YTUBE
“Eazy Paspor” Kanim Kuala Tungkal Mendekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat 75 Juta Uang Warga Tebing Tinggi Raib, Aksi Pelaku Terekam CCTV Rumah Pengusahan Rumah Makan di Tehok Ludes Terbakar Kronologis Polisi Ringkus 5 Komplotan Penipuan Berkedok Kupon Berhadiah Mobil dalam Kemasan Tepung AHY : Kader Demokrat Jangan Takut Bersuara Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Home / Nasional

Rabu, 8 Desember 2021 - 00:10 WIB

Istilah PPKM Level 3 Selama Periode Nataru Diganti Nama Ini

Satlantas Polrestabes Bandung tengah melakukan penutupan jalan Buah Batu Kota Bandung, Rabu (29/4/2020). Penutupan yang merupakan hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini diharapkan dapat menekan aktivitas warga selama PSBB ini.(KOMPAS.COM/AGIE PERMADI)

Satlantas Polrestabes Bandung tengah melakukan penutupan jalan Buah Batu Kota Bandung, Rabu (29/4/2020). Penutupan yang merupakan hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini diharapkan dapat menekan aktivitas warga selama PSBB ini.(KOMPAS.COM/AGIE PERMADI)

JAMBI – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 se-Indonesia pada masa libur Natal dan tahun baru yang dibatalkan pemerintah diganti dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Masa Nataru (Natal dan tahun baru).

Tito mengatakan, kebijakan itu diubah agar pembatasan yang diterapkan pada masa Natal dan tahun baru berlaku secara spesifik selama 24 Desember 2024 hingga 2 Januari, tergantung situasi di masing-masing daerah.

“Penerapan Level 3 tidak dilakukan di semua wilayah karena kalau menggunakan istilah Level 3 nanti (berlaku) di semua wilayah, sehingga judulnya diganti dengan pembatasan kegiatan masyarakat di masa Nataru, 24 Desember sampai dengan 2 Januari, nah itu spesifik,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/12/21).

Tito menyampaikan, ada beberapa faktor membuat pemerintah membatalkan rencana PPKM Level 3 se-Indonesia pada masa libur Natal dan tahun baru.

BACA JUGA :  Bupati Tanjab Barat Lantik Pejabat Eselon II, III dan IV di Rumah Dinas, Ini Nama-Namanya

Pertama, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir relatif landai dan angka penularannya pun terbilang rendah.

“Kita kan lihat angka-angka kasus konfirmasi kan relatif rendah dibanding dulu yang puluhan ribu, bahkan kemarin kalau enggak salah ada seratus berapa begitu ya,” kata Tito.

Lalu, kata Tito, berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan, antibodi masyarakat sudah terbilang tinggi.

Bahkan, ia menyebut ada kemungkinan masyarakat di sembilan daerah aglomerasi telah mengalami kekebalan kelompok atau herd immunity.

Mantan kapolri itu mengatakan, berkaca dari faktor-faktor di atas, penerapan PPKM Level 3 se-Indonesia dinilai terlalu ketat, padahal ada sejumlah daerah yang menunjukkan perbaikan.

BACA JUGA :  Masa Berlaku Paspor Disahkan Jadi 10 Tahun, Imigrasi Siapkan Petunjuk Teknis

“Ini kan semua dinamis, dinamis, kita melihat angka-angka indikator, kemudian tingkat vaksinasi yang meningkat, yang baik, meskipun perintah presiden untuk digenjot terus sampai 70 persen target akhir Desember,” ujar Tito.

Ia menyampaikan, perubahan istilah ini bukanlah sesuatu hal yang aneh karena pemerintah selalu memperbarui status PPKM di masing-masing daerah setiap pekan.

Ia pun menegaskan, meski berubah istilah, pemerintah akan tetap menerapkan pembatasan, misalnya pengunjung mal dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas, hanya warga yang sudah vaksinasi dua dosis yang dapat beraktivitas di tempat publik, dan penerapan aplikasi PeduliLindungi di ruang publik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : PPKM Level 3 Se-Indonesia Batal, Mendagri: Hanya Ganti Judulnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Uni Zulfiani Lubis, Kembali Pimpin FJPI Periode 2021-2024

Nasional

Mendagri Minta Kades Tak Langsung Dipidana Jika Salah Administrasi Dana Desa

Nasional

Sebanyak 16 Pejabat Eselon II Dilantik, Ini Daftarnya

Nasional

Kalemdiklat Polri Serahkan Bantuan Sosial untuk Nakes RS Bhayangkara dan Tenaga Kebersihan

Nasional

Diserang Formula E Keruk Uang Rakyat, Sahroni Balas : Asian Games dan MotoGP Mandalika Duit Apa yang Dipakai?

Nasional

Buntut Kasus Brigadir J, 25 Personel Polri Dimutasi

Nasional

Warning Panglima TNI Larang Prajurit Jadi Pengaman Proyek

Nasional

1000 Vaksin, Sinergi TNI AD dengan Kimia Farma