ia tidak takut ketika disunat, karena proses sunat sangat nyaman.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya