indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Polda Jambi Buka Penerimaan Siswa SIPSS Tahun 2022 Lelang 13 Jabatan Kepala OPD di Tanjab Barat Ditargetkan Rampung Bulan Maret Sat Polair Imbau Nelayan dan Transportasi Air Waspadai Perubahan Cuaca Kesulitan Keluar, Air Genangi Jalan Depan Gerbang SMAN 2 Tanjab Barat Gadang Seorang Mustahik di Pembengis Menerima Bantuan dari Baznas

Home / Batanghari

Sabtu, 27 November 2021 - 12:56 WIB

Jumlah PTT Capai 6.100, Pemkab Batanghari Bentuk Pansel Evaluasi Kebutuhan Tiap OPD

Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari Muhammad Azan. FOTO : Ist

Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari Muhammad Azan. FOTO : Ist

BATANGHARI – Pemkab Batanghari mulai keluhkan beban APBD menanggung gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang jumlahnya mencapai 6.100 orang.

Terkait itu Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari Muhammad Azan mengatakan evaluasi terhadap PTT segera dilakukan guna pencegahan ‘kebocoran’ APBD tahun depan.

Azan menyebut Pemkab Batanghari kini telah membentuk panitia seleksi (Pansel) PTT.

“Berkenan dengan rencana tahun anggaran 2022 nanti, Pemkab Batanghari mengambil kebijakan mengevaluasi pegawai kontrak atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang menjadi beban APBD,” kata Azan seperti dikonfirmasi Gatra.com pekan ini.

Ia katakan evaluasi PTT sifatnya untuk mengukur atau mengetahui sejauh mana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membutuhkan PTT sesuai analisis jabatan dan analisis beban kerja (Anjab-ABK) masing-masing OPD.

“Evaluasi PTT dilakukan oleh Pansel bekerjasama dengan OPD dan Kabag Organisasi selaku manajerial daripada pegawai atau struktur. Bagian Organisasi nanti bekerjasama dengan BKPSDMD Batanghari,” ucapnya.

Sesuai hasil pembahasan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Batanghari tempo hari, kata Azan, rencana untuk tahun anggaran 2022, bahwa PTT yang menjadi beban APBD di semua OPD berjumlah 6.100 orang lebih.

BACA JUGA :  Polres Muaro Jambi Gelar Sosialisasi dan Vaksinasi di SD Negeri 228/IX Sungai Bertam

“Berkenan dengan jumlah yang akan kita evaluasi, saya selaku Ketua Pansel sedang menunggu laporan dari Kepala BKPSDMD berdasarkan usulan dari kawan-kawan OPD,” katanya.

 Sehingga nanti berdasarkan Anjab-ABK OPD, Bagian Organisasi dan BKPSDMD melakukan evaluasi penyesuaian usulan OPD sesuai kebutuhan menurut standar Kementerian PAN-RB atau Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Kita akan melakukan sesuai kaidah yang ada berupa uji formil maupun uji materil. Uji formil berarti menjawab soal-soal sesuai tupoksi masing-masing OPD dan uji materil akan melakukan wawancara oleh Pansel,” ujarnya.

Pansel evaluasi PTT akan melakukan tahapan-tahapan hingga akhir tahun ini. PTT berjumlah 6.100 orang lebih akan mengikuti tes.

Ia berkata kebutuhan PTT masing-masing OPD tidak bisa diukur karena sesuai Anjab-ABK.

“Pansel akan melakukan analisa. Pansel tidak serta-merta menerima usulan Anjab-ABK masing-masing OPD. Pansel punya hitungan teknis juga berdasarkan masukan dari teman-teman BKPSDMD dan Kabag Organisasi,” ucapnya.

Anggaran Gaji PTT Setiap Bulan

Sekda M. Azan tak menjawab secara rinci, rata-rata seorang PTT menerima gaji Rp 1,250 juta.

BACA JUGA :  Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Koperindag Tanjab Barat Sidak Minimarket

Ada sebagian PTT menerima gaji lebih dari Rp 1,250 juta, ada pula sebagian PTT menerima gaji kurang dari Rp 1,250 juta.

“Kurangnya tak seberapa, tapi lebihnya jelas banyak, karena jenjang masing-masing berbeda. Misalnya (maaf) penjaga malam, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Damkar, BPBD dan Satpol PP, gaji mereka diatas Rp 1,250 juta,” ucapnya.

Dari jumlah 6.100 orang PTT, kata Azan, lebih dari 70 persen menerima gaji diatas Rp 1,250 juta perorang perbulan.

Berkenan angka atau data realnya, Azan mohon waktu. Menurut dia, bicara angka dan data tak bisa kira-kira. Tapi dia meyakini dan memastikan, bahwa dari jumlah PTT 6.100 orang lebih, 70 persennya diatas Rp 1,250 juta.

“Berarti 30 persen menerima gaji dibawah Rp 1,250 juta perorang perbulan. Evaluasi bukan hanya berlaku untuk PTT, para ASN juga akan dilakukan evaluasi,” katanya.

Artikel ini telah tayang di gatra.com dengan judul : Jumlah PTT Membebani APBD, Pemkab Bentuk Pansel Evaluasi.

Share :

Baca Juga

Covid-19

Kasus Meninggal Posotif Covid-19 di Jambi Jadi 2 Orang

Daerah

Dandim 0415/Bth Serahkan Penghargaan Pangdam II Sriwijaya Kepada Wali Kota Jambi

Batanghari

Mulawarman Dilantik Jadi Penjabat Sekda Batanghari

Batanghari

Tegakkan Protokol Kesehatan, Kodim 0415/Jambi Gelar Patroli Gabungan

Daerah

Meriahkan HUT RI ke-75, Forum BBDR Pupuk Nasionalisme Siswa Melalui Lomba Virtual

Batanghari

Silaturrahmi dengan SAD, Kapolda Jambi Terima Penyerahan 5 Kecepek

Batanghari

Sekda Tanjabbar Hadiri Penutupan Perkemahan Wirakarya Nasional 2021 di Batanghari

Batanghari

Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari Dapat Bantuan Ambulans dari SKK Migas