Integrasi Tata Kelola, Kinerja dan Digitalisasi: Sinergi Tiga Pilar Untuk Masa Depan Korporasi Publik yang Berkelanjutan

Lintas Tungkal

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Bantu NTT Pulih. Gempa M 7,7 menyisakan luka mendalam bagi saudara kita di NTT. Mari rapatkan barisan dan salurkan bantuan terbaik Anda melalui tautan berikut:
+ Donasi

Integrasi Tata Kelola, Kinerja dan Digitalisasi: Sinergi Tiga Pilar Untuk Masa Depan Korporasi Publik yang Berkelanjutan. (GRAFIS : Dok. Penulis)

Integrasi Tata Kelola, Kinerja dan Digitalisasi: Sinergi Tiga Pilar Untuk Masa Depan Korporasi Publik yang Berkelanjutan. (GRAFIS : Dok. Penulis)

Korporasi publik di Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan yang belum pernah sebesar ini. Di satu sisi, mereka mengemban amanat konstitusi untuk hadir dalam pemenuhan hajat hidup orang banyak. Di sisi lain, mereka dituntut untuk beroperasi secara profesional, efisien, dan berdaya saing seperti korporasi swasta. Tekanan dari globalisasi, perubahan teknologi, dan ekspektasi publik yang semakin kritis membuat model bisnis dan tata kelola lama tidak lagi relevan. Dalam konteks ini, keberlanjutan korporasi publik tidak lagi bisa ditopang oleh satu faktor saja. Diperlukan integrasi strategis antara tiga pilar utama: tata kelola yang berintegritas, kinerja yang berorientasi pada dampak, dan digitalisasi yang menjadi pengungkit utama transformasi.

Korporasi publik seperti BUMN, BUMD, dan BLU memiliki posisi unik. Mereka bukan sekadar entitas bisnis yang mengejar laba, tetapi juga instrumen negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Mandat ganda ini menuntut keseimbangan. Jika terlalu fokus pada keuntungan, maka fungsi pelayanan publik akan terabaikan. Jika terlalu fokus pada pelayanan tanpa memperhatikan efisiensi, maka perusahaan akan menjadi beban negara. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka pengelolaan yang mampu menyelaraskan kepentingan bisnis, sosial, dan pemerintahan. Kerangka itulah yang dibangun melalui integrasi tata kelola, kinerja, dan digitalisasi.

Tata kelola adalah fondasi utama. Tanpa tata kelola yang baik, segala program dan inovasi akan mudah runtuh. Prinsip-prinsip GCG: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran harus diinternalisasi dalam setiap kebijakan. Dalam UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan PP No. 54 Tahun 2017 tentang BUMD, tata kelola yang baik menjadi syarat mutlak. Tata kelola yang kuat memastikan bahwa pengambilan keputusan tidak didasarkan pada kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi pada kepentingan perusahaan dan publik. Selain itu, tata kelola yang baik juga membangun sistem manajemen risiko, kepatuhan, dan pengawasan yang efektif sehingga perusahaan dapat berjalan di rel yang benar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini pengukuran kinerja korporasi publik masih terjebak pada angka-angka keuangan dan output fisik. Padahal publik ingin tahu: apa manfaat nyatanya? Kinerja korporasi publik harus bergeser dari orientasi output ke outcome dan impact. Artinya, selain laba dan efisiensi, perusahaan juga harus diukur dari kualitas layanan, jangkauan ke daerah 3T, kepuasan pelanggan, dan kontribusi terhadap SDGs. Integrasi kinerja berarti menyelaraskan target keuangan dengan target sosial. Misalnya, perusahaan energi tidak hanya diukur dari penjualan listrik, tetapi juga dari rasio elektrifikasi dan penurunan emisi. Perusahaan pembiayaan tidak hanya diukur dari penyaluran kredit, tetapi juga dari jumlah UMKM yang naik kelas.

Penulis : Najwa Nur Aisyah : Mhas Fisipol Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serahkan Sertipikat Aset BMD dan BUMD Pemprov Kalsel, Wamen Ossy: Perkuat Kepastian Hukum Aset Daerah
Bayar SPS Sabtu, Selasa Sudah Diukur, Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal
Pesan Menteri Nusron untuk 568 Wisudawan/Wisudawati Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana pun Bekerja
Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Organisasi dan Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat
Atap Semi Permanen Ganggu Fungsi Jalan di RT 07 Desa Karya Maju, Camat : Akan Dikoordinasikan Penertibannya
MG Resmi Luncurkan MG ZS Hybrid+ di Bandung, Buka Rangkaian Regional Launch di Indonesia
Isi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah
Tak Sekadar Ilmu Pertanahan, Rocky Gerung Nilai Taruna/i Politeknik Agraria STPN Belajar Banyak Disiplin Ilmu
Berita ini 68 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:30 WIB

Serahkan Sertipikat Aset BMD dan BUMD Pemprov Kalsel, Wamen Ossy: Perkuat Kepastian Hukum Aset Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 10:32 WIB

Bayar SPS Sabtu, Selasa Sudah Diukur, Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Organisasi dan Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 10:01 WIB

Atap Semi Permanen Ganggu Fungsi Jalan di RT 07 Desa Karya Maju, Camat : Akan Dikoordinasikan Penertibannya

Rabu, 9 September 2026 - 00:07 WIB

MG Resmi Luncurkan MG ZS Hybrid+ di Bandung, Buka Rangkaian Regional Launch di Indonesia

Berita Terbaru